Jakarta, Mediaprofesi.id – PT United Tractors Tbk (UT) kembali menorehkan prestasi, kali ini di bidang pendidikan. Perusahaan ini menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia atas kontribusinya dalam memperkuat pendidikan vokasi melalui program Sekolah Binaan United Tractors (SOBAT).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang digelar di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta. Pengakuan ini menjadi bukti nyata komitmen UT dalam membantu mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan dunia industri.
Dalam ajang tersebut, UT meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Apresiasi Industri Berdedikasi: Industri Penggerak SMK Binaan (Berkelanjutan) serta Apresiasi Mitra Pendukung Ajang Talenta Pusat Prestasi Nasional pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).

Penghargaan diterima langsung oleh Head of Corporate Communications and Sustainability Division UT, Dianwahyu Sri Purnomo. Acara ini juga dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Ir. Suharti, M.A., Ph.D.
Menurut Dianwahyu, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi UT untuk terus menghadirkan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi United Tractors. Melalui program SOBAT, kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi agar mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan,” ujarnya.
Program SOBAT sendiri telah menjadi salah satu inisiatif unggulan UT dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui program ini, perusahaan tidak hanya membantu meningkatkan kompetensi siswa, tetapi juga mendukung pengembangan tenaga pendidik dan sekolah agar lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja modern.
Berbagai program dijalankan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan guru, peningkatan keterampilan siswa, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, hingga penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lulusan sekolah vokasi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Apresiasi dari pemerintah ini semakin mempertegas peran UT sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan nasional. Ke depan, perusahaan berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing.
Melalui sinergi tersebut, UT berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki keterampilan unggul, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. * (Syam)





