Jakarta, Mediaprofesi.id – KS Orka Renewables Pte. Ltd. menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan menggelar webinar bertajuk “Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan di Lapangan Panas Bumi”. Kegiatan yang diikuti jajaran direksi, manajemen, dan karyawan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Panas Bumi, Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM.
Webinar tersebut menjadi ajang refleksi atas berbagai program lingkungan yang telah dijalankan perusahaan selama sebulan terakhir di wilayah operasionalnya. Seluruh kegiatan mengusung semangat tema Hari Lingkungan Hidup 2026, #NowForClimate, yang mengajak setiap individu mengambil langkah sederhana demi menciptakan perubahan besar bagi masa depan bumi.
“Sebagai pengembang energi panas bumi, kami memahami bahwa keberlanjutan tidak hanya tentang menyediakan energi bersih, tetapi juga bagaimana kami berkontribusi menjaga lingkungan dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” ujar VP Stakeholder & Relations KS Orka Renewables, Ali Sahid.

Menurut Ali, berbagai program yang dijalankan perusahaan bertujuan menumbuhkan budaya peduli lingkungan, mulai dari pengurangan sampah, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga menjaga keberlanjutan ekosistem di sekitar area operasi.
Di Mandailing Natal, Sumatera Utara, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) menjalankan program Be Fantastic Collect Your Plastic yang berhasil mengumpulkan lebih dari 100 kilogram sampah anorganik dari area operasional perusahaan. Sampah tersebut kemudian dipilah dan disalurkan kepada mitra pengelolaan sampah untuk didaur ulang.
SMGP juga menggelar program Goes to School di SDN 167 Sibanggor Jae. Melalui kegiatan ini, siswa dan guru mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah, sekaligus menerima fasilitas tempat sampah terpilah untuk mendukung kebiasaan ramah lingkungan sejak usia dini.
Tak hanya itu, perusahaan turut melakukan revegetasi di Desa Huta Baringin dengan menanam lebih dari 500 bibit tanaman lokal bernilai ekonomi. Kegiatan yang melibatkan kelompok tani setempat ini dilakukan di kawasan yang berbatasan dengan zona penyangga Taman Nasional Batang Gadis melalui pendekatan agroforestri yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, di Ende, Flores, PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI) menggelar Sosialisasi Lingkungan Hidup 2026 bersama masyarakat dan perangkat Desa Sokoria. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

SGI juga menjalankan program Enviro Go Green Goes to School yang menjangkau lebih dari 120 siswa dan guru di SDN Sokoria 1, SDN Sokoria 2, dan SMP Negeri Sekolengo. Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada pengelolaan sampah, daur ulang, serta pemanfaatan energi panas bumi dengan mendorong penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Komitmen menjaga lingkungan juga diwujudkan melalui aksi bersih-bersih yang melibatkan sekitar 130 warga Desa Sokoria. Dalam kegiatan itu, SGI menyerahkan 12 unit tempat sampah terpilah untuk mendukung sistem pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Di area operasional perusahaan, karyawan dan mitra kerja SGI turut melakukan kegiatan housekeeping yang berhasil mengumpulkan sekitar 120 kilogram sampah. Berbagai program tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus menciptakan kawasan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini memberikan manfaat nyata karena tidak hanya mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa tindakan kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujar salah satu penerima manfaat program.
Melalui rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 serta webinar yang melibatkan regulator, manajemen, dan karyawan, KS Orka Renewables kembali menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek pengembangan energi panas bumi.
Perusahaan meyakini kolaborasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan masa depan energi yang bersih, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. * (Syam/Wah)





