Jakarta, Mediaprofesi.id – Olahraga yang dulu identik dengan budaya Amerika kini mulai menemukan tempatnya di hati anak muda Indonesia. Flag football — versi non-kontak dari American football — perlahan tumbuh menjadi komunitas olahraga baru yang penuh energi, inklusif, dan punya mimpi besar menuju panggung dunia.
Keseriusan itu terlihat saat Asosiasi American Football Indonesia (AAFI) bertemu Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, di Kantor DPD RI, Jakarta. Pertemuan ini bukan sekadar audiensi biasa, melainkan langkah strategis untuk memperkuat pengembangan flag football di berbagai daerah di Indonesia.
Hadir dalam pertemuan tersebut atlet nasional Galih Gibran dan Kepala Bidang Pembentukan Tim Nasional AAFI, Afie Panigoro. AAFI memaparkan perkembangan komunitas flag football yang kini mulai tumbuh di sejumlah kota, sekaligus membahas penguatan pembinaan daerah hingga pembentukan organisasi di tingkat provinsi.
Targetnya jelas: membangun ekosistem flag football nasional yang lebih rapi, inklusif, dan siap melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menyambut positif perkembangan olahraga ini. Menurutnya, flag football punya daya tarik kuat bagi generasi muda karena menghadirkan olahraga yang kompetitif, seru, namun tetap aman dan inklusif.
“Flag football merupakan olahraga yang menarik, inklusif, dan memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Sultan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas, daerah, dan berbagai pihak agar olahraga baru seperti flag football bisa berkembang secara berkelanjutan hingga melahirkan prestasi internasional.
Di sisi lain, Afie Panigoro mengatakan AAFI kini terus bergerak memperluas komunitas dan pembinaan di berbagai daerah. Semangat anak muda disebut menjadi bahan bakar utama perkembangan olahraga ini.
“Kami berharap dapat terus mendapatkan dukungan untuk memperkuat pembinaan, memperluas partisipasi anak muda, serta membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan,” kata Afie.
Mimpi mereka pun tak tanggung-tanggung. Selain menatap Olimpiade Los Angeles 2028, AAFI juga berharap flag football suatu hari bisa dipertandingkan di PON, SEA Games, hingga Asian Games.
Optimisme itu semakin terasa lewat pengakuan Galih Gibran. Atlet tim nasional tersebut melihat antusiasme komunitas flag football Indonesia berkembang sangat cepat.
“Saya melihat semangat komunitas flag football di berbagai daerah luar biasa. Potensi pertumbuhannya sangat besar karena banyak anak muda tertarik untuk belajar dan berkembang bersama,” ujarnya.
Prestasi Indonesia pun mulai berbicara. Tim nasional putra kini menempati peringkat 4 Asia-Oceania, sementara tim putri berada di posisi 5 kawasan Asia-Oceania. Bahkan di ajang Hero Bowl di Wuhan, Tiongkok, Indonesia sukses meraih juara pertama kategori co-ed competition.
Dengan status flag football sebagai cabang resmi Olimpiade Los Angeles 2028, peluang Indonesia untuk ikut bersaing di panggung dunia kini bukan lagi sekadar mimpi. * (Syam)



