MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Red Hat OpenShift Kini Tersedia di Konsol Google Cloud

Wahyu by Wahyu
Rabu, 1 April 2026
in Teknologi
Red Hat OpenShift Kini Tersedia di Konsol Google Cloud
15
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Red Hat, penyedia solusi open source terkemuka dunia, baru-baru ini mengumumkan perluasan kolaborasinya dengan Google Cloud untuk membantu organisasi mempercepat modernisasi aplikasi dan migrasi ke cloud.

Perluasan kolaborasi ini menghadirkan Red Hat OpenShift langsung di konsol Google Cloud, integrasi yang lebih dalam dengan berbagai layanan Google Cloud, serta menandai ketersediaan umum Red Hat OpenShift Virtualization pada Red Hat OpenShift Dedicated on Google Cloud.

Pengumuman ini menegaskan kembali komitmen bersama kedua perusahaan dalam menghadirkan platform aplikasi yang komprehensif, sehingga enterprise dapat dengan percaya diri membangun, mengimplementasikan, mengelola dan meningkatkan skala aplikasi berbasis kontainer, virtualisasi, maupun AI, di Google Cloud.

Mike Barrett, vice president dan general manager, Hybrid Cloud Platforms, Red Hat mengatakan, Visi hybrid cloud Red Hat dibangun di atas konsistensi, kemampuan untuk menjalankan berbagai beban kerja, di mana saja, dengan model operasional yang sama.

“Kolaborasi yang diperluas dengan Google Cloud ini semakin memberdayakan organisasi melalui kemampuan cloud-native yang komprehensif dari Red Hat OpenShift, baik untuk mempercepat pengembangan aplikasi, maupun menyederhanakan proses migrasi ke cloud. Red Hat dan Google bersama-sama menghadirkan jalur yang jelas dan terpadu bagi organisasi untuk memodernisasi seluruh portofolio aplikasi mereka, sekaligus membantu mengelola VM tradisional dan aplikasi berbasis kontainer dalam satu platform,” tambahnya.

Nirav Mehta, vice president, Product Management – Google Cloud Compute Platform, Google Cloud menyatakan, “Pelanggan kami terus mencari cara untuk menyederhanakan infrastruktur mereka sekaligus mempercepat inovasi tanpa mengorbankan performa. Kami senang dapat memperdalam kolaborasi dengan Red Hat untuk menghadirkan OpenShift on Google Cloud. Kini pelanggan memiliki jalur yang lebih mulus untuk menjalankan beban kerja virtualisasi maupun yang berbasis kontainer secara konsisten di atas infrastruktur global Google Cloud yang aman dan berperforma tinggi.”

Pelanggan juga dapat beroperasi dengan keyakinan bahwa Red Hat dan Google berkomitmen penuh terhadap kinerja, keamanan, serta keberhasilan terus menerus dari aplikasi yang berjalan di Red Hat OpenShift di Google Cloud.

Peningkatan fleksibilitas untuk beban kerja di Google Cloud

Red Hat OpenShift kini tersedia langsung di dalam konsol Google Cloud. Hal ini memudahkan pelanggan untuk menemukan solusi yang tepat dalam menjalankan berbagai beban kerja mereka di Google Cloud, sekaligus menghadirkan pengalaman onboarding yang lebih mulus. Manfaat utamanya meliputi:

  • Onboarding lebih sederhana: Pengguna Red Hat OpenShift Dedicated kini dapat secara langsung memvalidasi berbagai prasyarat di Google Cloud sebelum beralih ke alur provisioning (penyediaan) klaster yang dipandu melalui Red Hat Hybrid Cloud Console.
  • Penagihan dan pengadaan yang terpadu: Organisasi bisa memanfaatkan skema harga yang fleksibel pay-as-you-go melalui Google Cloud Marketplace, di mana biaya langganan Red Hat OpenShift dapat diperhitungkan sebagai bagian dari komitmen belanja mereka di Google Cloud.
  • Integrasi layanan native: Pengguna Red Hat OpenShift kini dapat memaksimalkan integrasi native Google melalui kolaborasi yang dirancang dan didukung bersama dengan berbagai layanan penting seperti Google Cloud Secret Manager, Certificate Authority Service, serta Workload Identity Federation, dan lainnya.

Modernisasi Infrastruktur dengan Red Hat OpenShift Virtualization

Di tengah meningkatnya biaya dan kompleksitas, organisasi membutuhkan solusi yang memungkinkan mereka memindahkan beban kerja sekarang, sekaligus melakukan modernisasi secara bertahap sesuai dengan ritme masing-masing.

