MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 12 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 12 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Investasi Real Estate Komersial Asia Pasifik Tembus US$31,2 Miliar pada Kuartal Dua 2025

Wahyu by Wahyu
Jumat, 3 Oktober 2025
in Ekonomi
Investasi Real Estate Komersial Asia Pasifik Tembus US$31,2 Miliar  pada Kuartal Dua 2025
13
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Investasi real estate komersial (CRE) di Asia Pasifik naik 15% secara tahunan (YoY) pada kuartal dua 2025 menjadi US$31,2 miliar, menurut data dan analisis konsultan properti global JLL (NYSE: JLL).

Secara kumulatif, total investasi sepanjang paruh pertama 2025 mencapai US$67,6 miliar, tumbuh 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  Pertumbuhan ini terjadi meski sentimen pasar masih berhati-hati dan proses uji tuntas (due diligence) berlangsung lebih lama akibat ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut.

Korea Selatan mencatat pertumbuhan investasi year-on-year (YoY) tertinggi di Asia Pasifik, dengan kenaikan 72% pada kuartal dua 2025 menjadi US$6,0 miliar. Akumulasi investasi YoY semester pertama pun menguat 64% menjadi US$12,8 miliar. Lonjakan ini didorong sektor perkantoran yang menyumbang 77% dari total volume pasar, karena banyak pemilik aset melepas properti sebelum potensi kelebihan pasokan (oversupply) di kawasan pusat bisnis terjadi. Pasar hotel juga aktif dengan sejumlah transaksi seiring para pemilik memanfaatkan kinerja yang membaik untuk menjual di harga premium.

Jepang tetap menjadi pasar dengan kinerja terkuat di kawasan, mencatat investasi CRE sebesar US$7,6 miliar pada kuartal dua 2025, naik 31% YoY. Total investasi semester pertama mencapai US$21,3 miliar, tumbuh 23% dibandingkan H1 2024. Sektor perkantoran mendominasi dengan dukungan investor domestik, sementara sektor hunian mencapai level tertinggi sejak Q1 2022 berkat minat besar dari J-REITs dan investor global seperti Warburg Pincus, Aberdeen, dan CapitaLand pada aset hunian multifamily.

Di tengah ketegangan tarif yang masih berlangsung, investor lebih cermat memantau fundamental pasar dan kualitas penyewa. Menurut survei JLL terhadap 75 investor di Asia Pasifik, sektor industri & logistik, energi & infrastruktur, serta ritel dianggap paling rentan terhadap risiko geopolitik dalam lima tahun mendatang karena efek lanjutan pada pertumbuhan dan tingkat suku bunga. Sebaliknya, sektor hunian, life sciences, dan kesehatan dinilai lebih terlindungi karena ditopang oleh permintaan domestik.

“Meski investor menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, real estate komersial Asia Pasifik terus menarik investor global. Hal ini menunjukkan kekuatan fundamental kawasan dan resilience untuk sektor ini,” ujar Stuart Crow, CEO Asia Pacific Capital Markets, JLL.

Menurut Stuart Crow, Korea Selatan mencatat kinerja yang kuat pada kuartal dua 2025, dengan transaksi perkantoran di Seoul mencapai level tertinggi sejak Q2 2021. Kenaikan ini didorong alokasi modal yang lebih besar dari institusi domestik serta biaya pembiayaan yang lebih rendah. Dengan penurunan suku bunga acuan menjadi 2,5% oleh Bank of Korea pada Mei lalu, kami optimistis momentum positif ini akan berlanjut pada kuartal berikutnya.

“Pasar real estate komersial Indonesia tetap menarik minat investasi pada kuartal dua 2025, khususnya di sektor manufaktur dan industri. Terlepas dari tantangan ekonomi global, kami melihat permintaan domestik yang solid serta penempatan modal internasional yang selektif, menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi utama di Asia Tenggara yang terus berkembang,” ujar Farazia Basarah, Country Head, JLL Indonesia.

Sektor perkantoran memimpin aktivitas investasi di kuartal dua, dengan nilai transaksi US$13,3 miliar, naik 24% YoY. Korea Selatan mencatat volume perkantoran tertinggi sejak Q2 2021, sementara Jepang tetap aktif dengan partisipasi kuat dari investor domestik. Sektor industri & logistik tumbuh 12% YoY menjadi US$6,3 miliar, dan sektor ritel naik 4% menjadi US$5,0 miliar.

Investasi sektor hunian terus menunjukkan momentum positif, mencapai US$3,6 miliar pada kuartal dua 2025, melonjak 92% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jepang tetap menjadi pasar dominan, menyumbang lebih dari separuh total volume sektor hunian di kawasan.

Sementara itu, investasi dari investor private wealth (kekayaan pribadi) pada kuartal dua 2025 meningkat 32% YoY menjadi US$4,7 miliar. Perkantoran tetap menjadi kelas aset yang paling diminati, menyumbang 45% dari seluruh transaksi. Angka ini naik tajam dibandingkan kuartal dua 2024, yang hanya mencatat 28% transaksi, menunjukkan preferensi yang semakin kuat terhadap kelas aset ini. Ritel bertahan di posisi kedua, dengan porsi 26% dari total transaksi di kuartal dua 2025.

“Bank-bank sentral di kawasan ini terus melanjutkan siklus penurunan suku bunga, dan kami melihat biaya utang yang semakin rendah, menciptakan iklim transaksi lebih kondusif yang mendorong aktivitas investasi,” ujar Pamela Ambler, Head of Investor Intelligence, Asia Pacific, JLL.

“Namun, investor kini memperhitungkan skenario pertumbuhan yang lebih lambat dengan asumsi tarif akan tetap berlaku. Hal ini membuat proses transaksi memerlukan waktu lebih panjang dan adanya ketentuan kontinjensi. Pasar seperti Korea Selatan dan Jepang terus menunjukkan ketahanan, dan investor yang mencari pertumbuhan jangka panjang masih dapat menemukan peluang di tengah dinamika ini,” tutup Pamela Ambler. * (Syam/Wah)

Post Views218 Views
Tags: Investasi real estate komersialJLL Indonesiareal estate komersial

Related Posts

Duit Global Lagi Mengalir ke Asia, Indonesia Ikut Jadi Incaran Investor Properti Masa Depan
Ekonomi

Duit Global Lagi Mengalir ke Asia, Indonesia Ikut Jadi Incaran Investor Properti Masa Depan

by Wahyu
Selasa, 26 Mei 2026
16
Indonesia Siap Memanfaatkan Peluang Pertumbuhan Data Center Global Hingga 2030
Ekonomi

Indonesia Siap Memanfaatkan Peluang Pertumbuhan Data Center Global Hingga 2030

by Pratama
Rabu, 14 Januari 2026
19

RECOMMENDED

Bisnis Laundry Makin Menjanjikan, Ini Rahasia Agar Cepat Untung dan Mudah Berkembang

Bisnis Laundry Makin Menjanjikan, Ini Rahasia Agar Cepat Untung dan Mudah Berkembang

12 Juni 2026
9
Acer Bikin Geger Computex 2026, Laptop Gaming AI dan Handheld Unik Ini Jadi Sorotan

Acer Bikin Geger Computex 2026, Laptop Gaming AI dan Handheld Unik Ini Jadi Sorotan

12 Juni 2026
13

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    574 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM