Jakarta, Mediaprofesi.id – Suasana Minggu pagi di Kolese Kanisius Jakarta, 24 Mei 2026, terasa berbeda. Bukan sekadar ajang temu alumni, Canisius College Alumni Day (CCAD) 2026 justru berubah menjadi ruang sehat yang ramai, hangat, dan penuh kepedulian.
Lewat Canisius Health Expo 2026, ribuan orang datang bukan hanya untuk memeriksakan kesehatan, tetapi juga mencari jawaban atas kegelisahan hidup modern yang makin akrab dengan penyakit kronis.
Di tengah gaya hidup serba cepat, kurang gerak, dan pola makan yang sering tak terkontrol, penyakit seperti jantung, stroke, diabetes, hingga gangguan metabolik kini tak lagi identik dengan usia lanjut. Anak muda pun mulai terdampak. Kondisi inilah yang mendorong para alumni Kanisius menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terbuka dan mudah diakses masyarakat.
“Banyak masyarakat masih kesulitan mendapatkan konsultasi dokter spesialis dan informasi kesehatan yang kredibel. Kami ingin menghadirkan ruang kesehatan yang lebih ramah dan dekat dengan masyarakat,” ujar Ketua Panitia Canisius Health Expo, dr. Sigit Dewanto.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 58 dokter spesialis turun langsung memberikan layanan konsultasi gratis di berbagai bidang, mulai dari jantung dan pembuluh darah, saraf, ortopedi, kesehatan pencernaan dan metabolik, mata, kulit, gigi, hingga kesehatan ibu dan anak. Ada pula layanan fisioterapi dan akupunktur yang disambut antusias pengunjung.
Lebih dari 1.500 orang tercatat hadir sepanjang acara. Mereka datang bukan hanya untuk memeriksakan diri, tetapi juga mengikuti talkshow edukatif tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, PhD, yang membuka acara tersebut menyoroti gaya hidup sedentary yang kini makin mengkhawatirkan.
“Kurangnya aktivitas fisik, tidur yang semakin sedikit, serta konsumsi gula, lemak, dan garam berlebih menjadi pemicu meningkatnya risiko penyakit jantung dan pembuluh darah,” ungkap Dante.
Namun Canisius Health Expo bukan hanya tentang layanan medis. Ada sisi hangat yang membuat kegiatan ini terasa lebih bermakna. Panitia juga mengadakan pemeriksaan kesehatan khusus bagi 40 guru Kolese Kanisius, sekaligus memberikan kacamata gratis kepada 160 guru aktif, guru purnabakti, rohaniwan, staf, dan tenaga pendukung sekolah.

Bagi alumni Kanisius, perhatian kepada para pendidik adalah bentuk penghormatan atas pengabdian mereka selama ini.
“Kami percaya menjaga kesehatan para pendidik berarti ikut menjaga semangat mereka dalam mendidik generasi muda,” kata Ketua Angkatan 2001 Kanisius, Wira Satria.
Canisius Health Expo menjadi bagian dari rangkaian CCAD 2026 bertema Engaging Canisian, menuju perayaan 100 tahun Kolese Kanisius pada 2027 mendatang. Sebelumnya, para alumni juga menggelar kegiatan sosial untuk penyandang multidifabel hingga program reforestasi berbasis agroforestri di kawasan Megamendung, Bogor.
Ketua Umum Panitia CCAD 2026, Rifan Oktavianus, mengatakan seluruh kegiatan tersebut lahir dari semangat “men for and with others” yang terus dijaga para alumni.
Di tengah dunia yang semakin sibuk dan individualistis, Canisius Health Expo menjadi pengingat sederhana: menjaga kesehatan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga tentang merawat sesama. * (Syam)



