MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 21 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 21 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dibalik Angka Produktivitas: Kenapa Tim yang Terlihat Kuat Bisa Tiba-tiba Hancur?

Pratama by Pratama
Selasa, 9 Juni 2026
in Ekonomi
Dibalik Angka Produktivitas: Kenapa Tim yang Terlihat Kuat Bisa Tiba-tiba Hancur?
96
VIEWS

Burnout tidak selalu ditandai dengan penurunan kinerja atau absensi yang meningkat. Dalam banyak kasus, seseorang tetap terlihat produktif dan profesional, padahal secara mental sudah kelelahan. Melalui artikel ini, Well-being Coach & Consultant, Serena Yov mengulas tanda-tanda burnout yang kerap luput dari perhatian serta langkah yang dapat dilakukan perusahaan untuk mencegahnya sebelum berdampak lebih besar pada individu maupun organisasi.

Jakarta, Mediaprofesi.id – Bayangkan seorang manajer HR di sebuah perusahaan besar. Setiap hari ia mengelola ratusan karyawan, menyelesaikan konflik antardivisi, menyusun program pelatihan, hingga memastikan tingkat turnover tetap terkendali. Ia bangun sejak pagi dan baru beristirahat lewat tengah malam.

Ia jarang mengeluh. Sebab lingkungan kerjanya mengajarkan satu hal: profesional berarti kuat, dan kuat berarti tidak boleh terlihat lelah.

Hingga suatu hari, saat duduk di depan laptop, ia mendapati dirinya tak mampu memahami satu kalimat pun di layar. Bukan karena matanya bermasalah, melainkan karena otaknya sudah terlalu lelah untuk merespons. Itulah burnout.

Di Balik Angka Produktivitas, Ada Kondisi yang Tak Terlihat

Banyak perusahaan mengukur keberhasilan dari angka-angka: tingkat kehadiran, hasil engagement survey, kecepatan rekrutmen, atau retensi karyawan. Semua itu memang penting. Namun ada satu hal yang sering luput dari perhatian: kondisi psikologis tim.

Tidak sedikit tim yang terlihat produktif dari luar, tetapi sebenarnya sedang bekerja dalam kondisi kelelahan kronis. Mereka tetap hadir, menyelesaikan tugas, dan memenuhi target. Namun kreativitas mulai menurun, semangat memudar, dan keberanian menyampaikan ide perlahan menghilang.

Sebagian karyawan takut dianggap tidak loyal jika mengambil cuti. Sebagian lagi menganggap kelelahan sebagai sesuatu yang normal.

Padahal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), burnout telah diakui sebagai fenomena yang berkaitan dengan pekerjaan dalam ICD-11. Ini bukan soal mental yang lemah, melainkan konsekuensi dari sistem kerja yang tidak berkelanjutan.

Kecerdasan Emosional Bukan Lagi Sekadar Soft Skill

Dalam berbagai sesi pendampingan, saya sering bertanya kepada para pemimpin HR: “Kapan terakhir kali Anda mengadakan sesi yang membahas perasaan dan kondisi tim, bukan sekadar target kerja?” Jawabannya hampir selalu sama: tidak ada waktu. Padahal, justru di situlah persoalan sering bermula.

Kecerdasan emosional atau emotional intelligence (EQ) bukan lagi kemampuan tambahan yang bisa ditunda. Pemimpin dengan EQ yang baik mampu mengenali tanda-tanda kelelahan lebih awal, menciptakan rasa aman secara psikologis, serta mengambil keputusan yang tidak hanya rasional tetapi juga manusiawi.

Dampaknya sangat nyata. Tim menjadi lebih adaptif, konflik lebih cepat terselesaikan, dan loyalitas tumbuh karena adanya kepercayaan, bukan sekadar kewajiban.

Budaya Kerja Sehat Adalah Fondasi, Bukan Fasilitas Tambahan

Well-being sering dianggap sebagai program tahunan yang muncul saat perayaan perusahaan atau agenda tertentu. Padahal wellbeing sejatinya hadir dalam aktivitas sehari-hari.

Mulai dari cara atasan membuka rapat, memberikan umpan balik, hingga bagaimana karyawan merasa aman untuk mengatakan, “Saya butuh istirahat,” tanpa rasa bersalah.