Red Hat OpenShift Virtualization, kemampuan bawaan dari Red Hat OpenShift, menjembatani kesenjangan antara infrastruktur lama dan inovasi modern dengan menyatukan virtual machine (VM) tradisional dengan kontainer dan serverless workload (beban kerja yang dikelola tanpa server) dalam satu platform Kubernetes yang konsisten. Hasilnya, pengguna cukup mengandalkan satu interface (antarmuka), satu toolset, dan satu standar operasional untuk mengelola seluruh beban kerja secara terpadu.

Tersedia di bare metal instances Google Cloud C3, Red Hat OpenShift Virtualization memberikan akses langsung ke sumber daya CPU dan memori bagi organisasi, terutama untuk beban kerja yang sensitif terhadap performa dan memiliki keterbatasan lisensi. Pendekatan ini membantu mendukung proses modernisasi sekaligus menjaga performa yang tetap konsisten dan terprediksi di lingkungan cloud, sehingga memungkinkan organisasi untuk mencapai:

  • Modernisasi yang lebih cepat: Red Hat OpenShift Dedicated on Google Cloud menghadirkan proses pengembangan aplikasi modern dan tool untuk VM, memungkinkan organisasi untuk mempercepat modernisasi aplikasi berbasis VM sesuai dengan ritme mereka sendiri.
  • Manajemen yang konsisten di seluruh lingkungan hybrid: Dengan model operasional yang terpadu, tim IT dapat mengelola VM dan kontainer secara konsisten di lingkungan on-premise, cloud dan edge, yang meningkatkan efisiensi dan memberikan fleksibilitas.
  • Migrasi yang sederhana: Organisasi memiliki fleksibilitas untuk beralih dari virtualisasi tradisional dengan downtime yang minimal menggunakan tool seperti toolkit migrasi untuk virtualisasi dan Red Hat Ansible Automation Platform, sehingga mereka lebih mudah untuk transisi ke penawaran yang lebih modern dengan fleksibilitas membawa beban kerja ini ke pendekatan hybrid yang lebih konsisten melalui OpenShift dan Google Cloud.
  • Skalabilitas dan keandalan yang ditingkatkan: Red Hat OpenShift Dedicated on Google Cloud memungkinkan organisasi memperoleh performa yang lebih terprediksi, elastic scaling, serta perjanjian layanan (SLA) yang lebih kuat, didukung oleh platform aplikasi yang komprehensif dan infrastruktur yang sangat skalabel.

Red Hat OpenShift Dedicated on Google Cloud merupakan platform aplikasi yang fully managed (sepenuhnya dikelola) yang memungkinkan pelanggan fokus untuk membangun dan menskalakan aplikasi yang mendukung core bisnis mereka. Dukungan dari Global Site Reliability Engineers serta otomatisasi bawaan membantu mengurangi beban operasional sekaligus meningkatkan efisiensi.

Untuk mengalami langsung kapabilitas baru tersebut dan mempercepat proses modernisasi, organisasi bisa mengeksplorasi Red Hat OpenShift secara langsung di konsol Google Cloud. Selain itu, organisasi juga bisa memulai perjalanan modernisasi mereka sesuai dengan ritme mereka dengan Red Hat OpenShift Virtualization di Red Hat OpenShift Dedicated on Google Cloud. * (Syam/Wah)

Post Views48 Views
Tags: Google CloudRed Hat AIRed Hat Hybrid Cloud ConsoleRed Hat OpenShiftRed Hat OpenShift Dedicated

Related Posts

Red Hat Luncurkan Red Hat AI Enterprise, Platform AI Terpadu yang Meliputi Infrastruktur hingga Agen
Teknologi

Red Hat Luncurkan Red Hat AI Enterprise, Platform AI Terpadu yang Meliputi Infrastruktur hingga Agen

by Syamhudi
Kamis, 5 Maret 2026
12
Lima Kekuatan yang Membentuk Masa Depan AI di Asia Pasifik Tahun 2026
Teknologi

Lima Kekuatan yang Membentuk Masa Depan AI di Asia Pasifik Tahun 2026

by Syamhudi
Jumat, 6 Februari 2026
9

RECOMMENDED

Hyundai Perkenalkan Premium Courtesy Car Program Sebagai Layanan Mobil Pengganti

Hyundai Perkenalkan Premium Courtesy Car Program Sebagai Layanan Mobil Pengganti

17 April 2026
10
iCAR V23 Gabungkan Intelligent Driving System Melalui Dukungan Qualcomm Snapdragon

iCAR V23 Gabungkan Intelligent Driving System Melalui Dukungan Qualcomm Snapdragon

17 April 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM