Jakarta, Mediaprofesi.id – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) kembali menyelenggarakan pameran fotografi terbesar sejak mata kuliah fotografi diperkenalkan. Mengangkat tajuk “Kreativitas Tanpa Batas dalam Lensa”.
Pameran yang memasuki tahun kelima ini menampilkan sebanyak 549 hasil karya mahasiswa dari tiga kampus (Tanjung Duren, Green Ville, dan Cibubur) berupa karya visual terbaik mereka dalam pameran yang digelar serentak pada 19–20 Desember 2025.

“Peningkatan jumlah peserta yang signifikan ini terjadi setelah diberlakukannya perubahan kurikulum. Pada semester ganjil 2025–2026, Mata Kuliah Fotografi Visual dan Konten kini diikuti oleh mahasiswa semester 3 dan 5 sekaligus, sehingga jumlah keseluruhan peserta mencapai hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” ujar Anna Nurjanah, S.I.Kom., M.A. – Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi pada acara jumpa pers usai acara pembukaan di Kampus Universitas Dian Nusantara (Undira) Tanjung Duren, Jakarta Barat, hari Jumat (19/12/2025).
Lebih lanjut Anna menjelaskan, untuk memastikan kualitas penyajian dan apresiasi yang merata, Undira memutuskan membagi penyelenggaraan pameran di dua lokasi utama: Kampus Tanjung Duren (menaungi mahasiswa Tanjung Duren dan Green Ville) serta Kampus Cibubur.

Kampus Tanjung Duren & Green Ville: Fokus Etika Visual dan Jurnalisme
Pameran utama di Aula Kampus Tanjung Duren menghadirkan ratusan karya yang mengangkat isu-isu human interest, dinamika sosial, hingga eksplorasi berbagai sudut pandang kreatif mahasiswa. Selain pameran foto, kegiatan ini juga dirangkai dengan diskusi bertema Etika Fotografi Jurnalistik di Era Digital.
Ketua Pelaksana Pameran Tanjung Duren sekaligus Dosen Koordinator Mata Kuliah Fotografi Visual dan Konten, Suswinda Ningsih, M.I.Kom, menjelaskan bahwa perubahan kurikulum menjadi faktor utama melonjaknya jumlah peserta.

“Semester ini jumlah mahasiswa mencapai 549 orang karena mata kuliah Fotografi Visual dan Konten kini diikuti oleh dua angkatan sekaligus. Untuk memastikan seluruh karya mendapatkan ruang apresiasi yang layak, kami membagi pameran menjadi dua lokasi. Mahasiswa Tanjung Duren dan Green Ville bergabung di sini, sementara Cibubur menggelar pameran mandiri,” ujar Suswinda.
Ia menegaskan bahwa pameran ini lebih dari sekadar ajang menampilkan karya, tetapi juga merupakan proses pembelajaran yang menuntut mahasiswa memahami teknik fotografi, etika visual, dan kemampuan bercerita melalui gambar.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memotret, tetapi juga membaca realitas sosial dan menerjemahkannya menjadi visual yang empatik. Di titik ini, kreativitas mereka benar-benar diuji,” tambahnya.

Kampus Cibubur: Nuansa Tematik “Pasar Rakyat Fotografi”
Kampus Cibubur menampilkan pendekatan yang lebih tematik melalui pameran bertema “Pasar Rakyat Fotografi”. Di bawah kepemimpinan Ketua Pelaksana Dani Siswardani Wahjono, M.I.Kom, kegiatan di Cibubur menggabungkan pameran foto, bazar, seminar, dan pemutaran film pendek, menciptakan suasana yang lebih meriah dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Konsep ini memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, sekaligus memperluas interaksi kreatif antara mahasiswa, pengunjung, dan komunitas lokal, sesuai dengan semangat pameran yang terbuka dan partisipatif.

Perayaan Kreativitas dan Kompetensi Visual Mahasiswa
Pameran fotografi Undira tahun ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas mahasiswa terus berkembang seiring dinamika akademik. Ratusan karya yang dipamerkan merepresentasikan cara generasi muda membaca fenomena sosial, membangun kepekaan visual, dan mengekspresikan gagasan mereka melalui cerita dalam gambar.
Penyelenggaraan serentak di dua kampus tidak hanya menunjukkan skala kegiatan yang semakin besar, tetapi juga menegaskan komitmen Undira dalam menyediakan ruang berkarya, bereksperimen, dan mengembangkan kompetensi visual yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini.
Pameran fotografi hasil jepretan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara ini terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya. Seluruh elemen masyarakat dan juga para kurator foto serta pegiat fotografi bisa langsung datang menyaksikan. * (Syam)