Dalam berbagai program konsultasi dan pelatihan yang saya jalankan, terdapat pola yang konsisten. Organisasi yang berinvestasi pada kesehatan psikologis karyawannya cenderung mengalami penurunan tingkat absensi, peningkatan kualitas kolaborasi, dan berkurangnya konflik interpersonal yang menguras energi.

Bukan karena keberuntungan. Semua itu merupakan hasil dari sistem yang dibangun dengan kesadaran.

HR Juga Manusia, dan Mereka Butuh Dukungan

Ada satu pesan yang selalu saya sampaikan kepada para profesional HR: Anda tidak bisa terus menuangkan isi dari cangkir yang kosong.

Setiap hari HR membantu menyelesaikan masalah orang lain, menghadapi berbagai dinamika organisasi, dan mengambil keputusan yang berdampak pada kehidupan banyak orang. Namun sering kali mereka lupa merawat dirinya sendiri.

Padahal profesi HR memiliki beban emosional yang sangat tinggi. Tanpa ruang untuk memulihkan diri, tanpa komunitas pendukung, atau tanpa pendampingan profesional, burnout hanya tinggal menunggu waktu.

Saatnya Memulai Percakapan yang Jujur

Saya, Serena Yov, Well-being Coach & Consultant yang berbasis di Yogyakarta, percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari percakapan yang jujur.

Melalui pelatihan, konsultasi, dan berbagai konten edukatif, saya mendampingi perusahaan maupun individu untuk membangun budaya kerja yang lebih sehat, mencegah burnout, serta mengembangkan kecerdasan emosional agar produktivitas dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Jika artikel ini mewakili sesuatu yang selama ini Anda rasakan namun belum sempat Anda ungkapkan, mungkin sudah waktunya untuk mulai membicarakannya.

Saya juga akan hadir dalam LINKID CONNECTFEST 2026, sebuah ajang yang mempertemukan para profesional, entrepreneur, creator, investor, dan berbagai pihak yang percaya bahwa relasi yang tepat dapat membuka peluang yang lebih besar.

Sebab networking bukan soal mengumpulkan sebanyak mungkin koneksi. Networking yang efektif adalah tentang membangun kepercayaan, menciptakan kolaborasi, dan menghadirkan peluang nyata yang berdampak bagi karier maupun bisnis.

LINKID CONNECTFEST 2026 akan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, pukul 09.00–16.00 WIB di Jakarta. Lokasi penyelenggaraan akan diumumkan lebih lanjut.

Acara ini terbuka bagi para profesional, entrepreneur, solopreneur, business owner, creator, investor, maupun siapa saja yang ingin berkembang dalam ekosistem yang saling mendukung dan percaya bahwa relasi yang tepat dapat membuka peluang yang lebih besar.

Pendaftaran peserta telah dibuka dan dapat diakses melalui tautan yang disediakan oleh panitia penyelenggara melalui: https://lnkd.in/g4c6xG4A

(Syam/Pra)

Post Views216 Views
Tags: Burnoutemotional intelligence (EQ)HRKaryawanLINKIDLINKID CONNECTFEST 2026

Related Posts

Banyak Koneksi, Tapi Belum Jadi Cuan? LINKID CONNECTFEST Dorong Relasi Jadi Peluang Bisnis
Ekonomi

Banyak Koneksi, Tapi Belum Jadi Cuan? LINKID CONNECTFEST Dorong Relasi Jadi Peluang Bisnis

by Syamhudi
Minggu, 6 September 2026
75
Japfa Transformasi HR dengan AI, Workday Mulai dari Indonesia hingga Ekspansi ke Asia
Teknologi

Japfa Transformasi HR dengan AI, Workday Mulai dari Indonesia hingga Ekspansi ke Asia

by Pratama
Rabu, 2 September 2026
30

RECOMMENDED

IHSG Meledak 5,65%, Investor Asing Malah Kabur, MSCI dan Ancaman Bunga BI Bayangi Pasar

IHSG Meledak 5,65%, Investor Asing Malah Kabur, MSCI dan Ancaman Bunga BI Bayangi Pasar

21 Oktober 2026
4
CGBIO Gempur Dunia Estetika Regeneratif dari Bali, 110 Dokter dari 19 Negara Bongkar Strategi Perawatan Wajah dan Tubuh

CGBIO Gempur Dunia Estetika Regeneratif dari Bali, 110 Dokter dari 19 Negara Bongkar Strategi Perawatan Wajah dan Tubuh

21 Oktober 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    608 shares
    Share 243 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM