MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 18 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 18 Agustus 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Sosialita

Samsung Innovation Campus Batch 7 Umumkan Dua Tim Terbaik Pengembang Solusi AI dan IoT untuk Talenta Digital Indonesia

Pratama by Pratama
Minggu, 22 Februari 2026
in Sosialita
Samsung Innovation Campus Batch 7 Umumkan Dua Tim Terbaik Pengembang Solusi AI dan IoT untuk Talenta Digital Indonesia
24
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Samsung Electronics Indonesia resmi mengumumkan dua tim terbaik dari masing-masing kategori peserta dalam program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 pada Culmination Event yang digelar pada 16 Februari 2026.

Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru, Riau dan Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana Kota Salatiga, Jawa Tengah terpilih menjadi tim terbaik pertama setelah melalui rangkaian pembelajaran, mentoring, dan proses seleksi nasional yang ketat.

Pada babak Final Judging, para finalis mempresentasikan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan  Internet of Things (IoT) yang diangkat dari permasalahan nyata di sekitar mereka. Kriteria penilaian dari para juri dilakukan berdasarkan presentasi dan penyampaian ide, kesesuaian masalah dan solusi, demonstrasi prototipe, Integrasi AI dan IoT, pemahaman teknis selama tanya jawab dengan juri serta inovasi dan potensi masa depan.

Pada SIC Batch 7 ini Samsung didukung oleh dewan juri yang terhormat yang terdiri dari bermacam-macam institusi, baik dari Kementerian Agama RI, Kemedikdasmen, Kemendikti, Samsung R&D Institute Indonesia dan partner industri lainnya. Hal ini juga menegaskan komitmen Samsung dalam mendukung pengembangan talenta digital Indonesia, dengan menyediakan pembelajaran teknologi yang terstruktur juga dengan menghadirkan dewan juri professional yang ahli di bidangnya.

Momentum ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan talenta teknologi nasional. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 600.000 talenta digital per tahun untuk mendukung percepatan transformasi digital, menjadikan penguatan kompetensi AI dan IoT sebagai kebutuhan strategis bangsa.

Menguji Relevansi dan Dampak Solusi

Kedua tim terbaik menunjukkan tidak hanya kecanggihan teknologi, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap masalah yang ingin diselesaikan. Melalui pendekatan project-based learning, peserta membangun solusi yang aplikatif, teruji, dan berorientasi pada dampak nyata.

Dua solusi terbaik tahun ini memperlihatkan bagaimana AI dan IoT dapat diterapkan secara kontekstual untuk menjawab tantangan masyarakat. Alex, Personal AI Assistant berbasis IoT yang dikembangkan oleh Tim Lumyx – The Best Team Pertama dari Kategori Siswa, dirancang sebagai learning companion sekaligus asisten personal dengan interaksi yang natural. Tidak hanya merespons perintah, Alex mampu mendengarkan secara real-time, merangkum informasi, serta membangun memori personal pengguna secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemrosesan audio-visual serta machine learning berbasis edge dan server, Alex menghadirkan pengalaman interaksi yang lebih kontekstual tanpa memerlukan aplikasi yang kompleks.

Sementara itu, PhysioTrack dari Tim Outliers  – The Best Team Pertama dari Kategori Mahasiswa menghadirkan solusi rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT yang memungkinkan pasien menjalani terapi dari rumah secara lebih terukur dan tetap terpantau oleh terapis. Melalui integrasi sensor IoT, sistem ini mengumpulkan data latihan dan indikator fisiologis yang kemudian dianalisis oleh model AI untuk menghasilkan status risiko serta rekomendasi berbasis data. Pendekatan ini meningkatkan akses terapi sekaligus menjaga kualitas pemantauan klinis.

Pengalaman Transformasional Peserta

Bagi kedua tim terbaik, perjalanan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan proses pembelajaran yang membentuk cara pandang mereka terhadap teknologi sebagai solusi.

“Kami melihat banyak pasien kesulitan menjalani terapi rutin. Melalui integrasi AI dan IoT, kami ingin menghadirkan sistem yang membantu pasien berlatih dari rumah, namun tetap terhubung dengan terapis melalui data yang terukur.” ujar Gaezka Ardhika Putra, perwakilan Tim Outliers.

Sementara itu, Davin Loana, perwakilan Tim Lumyx pengembang Alex Your Truly Personal AI, menambahkan, “Kami ingin menciptakan AI yang tidak hanya menjawab perintah, tetapi benar-benar memahami konteks dan kebutuhan penggunanya. Proses iterasi dan debugging justru menjadi pengalaman belajar terbesar bagi kami.”

Keduanya sepakat bahwa pendekatan project-based learning memberi ruang untuk bereksperimen dan menyempurnakan solusi hingga siap dipresentasikan secara nasional.

Sejalan dengan Agenda Transformasi Digital Nasional

Transformasi digital merupakan perjalanan nyata yang terus didorong pemerintah melalui penguatan literasi dan kompetensi digital generasi muda.

“Pembelajaran yang baik harus menghadirkan tiga aspek: mindful, meaningful, dan joyful. Siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga merasakan makna dalam proses belajar. Kami melihat pendekatan ini tercermin dalam SIC. Penetapan coding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan yang berdiri sendiri juga sejalan dengan upaya memperkuat literasi digital dan menyiapkan talenta muda yang siap menghadapi masa depan,” ujar Ir. Moch. Abduh, MS. Ed., Ph.D., Tenaga Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Drs Soeparto, M.Pd., Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, menambahkan, “Para peserta bukan sekadar kontestan, tetapi pionir muda yang merancang masa depan melalui inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pengembangan talenta digital tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Kolaborasi dengan industri, seperti Samsung melalui SIC, sangat penting untuk memperkuat ekosistem digital nasional. Saya berharap para pemenang terus mengembangkan prototipe mereka karena potensinya sangat besar untuk membawa dampak nyata.”

Sejalan dengan arah tersebut, SIC hadir sebagai ruang bertumbuh bagi generasi muda Indonesia. Dengan pendampingan guru dan dosen, pembelajaran ini menciptakan efek pengganda, memperkuat literasi AI di sekolah dan kampus, serta menumbuhkan ekosistem inovasi yang lebih luas.

Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia, menyampaikan, “Samsung Innovation Campus tidak hanya tentang pembelajaran teknologi, tetapi tentang membuka peluang. Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses, bimbingan, dan kepercayaan. Kami mengucapkan selamat kepada tim terbaik atas pencapaian luar biasa ini. Pencapaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan sepanjang program.”

Culmination Event SIC Batch 7 menjadi simbol bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu memperkecil jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri digital. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi membangun prototipe yang relevan dan siap dikembangkan lebih lanjut. Sejalan dengan visi global “Enabling People”, SIC terus mendorong generasi muda Indonesia untuk berani berinovasi, mengasah kemampuan teknologi, dan berkontribusi dalam membangun masa depan berbasis AI. * (Syam/Pra)

Post Views208 Views
Tags: artificial intelligence (AI)Internet of Things (IoT)Samsung Electronics IndonesiaSamsung Innovation Campus (SIC) Batch 7SMA Darma Yudha Kota PekanbaruTim LumyxTim OutliersUniversitas Kristen Satya Wacana Kota Salatiga

Related Posts

Samsung Buka Pelatihan AI Gratis, Siswa dan Mahasiswa Bisa Daftar hingga 18 Agustus
Teknologi

Samsung Buka Pelatihan AI Gratis, Siswa dan Mahasiswa Bisa Daftar hingga 18 Agustus

by Wahyu
Kamis, 23 Juli 2026
61
Samsung Galaxy A27 5G Meluncur, HP Rp5 Jutaan Ini Janjikan Update hingga 2032
Teknologi

Samsung Galaxy A27 5G Meluncur, HP Rp5 Jutaan Ini Janjikan Update hingga 2032

by Wahyu
Senin, 20 Juli 2026
23

RECOMMENDED

Usai GIIAS 2026, DFSK E5 Plus Mulai Serbu Pasar Sumatera

Usai GIIAS 2026, DFSK E5 Plus Mulai Serbu Pasar Sumatera

18 Agustus 2026
4
16 Serangan Siber Tiap Detik Mengincar Indonesia, Ini Target Utamanya

16 Serangan Siber Tiap Detik Mengincar Indonesia, Ini Target Utamanya

18 Agustus 2026
11

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    384 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    354 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    352 shares
    Share 141 Tweet 88
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM