MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 11 Desember 2025
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 11 Desember 2025
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Agoda Rilis AI Developer Report 2025: Cara Insinyur Bekerja dengan AI di Seluruh Asia Tenggara dan India

Syamhudi by Syamhudi
Jumat, 7 November 2025
in Gaya Hidup
Agoda Rilis AI Developer Report 2025: Cara Insinyur Bekerja dengan AI di Seluruh Asia Tenggara dan India

Jakarta, Mediaprofesi.id – Sebuah studi terbaru yang dirilis hari ini oleh platform perjalanan digital Agoda mengungkapkan bahwa adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kalangan para pengembang perangkat lunak di Asia Tenggara dan India terbilang tinggi, namun penggunaannya masih dalam tahap pematangan.

Pengembang menggunakan AI secara pragmatis untuk mempercepat pekerjaan tanpa mengorbankan kualitas, sementara organisasi menghadapi tantangan untuk menerapkan kebijakan, praktik, dan kerangka kerja yang diperlukan untuk mendukung tahap berikutnya dalam perkembangan AI di wilayah ini.

Dengan mengumpulkan masukan dari komunitas pengembang di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan India, serta wawasan dari perusahaan terkemuka seperti Carousell, MoMo, Omise, dan SCB 10x, laporan ini menyoroti tiga temuan utama yang saling berkaitan tentang adopsi AI di Asia Tenggara dan India:

AI sudah umum digunakan tapi belum matang 

Di seluruh Asia Tenggara dan India, AI telah menjadi bagian dari rutinitas kerja pengembang. 95% pengembang menggunakan AI setiap minggu, dan 56% selalu membuka asisten AI. Produktivitas menjadi alasan utama adopsi, dengan 80% menyebutkan kecepatan dan otomatisasi sebagai motivasi utama. Para insinyur merasakan manfaat nyata, di mana 37% mampu menghemat empat hingga enam jam kerja setiap minggu.

Namun, AI masih lebih dianggap sebagai alat produktivitas dibanding mitra kreatif. Hanya 22% yang menggunakannya untuk memecahkan masalah baru, dan kurang dari setengah (43%) percaya bahwa kinerja AI setara dengan insinyur tingkat menengah. Meskipun 94% mengandalkan AI untuk pembuatan kode, penggunaannya menurun untuk tugas lain seperti dokumentasi, pengujian, dan penyebaran. Hal ini menyoroti kesenjangan antara penggunaan dan keandalan, serta kebutuhan akan hasil yang lebih konsisten dan dapat dipercaya.

AI berkembang melalui akuntabilitas 

Pengawasan dan verifikasi kini menjadi bagian penting dalam alur kerja AI sehari-hari. 79% pengembang menyebutkan hasil yang tidak konsisten atau tidak andal sebagai hambatan utama untuk penggunaan AI yang lebih luas. Untuk menjaga kualitas, 67% meninjau semua kode yang dihasilkan AI sebelum digabungkan, dan 70% secara rutin memperbaiki hasilnya untuk memastikan ketepatan.

Kebijakan formal masih terbatas; hanya satu dari empat tim yang bekerja di bawah pedoman AI resmi. Namun, keandalan terus meningkat melalui proses tinjauan dan validasi yang dipimpin oleh tim. Fokus pada verifikasi ini tidak memperlambat inovasi justru memperkuatnya. Sebanyak 72% pengembang melaporkan peningkatan produktivitas dan kualitas kode yang lebih baik, membuktikan bahwa pengawasan manusia tetap menjadi kunci dalam adopsi AI yang bertanggung jawab.

Pengalaman AI tidak merata dan berisiko menciptakan kesenjangan

Dengan adopsi yang kini hampir universal, fokus bergeser pada bagaimana pengembang menggunakan AI secara bertanggung jawab dan efektif. Sebagian besar pengembang belajar secara mandiri — 71% melalui tutorial, proyek pribadi, atau komunitas online — sementara hanya 28% yang mendapatkan pelatihan dari perusahaan. Akses terhadap program pelatihan formal juga bervariasi antar negara; pengembang di Singapura hampir dua kali lebih mungkin mendapat pelatihan resmi dibandingkan dengan di Vietnam.

Meski terdapat kesenjangan, para pengembang tetap mendorong pertumbuhan diri. Sebanyak 87% telah menyesuaikan rencana belajar atau karier mereka untuk memanfaatkan AI, dan 62% berharap AI membuka peluang karier yang lebih luas  membangun fondasi kemampuan jangka panjang yang lebih kuat di kawasan ini. Pertumbuhan yang digerakkan sendiri ini menunjukkan bahwa pengembang belajar lebih cepat dibanding kemampuan perusahaan dalam memberikan pelatihan, dengan karakter yang ambisius, gemar bereksperimen, dan semakin melek AI.

Pengembang di Indonesia muncul sebagai salah satu pengguna AI paling maju di wilayah ini. 78,9% melaporkan menggunakan Cursor dalam enam bulan terakhir – bersama dengan 90,1% untuk ChatGPT – menempatkan Indonesia di antara pengguna IDE yang terintegrasi dengan AI paling aktif daripada hanya mengandalkan LLM berbasis chat.

“Kecerdasan buatan sedang mengubah cara pengembang di seluruh Asia Tenggara dan India membangun, belajar, dan berkolaborasi,” ujar Idan Zalzberg, Chief Technology Officer Agoda.

“Apa yang awalnya digunakan untuk mempercepat tugas seperti menulis, menguji, atau memperbaiki kode kini telah berkembang menjadi perubahan besar dalam cara perangkat lunak dikembangkan. Kini, AI membantu tim bekerja lebih cepat, terus belajar, dan memecahkan masalah dengan cara baru,” tambahnya.

“Di kawasan ini, penggunaan AI sudah umum, tetapi belum merata. Pengembang memandang AI secara pragmatis untuk mempercepat pekerjaan, menjaga kualitas, dan bereksperimen secara bijak, bukan menggantikan keahlian atau penilaian manusia. Peluang terbesar ada pada upaya mendukung kematangan ini melalui praktik terstruktur dan eksperimen yang bertanggung jawab, sehingga adopsi yang tinggi dapat berkembang menjadi kemampuan yang berkelanjutan.”

Studi ini diinisiasi oleh Agoda bekerja sama dengan Macramé Consulting. Sebagai perusahaan teknologi dan perjalanan digital terkemuka di Asia Tenggara dan India, Agoda berkomitmen untuk meningkatkan keahlian talenta teknologi lokal, mendorong inovasi, serta berinvestasi di komunitas tempatnya beroperasi. Melalui temuan ini, Agoda berharap dapat mendukung para pengembang dalam membangun kemampuan dan kerangka kerja yang dibutuhkan untuk menjadikan kawasan ini sebagai “Silicon Valley Asia”, menggabungkan teknologi mutakhir dengan budaya pertumbuhan yang kolaboratif dan bertanggung jawab. * (Syam)

Post Views70 Views
Tags: Agodaartificial intelligence (AI)
Share2Tweet1Send

Related Posts

Agoda Ungkap Penerbangan Terjangkau di Asia untuk Liburan Akhir Tahun: Rute Internasional dari Indonesia Termasuk yang Paling Murah
Gaya Hidup

Agoda Ungkap Penerbangan Terjangkau di Asia untuk Liburan Akhir Tahun: Rute Internasional dari Indonesia Termasuk yang Paling Murah

by Wahyu
Rabu, 3 Desember 2025
Agoda Ungkap Tren Wisata Asia 2026: Wisatawan Indonesia Paling Antusias untuk Bepergian
Gaya Hidup

Agoda Ungkap Tren Wisata Asia 2026: Wisatawan Indonesia Paling Antusias untuk Bepergian

by Wahyu
Selasa, 25 November 2025

RECOMMENDED

Bertransaksi Makin Praktis, Kini QRIS Tap myBCA Hadir di Samsung Galaxy Watch

Bertransaksi Makin Praktis, Kini QRIS Tap myBCA Hadir di Samsung Galaxy Watch

11 Desember 2025
Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik

Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik

11 Desember 2025

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    564 shares
    Share 226 Tweet 141
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    357 shares
    Share 143 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM