Jakarta, Mediaprofesi.id – Di tengah derasnya transformasi digital, ancaman siber kini datang tanpa permisi. Bukan cuma perusahaan besar, usaha kecil dan menengah (UKM) pun makin rentan jadi sasaran.
Melihat situasi itu, PT FPT Metrodata Indonesia (FMI) bersama HP Indonesia resmi meluncurkan SecBox, solusi keamanan siber terintegrasi yang dirancang lebih praktis, efisien, dan mudah digunakan.
SecBox hadir sebagai “kotak pengaman digital” yang membantu perusahaan memantau ancaman siber secara real-time tanpa harus repot membangun sistem keamanan mahal dan rumit sendiri. Solusi ini juga menjadi jawaban bagi banyak perusahaan yang selama ini kewalahan mengelola berbagai tools keamanan yang berjalan terpisah.
Peluncuran SecBox dilakukan di saat ancaman siber di Indonesia terus melonjak. Bahkan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lebih dari 1,52 miliar insiden siber hanya dalam periode Januari hingga pertengahan April tahun ini. Angka yang bikin banyak pelaku bisnis mulai sadar bahwa keamanan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama.
Dalam pengembangannya, FMI menggandeng PT Mitra Integrasi Informatika (MII) sebagai integrator teknologi. Sementara HP Indonesia memperkuat sistem melalui HP Wolf Security yang memberikan perlindungan endpoint dari sisi hardware, software, hingga services.
Teknologi ini dirancang untuk membantu perusahaan mengurangi beban alert keamanan yang sering membingungkan tim IT, sekaligus mempercepat deteksi dan penanganan ancaman digital sebelum berdampak lebih besar.
“Transformasi digital harus diimbangi kesiapan keamanan siber yang memadai. Namun banyak organisasi masih menghadapi tantangan biaya, sumber daya, dan kompleksitas implementasi keamanan. Melalui SecBox, kami ingin memastikan setiap organisasi di Indonesia, apa pun skalanya, memiliki akses terhadap keamanan digital yang tangguh,” ujar Presiden Direktur FMI, Edwin Putraoetama Octosa.
Hal senada disampaikan Presiden Direktur HP Indonesia, Juliana Cen. Menurutnya, ancaman berbasis AI membuat serangan siber kini bergerak jauh lebih cepat dan sulit dideteksi.
“Bagi UKM, satu insiden siber saja bisa berdampak sangat serius secara finansial. Lewat kolaborasi ini, HP ingin menghadirkan perlindungan endpoint yang lebih kuat, mudah diakses, dan lebih sederhana untuk dikelola,” jelas Juliana.
SecBox sendiri mengusung konsep unified security operations, yakni mengintegrasikan berbagai sistem keamanan dalam satu dashboard terpusat. Mulai dari Endpoint Detection and Response (EDR), SIEM/XDR, threat monitoring, log analytics, hingga layanan Security Operations Center (SOC) monitoring 24×7.
Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa mendapatkan visibilitas keamanan yang lebih menyeluruh tanpa harus membangun infrastruktur SOC sendiri yang biasanya membutuhkan investasi besar.
Tak hanya itu, SecBox juga dirancang fleksibel sehingga implementasinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kesiapan masing-masing perusahaan. Solusi ini bahkan mendukung kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) melalui pengelolaan keamanan yang lebih terpusat.
Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk, Susanto Djaja, menegaskan bahwa keamanan siber kini sudah menjadi bagian penting dari strategi bisnis modern.
“Kolaborasi FMI, MII, dan HP ini menjadi bentuk komitmen kami untuk menghadirkan solusi keamanan yang scalable, relevan, dan mampu mendukung berbagai sektor industri di Indonesia,” tutupnya. * (Syam)





