Jakarta, Mediaprofesi.id – Gim Indonesia terungkap memiliki potensi pasar sangat besar. Hal ini terlihat nilai pasar gim nasional diperkirakan mencapai USD 2,5 miliar. Berdasarkan data Agate Whitepaper pada 2025, Indonesia menempati posisi ketiga terbesar di dunia dari sisi jumlah unduhan gim, serta memiliki lebih dari 192 juta pemain gim (gamer) atau sekitar 43 persen dari total pemain gim di Asia Tenggara.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri saat membuka kegiatan Lapak Gaming Battle Arena Series 3 di Jakarta, seperti yang disampaikan dalam keterangan persnya Minggu (25/1/2026).
”Namun demikian potensi pasar gim yang besar tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh pengembang gim nasional. Saat ini, nilai pasar gim asing di Indonesia masih relatif lebih besar dibandingkan gim local,” ujar Wamemdag Roro.
Lebih lanjut Wamendag Roro menjelaskan, tantangan yang dihadapi pengembang gim nasional bukan terletak pada kualitas maupun kreativitas produk, melainkan pada keterbatasan akses terhadap etalase digital, visibilitas, distribusi, serta pengembangan mekanisme monetisasi yang selaras dengan karakter konsumen Indonesia.
“Oleh karena itu, diperlukan pembangunan jalur monetisasi yang konkrit dan inklusif bagi pengembang gim lokal agar dapat menjembatani antusiasme konsumen dengan transaksi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pada kesempatan itu Wamendag Roro mengemukakan gim dalam konteks perdagangan merupakan komoditas kreatif yang mampu menggerakkan berbagai subsektor ekonomi, sekaligus membuka peluang ekspor berbasis kekayaan intelektual Indonesia.
”Gim sebagai komoditas kreatif yang mampu menggerakkan berbagai subsektor ekonomi, sekaligus membuka peluang ekspor berbasis kekayaan intelektual Indonesia. Untuk itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen untuk terus mendukung industri gim nasional,” ujar Wamemdag Roro.
Lanjut Wamemdag Roro keseriusan dukungan Kemendag ini diwujudkan melalui berbagai penguatan akses pasar, baik di dalam negeri, seperti kampanye Ayo Hari Game Indonesia (Hargai) pada 2024, Indonesian Games Week dan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 2025, maupun perluasan ke pasar internasional melalui perwakilan perdagangan RI di berbagai negara.
”Dukungan lain akses pasar bagi gim nasional yang dilakukan kemendag, yaitu melalui penyediaan pasar khusus (captive market) serta sinergi promosi lintas kementerian dan platform,” tutur Wamemdag Roro.
Wamendag Roro menambahkan, gim merupakan sumber kekayaan intelektual yang memiliki rantai nilai ekonomi panjang. Monetisasi industri gim tidak berhenti pada penjualan gim atau isi ulang (top up), tetapi juga mencakup dagangan pendukung (merchandise), komik, animasi, hingga kolaborasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ritel.

Adapun kegiatan seperti Lapak Gaming Battle Arena Series 3 ini menurut. Wamemdag Roro, memiliki peran strategis dalam membangun infrastruktur pasar bagi gim lokal. Karena itu kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi pengembang gim nasional untuk memperluas jejaring, meningkatkan eksposur produk, serta memperkuat koneksi antara kreator, platform, dan konsumen.
”Ke depan, tugas kita bersama bukan hanya menciptakan gim yang berkualitas, tetapi memastikan potensi pasar yang besar ini benar-benar terkonversi menjadi nilai ekonomi bagi pengembang gim nasional. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis industri dan ekosistem gim Indonesia akan tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global,” pungkas Wamendag Roro.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Lapak Gaming Battle Arena Series 3 sebagai ruang temu dan kolaborasi ekosistem gim nasional.
Neil El. Hitam kegiatan Lapak Gaming Battle Arena Series 3 menilai kegiatan ini mencerminkan ekosistem gim Indonesia yang dinamis serta mendorong peningkatan apresiasi masyarakat terhadap gim buatan dalam negeri.
”Upaya fasilitasi juga dilakukan melalui kehadiran Booth Games from Indonesia yang menampilkan 12 gim lokal hasil kurasi bersama sebagai sarana promosi gim buatan pengembang Indonesia langsung kepada komunitas gamer,” kata Neil.
Sementara dari sisi penyelenggara, Direktur BUKA Group Victor Putra Lesmana menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri gim nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
”Melalui kegiatan ini, kami di BUKA Group berupaya menghadirkan wadah kolaboratif bagi pelaku ekosistem, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi talenta muda Indonesia di sektor gim dan ekonomi kreatif,” ucap dia.
Ditemui di lokasi acara, perwakilan dari Game Dev Jakarta Jouza Muhammad Akbar Pahlawan menyambut positif dukungan pemerintah dan platform digital dalam memperkuat ekosistem industri gim.
Dirinya berharap dukungan tersebut tidak hanya terbatas pada aspek pembiayaan, tetapi juga dapat berupa penyediaan fasilitas, ruang promosi, hingga kebijakan yang mendorong pertumbuhan pengembang gim lokal secara berkelanjutan.
Pada kesempatan ini, Wamendag Roro didampingi Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Kemendag Dwinanto Rumpoko. Turut hadir CEO Gaming BUKA Group Prasetya Setiawan dan Ketua Umum AGI Shafiq Husein. * (Syam/Lisas)





