Surabaya, Mediaprofesi.id – Pameran kopi nasional Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 Surabaya resmi ditutup pada Minggu (31/5) dengan capaian yang mengesankan. Selama tiga hari penyelenggaraan di Grand City Convention Hall Surabaya, ajang yang digelar PT Dyandra Promosindo bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) dan didukung PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) ini berhasil mencatat transaksi lebih dari Rp3 miliar serta menarik lebih dari 16.500 pengunjung.
Angka tersebut menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap industri kopi nasional sekaligus memperkuat posisi ICX sebagai wadah yang mempertemukan seluruh pelaku ekosistem kopi, mulai dari petani, roastery, UMKM, pemilik kedai kopi, hingga komunitas kreatif.
Direktur Dyandra Promosindo, Michael Bayu A. Sumarijanto, mengatakan capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan penyelenggara.
“Akumulasi transaksi dan jumlah pengunjung yang melampaui target menunjukkan bahwa pasar kopi di Jawa Timur memiliki daya beli yang sangat kuat. Hasil positif dari kota pertama ini membuat kami optimistis bahwa konsep integrasi bisnis yang diusung ICX mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi industri kreatif nasional,” ujarnya.

Ketua Umum SCAI, Daryanto Witarsa, menilai keberhasilan ICX Surabaya juga mencerminkan meningkatnya kualitas produk kopi lokal di tingkat hilir. Menurutnya, pelaku UMKM kini tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi sudah mampu menghadirkan produk olahan bernilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern.
“Keberhasilan pasar menyerap produk kopi lokal di Surabaya menjadi indikator bahwa program pembinaan dan standardisasi yang dilakukan SCAI mulai menunjukkan hasil positif,” kata Daryanto.
Sepanjang pameran, puluhan roastery dan pelaku usaha kopi memperkenalkan beragam house blend inovatif serta kopi single origin dari berbagai daerah di Indonesia. Produk kopi siap saji hingga biji kopi pilihan Nusantara menjadi magnet utama yang menarik perhatian pengunjung maupun pelaku usaha.
Tak hanya menjadi ajang transaksi, ICX 2026 Surabaya juga mendorong hilirisasi ekonomi kreatif. Pameran ini membuka peluang lebih besar bagi UMKM kopi untuk meningkatkan nilai jual produknya dan memperluas jaringan bisnis dengan mempertemukan pelaku usaha dari hulu hingga hilir dalam satu ekosistem.
Dukungan terhadap perkembangan industri kopi nasional juga diwujudkan melalui penyelenggaraan kompetisi resmi Indonesia Brewers Cup (IBrC) Regional 1 Surabaya. Kompetisi tersebut menjadi ajang lahirnya talenta-talenta baru yang berpotensi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional sekaligus memperkuat standar profesi barista nasional.

Suasana pameran semakin semarak berkat berbagai program interaktif seperti Coffee Frame Challenge, Coffee Trail Challenge, Coffee Tasting by Surabaya Collective Roasters, Coffeeves, Nongki Zone, hingga Digital Simracing. Beragam aktivitas tersebut sukses memadukan unsur edukasi, hiburan, dan kolaborasi komunitas dalam satu pengalaman yang menarik.
Keberhasilan penyelenggaraan ICX Surabaya juga didukung BTN sebagai mitra utama melalui penyediaan ekosistem transaksi digital. Pengunjung dapat memanfaatkan berbagai metode pembayaran non-tunai seperti Bale by BTN, QRIS, dan mesin EDC BTN yang memudahkan transaksi sekaligus mendorong digitalisasi UMKM.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menyatakan pihaknya bangga dapat menjadi bagian dari pertumbuhan industri kopi nasional.
“Melalui Bale by BTN, kami ingin mempermudah transaksi sekaligus mendorong transformasi digital UMKM agar semakin berkembang dan naik kelas. Ini merupakan bentuk dukungan BTN terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujarnya.
Setelah sukses di Surabaya, rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026 akan berlanjut ke Medan pada 31 Juli–2 Agustus 2026 dan Jakarta pada 4–6 September 2026. Kompetisi Indonesia Brewers Cup juga akan kembali digelar untuk menjaring talenta-talenta baru sekaligus memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar global. * (Syam)





