MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Bitcoin Turun Tajam, Samuel Kripto Prediksi Titik Terendah Bisa Terjadi September–November 2026

Syamhudi by Syamhudi
Sabtu, 6 Juni 2026
in Ekonomi
Bitcoin Turun Tajam, Samuel Kripto Prediksi Titik Terendah Bisa Terjadi September–November 2026
1
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Harga Bitcoin telah terkoreksi hampir 50 persen dari level tertingginya di kisaran US$124.000 menjadi sekitar US$63.000. Namun di tengah pelemahan tersebut, investor justru diminta tidak terburu-buru masuk pasar dan tetap mengedepankan strategi pengelolaan risiko.

Head of Digital Asset PT Samuel Kripto Indonesia, Muhammad Raditya Adhimukti, mengatakan pergerakan Bitcoin sejak awal memang mengikuti siklus empat tahunan yang dikenal sebagai halving cycle. Dalam pola tersebut, harga biasanya mengalami kenaikan signifikan setelah peristiwa halving, sebelum memasuki fase koreksi dan pencarian titik terendah atau price discovery.

Menurut Raditya, saat ini Bitcoin masih berada dalam fase pencarian titik bottom sehingga peluang penurunan lanjutan masih terbuka.

“Kalau melihat siklus historisnya, kami menilai proses pencarian titik terendah Bitcoin belum selesai. Periode September hingga November berpotensi menjadi fase yang menarik untuk diperhatikan karena secara historis sering menjadi titik bottom saat pasar sedang bearish,” ujarnya.

Selain faktor siklus pasar, tekanan juga datang dari kondisi geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian. Konflik internasional, ketegangan politik, hingga arah kebijakan ekonomi dunia dinilai masih menjadi sentimen yang membayangi pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Karena itu, Samuel Kripto Indonesia menyarankan investor untuk lebih fokus menjaga risk management dan money management dibanding mengejar peluang jangka pendek.

“Dalam kondisi seperti sekarang, memegang cash masih menjadi strategi yang cukup baik. Nanti ketika momentum yang tepat datang, investor bisa lebih leluasa memilih aset yang berpotensi memberikan kinerja terbaik dalam beberapa tahun ke depan,” kata Raditya.

Meski demikian, jika harus memilih aset kripto untuk jangka panjang, ia tetap menempatkan Bitcoin sebagai pilihan utama. Alasannya, Bitcoin masih menjadi penggerak utama pasar kripto global dan memiliki kapitalisasi terbesar dibanding aset digital lainnya.

“Biasanya ketika Bitcoin bergerak naik, aset kripto lain atau altcoin juga ikut terdorong. Karena itu fokus ke Bitcoin terlebih dahulu sebelum melihat peluang di aset lainnya,” jelasnya.

Jangan All-In, Lebih Baik Cicil Beli

Raditya mengingatkan bahwa tidak ada pihak yang bisa memastikan di mana titik terendah Bitcoin akan terbentuk. Karena itu, investor sebaiknya menghindari strategi masuk sekaligus atau all-in.

Menurutnya, pendekatan yang lebih bijak adalah melakukan pembelian secara bertahap melalui strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yakni mencicil pembelian dalam periode tertentu.

“Kalau ditanya apakah Bitcoin saat ini sudah murah, jawabannya iya dibandingkan harga puncaknya. Tapi apakah masih bisa turun lagi? Jawabannya juga bisa. Karena itu lebih baik membeli secara bertahap daripada langsung masuk dalam jumlah besar,” katanya.

Strategi tersebut memungkinkan investor tetap memiliki eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus menanggung risiko besar apabila harga masih bergerak turun.

Dua Sinyal yang Perlu Diperhatikan

Selain pola siklus pasar, Samuel Kripto Indonesia melihat ada dua faktor penting yang dapat menjadi penanda kebangkitan Bitcoin.

Pertama adalah arah suku bunga Amerika Serikat. Penurunan suku bunga biasanya mendorong investor beralih ke aset berisiko seperti saham dan kripto karena potensi imbal hasilnya lebih tinggi.

“Ketika suku bunga mulai turun, minat terhadap aset berisiko biasanya meningkat. Itu bisa menjadi katalis positif bagi Bitcoin,” ujar Raditya.

Faktor kedua adalah perilaku para penambang Bitcoin. Saat ini banyak penambang masih menjual aset yang mereka miliki untuk menutup biaya operasional seperti listrik dan infrastruktur.

Namun ketika tekanan jual dari para penambang mulai berkurang, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa pasar mulai memasuki fase yang lebih sehat.

“Jika penambang sudah tidak lagi agresif menjual Bitcoin dan kondisi makro mulai membaik, itu bisa menjadi salah satu tanda bahwa momentum pemulihan sedang terbentuk,” katanya.

Meski pasar masih dibayangi ketidakpastian, Samuel Kripto Indonesia tetap optimistis terhadap prospek Bitcoin dalam jangka panjang. Investor hanya diingatkan untuk tetap disiplin, mengelola risiko, dan tidak terburu-buru mengejar momentum sebelum sinyal pemulihan benar-benar terlihat. * (Syam)

Post Views1 Views
Tags: Aset KriptoBitcoinInvestor SahamSamuel Sekuritas

Related Posts

Pasar Saham Indonesia Tertinggal, Samuel Sekuritas Ungkap Penyebab dan Peluang Kebangkitannya
Ekonomi

Pasar Saham Indonesia Tertinggal, Samuel Sekuritas Ungkap Penyebab dan Peluang Kebangkitannya

by Syamhudi
Kamis, 4 Juni 2026
54
Rayakan Tahun Ke-4 SimInvest, Simversary Investors League 2025 Resmi Ditutup
Ekonomi

Rayakan Tahun Ke-4 SimInvest, Simversary Investors League 2025 Resmi Ditutup

by Pratama
Minggu, 1 Februari 2026
21

RECOMMENDED

Bitcoin Turun Tajam, Samuel Kripto Prediksi Titik Terendah Bisa Terjadi September–November 2026

Bitcoin Turun Tajam, Samuel Kripto Prediksi Titik Terendah Bisa Terjadi September–November 2026

6 Juni 2026
1
Dari Ajang Fun Run, Berbagi Harapan: Alumni Kanisius Salurkan Rp200 Juta untuk Sekolah di NTT

Dari Ajang Fun Run, Berbagi Harapan: Alumni Kanisius Salurkan Rp200 Juta untuk Sekolah di NTT

6 Juni 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    573 shares
    Share 229 Tweet 143
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM