Jakarta, Mediaprofesi.id – The Fed sesuai ekspektasi memangkas suku bunga kebijakan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25bps dari 4% menjadi 3,75%. Namun demikian apa yang dilakukan oleh the Fed adalah apa yang disebut “hawkish cut”, dimana mereka melakukan pemangkasan suku bunga secara terbatas, sebesar 25bps, namun mensinyalkan akan pemangkasan yang lebih terbatas.
“The Fed merilis “dot plot” yang mengindikasikan akan pemangkasan hanya sebanyak 1 kali pada tahun 2026. Sebelumnya pasar memprediksi akan adanya pemangkasan yang lebih banyak tahun depan, setidaknya 2 kali atau lebih,” ujar Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset dalam siaran persnya kepada redaksi Mediaprofesi.id pagi ini, Kamis (11/12/2025) di Jakarta.
Rully mengungkapkan, dot plot tersebut menunjukkan bahwa Fed memang mulai memasuki fase pelonggaran, tetapi dengan jalur pemangkasan yang sangat dangkal dan sarat ketidakpastian.
Ini konsisten dengan narasi bahwa suku bunga akan bertahan “lebih tinggi untuk lebih lama”, meskipun level nominalnya perlahan turun. Fed menilai inflasi turun sangat bertahap dan/atau risk balance terhadap inflasi masih condong ke atas, sehingga tidak justify siklus easing agresif.
Menurut kami, hal ini dalam jangka pendek dan menengah berpotensi menyebabkan Dollar tetap kuat dan imbal hasil US treasuries (UST) akan tetap tinggi. Perkembangan ini akan mempengaruhi Rupiah dan BI, sesuai ekspektasi kami, akan mempertahankan BI rate pada 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) tanggal 16-17 Desember mendatang. * (Syam/Pra)





