MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 31 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 31 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mirae Asset Menilai Momentum 2026 Membuka Peluang bagi Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi

Syamhudi by Syamhudi
Kamis, 4 Desember 2025
in Ekonomi
Mirae Asset Menilai Momentum 2026 Membuka Peluang bagi Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi
11
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyampaikan bahwa, di tengah ketidakpastian global, perekonomian Indonesia diperkirakan tetap berada pada posisi yang relatif kuat memasuki 2026. Kekuatan tersebut ditopang oleh stabilitas makro, penguatan konsumsi domestik, serta prospek komoditas yang masih konstruktif. 

Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, menjelaskan bahwa sinergi yang semakin kuat antara kebijakan fiskal dan moneter, potensi penguatan rupiah, serta dorongan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fondasi utama bagi sentimen pasar dan pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan.  

“Sektor komoditas khususnya emas, batu bara, dan nikel diproyeksikan tetap memainkan peran strategis dalam menopang kinerja eksternal Indonesia dan memberikan peluang investasi bagi pelaku pasar,” ujar Rully pada Media Day, Kamis (4/12) di Jakarta. 

Berdasarkan proyeksi Mirae Asset, ekonomi nasional diperkirakan tumbuh 5,3% pada 2026 dan 5,4% pada 2027, dengan inflasi stabil di kisaran 2,5%. Nilai tukar rupiah juga diproyeksikan menguat menuju Rp16.500 per dolar AS pada akhir 2026, seiring melemahnya indeks DXY dan membaiknya koordinasi kebijakan fiskal moneter.  

Rully menambahkan bahwa kondisi global pada 2026 akan ditandai oleh perlambatan ekonomi Tiongkok, meningkatnya proteksionisme Amerika Serikat, serta berlanjutnya siklus pemangkasan suku bunga di negara maju. Meski demikian, Indonesia dinilai tetap resilien karena ekspor komoditas utama termasuk emas, batu bara, dan ferroalloys masih menunjukkan ketahanan permintaan.  

Farras Farhan, Senior Research Analyst Mirae Asset, memaparkan bahwa 2026 akan menjadi tahun dengan divergensi yang sangat jelas antara komoditas utama.

Farras menjelaskan bahwa emas diperkirakan tetap menjadi aset unggulan, dengan harga yang berpotensi bertahan di atas USD4.000 per ons, ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, permintaan bank sentral global yang terus meningkat, serta pemulihan arus masuk ETF. 

“Emas menjadi aset yang paling defensif dan atraktif tahun depan, sementara batu bara tetap solid dari sisi arus kas dan nikel menghadapi proses penyesuaian pasar yang panjang,” jelas Farras. 

ANTM dan BRMS diproyeksikan mendapat manfaat dari harga emas yang tetap tinggi. Untuk batu bara, ADRO dan ADMR dinilai solid berkat arus kas kuat dan penguatan hilirisasi, termasuk proyek aluminium hijau ADMR. Sementara itu, NCKL dipandang menarik di segmen nikel melalui integrasi rantai pasok, dan AADI dinilai prospektif sebagai emiten berorientasi dividen. 

Selain komoditas, Mirae Asset juga melihat prospek positif pada sektor konsumsi, telekomunikasi, dan infrastruktur digital. Perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan meningkatkan permintaan protein dan produk Fast-Moving Consumer Goods FMCG, sementara tren penurunan suku bunga membuka peluang re-rating pada sektor menara telekomunikasi dan jaringan fiber. * (Syam)

Post Views336 Views
Tags: InvestorMirae AssetOJKPasar ModalPasar SahamSekuritasThe Fed

Related Posts

Rupiah Tembus Rp18.100, IHSG Kembali Tertekan, Mirae Asset Waspadai Likuiditas dan Margin Bank
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp18.100, IHSG Kembali Tertekan, Mirae Asset Waspadai Likuiditas dan Margin Bank

by Pratama
Rabu, 28 Oktober 2026
11
Rupiah Ambruk, Asing Lepas Saham Lebih dari Rp2 Triliun, Pemulihan IHSG Kian Terancam
Ekonomi

Rupiah Ambruk, Asing Lepas Saham Lebih dari Rp2 Triliun, Pemulihan IHSG Kian Terancam

by Wahyu
Selasa, 27 Oktober 2026
12

RECOMMENDED

Chery Gempur Pasar SUV Keluarga: TIGGO X7 Sanggup Terjang Genangan 700 mm, TIGGO 7 Andalkan 20+ Fitur Keselamatan

Chery Gempur Pasar SUV Keluarga: TIGGO X7 Sanggup Terjang Genangan 700 mm, TIGGO 7 Andalkan 20+ Fitur Keselamatan

30 Oktober 2026
3
LEPAS Pamer Taring di Jakarta Fashion Week 2027, Dunia Otomotif dan Fashion Adu Gengsi, L8 PHEV hingga E4 EV Jadi Sorotan

LEPAS Pamer Taring di Jakarta Fashion Week 2027, Dunia Otomotif dan Fashion Adu Gengsi, L8 PHEV hingga E4 EV Jadi Sorotan

30 Oktober 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM