MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 11 Desember 2025
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 11 Desember 2025
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Survei Cloudera: 96% Perusahaan Telah Mengintegrasikan AI ke dalam Proses Bisnis Utama

Wahyu by Wahyu
Senin, 29 September 2025
in Teknologi
Survei Cloudera: 96% Perusahaan Telah Mengintegrasikan AI ke dalam Proses Bisnis Utama

Jakarta, Mediaprofesi.id – Cloudera, satu-satunya perusahaan yang menjalankan AI di mana pun data berada, hari ini merilis temuan dari laporan survei global terbarunya yang berjudul The Evolution of AI: The State of Enterprise AI and Data Architecture.

Survei ini melibatkan lebih dari 1.500 pemimpin IT dan mengulas percepatan pengadopsian AI, evolusi arsitektur data perusahaan, serta tantangan baru dalam mengembangkan AI secara aman dan berskala besar di tahun 2025.

Laporan ini melanjutkan  studi Cloudera tahun 2024  dan menunjukkan bagaimana prioritas, hambatan, dan tujuan perusahaan telah berubah hanya dalam waktu satu tahun, memberikan gambaran jelas tentang lanskap AI enterprise yang terus berkembang.

Berdasarkan temuan tersebut, terlihat jelas bahwa masa depan digerakkan oleh AI, dan AI bergantung pada akses penuh terhadap data di mana pun data itu berada. Organisasi perlu mengakses 100% data mereka, di mana pun data itu berada atau apa pun jenisnya, untuk mengelolanya dengan aman dan mendapatkan insight real time dan prediktif tanpa kompromi.

Temuan yang paling mengejutkan adalah: 96% pemimpin IT menyatakan bahwa AI sudah terintegrasi sebagian ke dalam proses bisnis utama mereka. Ini meningkat dari tahun 2024, di mana 88% responden mengatakan bahwa saat itu mereka sudah memanfaatkan AI dalam perusahaan.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa AI sudah beralih dari fase eksperimentasi menuju integrasi penuh dalam proses dan alur kerja utama. Dan ini membuahkan hasil: 70% responden melaporkan keberhasilan signifikan dari inisiatif AI mereka, sementara hanya 1% yang belum melihat hasilnya.

Perusahaan memanfaatkan AI dalam berbagai bentuk untuk mencapai hasil tersebut, termasuk generatif (60%), deep learning (53%), dan prediktif (50%). Keyakinan untuk melakukan diversifikasi portofolio AI juga meningkat, dengan 67% pemimpin IT merasa lebih siap untuk mengelola AI dalam bentuk baru, terutama agen AI, dibandingkan tahun lalu. Keberhasilan ini didukung oleh perubahan yang semakin besar dalam cara perusahaan memperlakukan data.

Pendekatan hybrid dalam arsitektur data menjadi standar yang menawarkan perusahaan fleksibilitas untuk mengelola AI di semua lingkungan cloud dan on-premise. Menjawab pertanyaan apa kekuatan terbesar dari pendekatan hybrid, responden menyebutkan keamanan (62%), manajemen data yang lebih baik (55%), dan analitik data yang lebih optimal (54%).

Meski kemajuan signifikan telah dicapai, perusahaan menyadari bahwa perjalanan menuju potensi penuh dan ROI AI masih berlangsung. Walau 24% organisasi mengatakan bahwa budaya mereka kini sangat berorientasi pada data, naik dari 17% tahun lalu, mayoritas mengakui bahwa masih dibutuhkan lebih banyak upaya untuk menanamkan pola pikir yang memprioritaskan data ke dalam praktik bisnis.

Hambatan teknis baru dan terbesar yang ditemukan dalam arsitektur data saat mendukung beban kerja AI antara lain: integrasi data (37%), performa penyimpanan (17%), dan daya komputasi (17%). Aksesibilitas data juga menjadi tantangan: hanya 9% organisasi yang mengatakan bahwa seluruh data mereka tersedia dan bisa digunakan untuk inisiatif AI, sementara 38% menyatakan bahwa sebagian besar data mereka bisa diakses.

“Dalam waktu hanya satu tahun, AI telah bergeser dari prioritas strategis menjadi mandat yang mendesak, yang secara aktif membentuk ulang operasional dan mendefinisikan kembali aturan persaingan,” kata Sergio Gago, Chief Technology Officer Cloudera. “

Namun, survei kami menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan besar dalam hal keamanan, kepatuhan, dan pemanfaatan data, dan masih banyak yang terjebak dalam tahap proof-of-concept. Misi Cloudera adalah menjalankan AI di mana pun data berada, baik di cloud publik, cloud privat, maupun on-premise, dengan jaminan tata kelola, lineage, dan kepercayaan penuh. Melalui inovasi seperti Private AI dan AI generatif berbasis GPU yang aman di balik firewall, kami memberikan perusahaan kendali dan kepercayaan penuh untuk membuka potensi dan menghasilkan insight dari 100% data mereka dan mempercepat adopsi di Era Konvergensi ini.

“Tren global sudah jelas — AI telah beralih dari tahap eksperimental menjadi bagian utama dari bisnis. Bagi Indonesia, ini adalah sebuah kesadaran yang kuat untuk segera mempercepat pengadopsian AI yang aman dan terkelola dengan baik, serta memprioritaskan arsitektur data terpadu yang mampu membuka value AI tanpa mengorbankan kepatuhan pada regulasi atau kedaulatan data. Di Cloudera, kami berkomitmen membantu pelanggan beralih dari tahap uji coba menuju implementasi AI yang berkelanjutan dan siap pakai, melalui inovasi AI privat dan tata kelola yang bertanggung jawab,” ujar Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia.

Temuan utama lain di antaranya:

  • Perusahaan memanfaatkan cloud: Menjawab pertanyaan di mana data perusahaan disimpan, 63% responden menjawab di cloud privat, 52% di cloud publik dan 42% di data warehouse.
  • Mengintegrasikan AI tidak lepas dari masalah keamanan: Setengah dari responden mengatakan kebocoran data selama pelatihan model adalah kekhawatiran yang berhubungan dengan keamanan AI, dengan 48% mengatakan akses data tanpa izin, dan 43% mengatakan alat AI pihak ketiga yang tidak aman.
  • Meskipun ada kekhawatiran tersebut, perusahaan merasa yakin: Hampir satu perempat (24%) responden mengatakan mereka sangat yakin dengan kemampuan perusahaan untuk mengamankan data yang digunakan dalam sistem AI, 53% merasa cukup yakin dan 19% merasa agak yakin.

Laporan ini diluncurkan di EVOLVE25 NY, rangkaian acara unggulan Cloudera yang menampilkan inovasi di persimpangan antara AI dan data. * (Syam/Wah)

Post Views68 Views
Tags: clouderaCloudera Open AISurvei
Share3Tweet2Send

Related Posts

Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik
Teknologi

Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik

by Wahyu
Kamis, 11 Desember 2025
Setiap Perusahaan Retail Perlu Menjadi Perusahaan Teknologi
Teknologi

Setiap Perusahaan Retail Perlu Menjadi Perusahaan Teknologi

by Pratama
Jumat, 28 November 2025

RECOMMENDED

Bertransaksi Makin Praktis, Kini QRIS Tap myBCA Hadir di Samsung Galaxy Watch

Bertransaksi Makin Praktis, Kini QRIS Tap myBCA Hadir di Samsung Galaxy Watch

11 Desember 2025
Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik

Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik

11 Desember 2025

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    564 shares
    Share 226 Tweet 141
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    357 shares
    Share 143 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM