Jakarta, Mediaprofesi.id – SCNP selaku Original Equipment Manufacturer (OEM) perangkat rumah tangga Indonesia hari ini melansir ajang “Produksi Perdana Kompor Tanam Electrolux” di pabrik SCNP yang berlokasi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia.
Ini merupakan momen transformasi strategis bagi SCNP, berangkat dari manufaktur perangkat kompor konvensional menjadi produsen dalam ekosistem industri manufaktur perangkat elektronik yang berteknologi tinggi serta sesuai dengan koridor SNI yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Sesi ini dihadiri oleh pejabat Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Bambang Riznanto (Kepala Pusat Perumusan, Penerapan dan Pemberlakuan Standardisasi Industri), Djamarwie (CEO SCNP), Rajini (COO SCNP) dan Stefanus Andre (Taste Product Head PT Electrolux Indonesia).
SCNP: Menyiasati Tantangan Barang Impor di Pasar Lokal
Inisiatif produksi lokal kompor tanam bermerek Electrolux ini adalah langkah sinergis antara SCNP dan Electrolux. “Langkah ini sangat monumental, dimana industri domestik dalam segmen home appliances Indonesia kini sedang menghadapi tekanan akibat bebasnya aksi importasi perangkat home appliances secara masif. Kondisi seperti ini mengancam keberlanjutan industri perangkat elekronik rumah tangga lokal, terutama bagi mereka yang telah berinvestasi besar dan comply terhadap kebijakan SNI” ujar Rajini, COO SCNP dalam sesi paparan profil Perseroan.
“Kemitraan SCNP – Electrolux ini adalah suatu wujud penerapan strategi pengembangan produk dan penetrasi pasar. SCNP memastikan untuk selalu memenuhi standardisasi SNI, suatu prekondisi wajib bagi produk appliances dalam negeri,” tambah Rajini.
Sementara itu, CEO SCNP Djamarwie menyatakan bahwa strategi ini adalah bentuk mitigasi risiko Perseroan dan langkah untuk penyesuaian terhadap arah kebijakan Pemerintah ke depannya dalam yang relevan dengan strategi bisnis SCNP di masa depan.
Electrolux: Positioning Brand Premium Kompor Tanam Premium Secara Lokal

Keputusan Electrolux untuk memproduksi kompor tanam premium secara lokal di SCNP adalah strategi dalam rangka memastikan kepatuhan atas terhadap kelola dan mempertahankan posisi pasar perusahaan di Indonesia.
Taste Product Head PT Electrolux Indonesia, Stefanus Andre, menegaskan bahwa komitmen Electrolux adalah selalu menghadirkan inovasi produk agar dicintai konsumen karena kunci utama agar bisnis elektronik bertahan adalah selalu berinovasi baik dalam produk maupun teknologi. Kebijakn pemerintah dalam mendukung industri lokal sejalan dengan kebijakan inovasi yang selalu mengedepankan aspek sustainability dalam setiap aktivitas bisnisnya, bersama SCNP kami dengan bangga menghadirkan kompor tanam segmen premium yang diproduksi oleh industri dalam negeri.
“Perkembangan bisnis B2C yang sangat ketat dan daya beli yang mulai membaik membuat Electrolux semakin optimis terhadap industri home appliances yang akan selalu tumbuh ke depannya. Sebagai produsen alat-alat rumah tangga premium seperti mesin cuci, kulkas dan kompor, kami selalu berkomitmen terhadap retailer kami untuk senantiasa menjaga supply dan distribusi, sehingga kami yakin bersama SCNP akan terus berkembang dengan semakin didukungnya industri lokal oleh Pemerintah,” ujar Stefanus Andre.
Acara Produksi Perdana ditutup dengan Factory Visit ke lini perakitan kompor tanam SCNP. Lini produksi ini merupakan realisasi investasi SCNP dalam ranah teknologi appliances yang presisi untuk memproduksi kompor tanam Electrolux, suatu sinyal ke industri domestik bahwa SCNP yang telah siap bersaing dalam segmen manufaktur perangkat appliances premium yang berteknologi tinggi.
Kebijakan Pemerintah dan Penguatan Kapasitas Produksi Nasional
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menilai kemitraan strategis SCNP-Electrolux merupakan suatu kontribusi yang memberikan nilai tambah berrarti bagi industri domestik dalam menutup kesenjangan kapasitas nasional.
“Kemitraan SCNP dan Electrolux ini adalah suatu bukti bahwa industri nasional mampu berkembang, sekaligus menjadi kekuatan untuk menghadapi tekanan impor. Di satu sisi, Kemenperin RI sangat mendorong penerapan SNI untuk melindungi pemain lokal dari maraknya produk nonstandar, seperti yang terjadi pada di segmen kompor gas konvensional, serta untuk meningkatkan daya saing industri dan memastikan aspek K3L,” ujarTumpal Sihombing. * (Syam/Wah)





