MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 12 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 12 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Akamai Tembus Pendapatan Rp16 Triliun di Asia Pasifik, Kini Bersiap Membawa AI Lebih Dekat ke Pengguna

Pratama by Pratama
Kamis, 11 Juni 2026
in Teknologi
Akamai Tembus Pendapatan Rp16 Triliun di Asia Pasifik, Kini Bersiap Membawa AI Lebih Dekat ke Pengguna
13
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Akamai Technologies mencatat pencapaian penting di kawasan Asia Pasifik (APAC) dengan membukukan pendapatan tahunan lebih dari US$1 miliar sepanjang 2025. Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi penanda babak baru bagi perusahaan dalam menyambut gelombang adopsi kecerdasan buatan (AI) yang kian masif.

Setelah lebih dari dua dekade beroperasi di Asia Pasifik, Akamai melihat kawasan ini memasuki fase baru. Jika sebelumnya perusahaan berlomba mengeksplorasi AI, kini fokus beralih pada implementasi nyata yang mampu memberikan dampak langsung bagi bisnis.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Akamai memperkuat strategi menghadirkan kemampuan AI lebih dekat ke pengguna melalui proses inferensi di edge. Pendekatan ini memungkinkan pemrosesan data berlangsung lebih cepat, lebih responsif, dan lebih efisien dibandingkan model cloud terpusat.

Strategi tersebut dipimpin oleh Sean Li, Senior Vice President of Sales sekaligus Managing Director Asia Pasifik yang baru ditunjuk memimpin kawasan tersebut.

“Kawasan Asia Pasifik kini telah melewati tahap eksperimen AI dan memasuki tahap eksekusi,” ujar Li.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi membangun model AI, melainkan memastikan teknologi tersebut mampu bekerja optimal di lingkungan nyata. Faktor seperti latensi, skalabilitas, dan keandalan kini berpengaruh langsung terhadap pendapatan perusahaan maupun pengalaman pelanggan.

“Dengan memindahkan proses inferensi ke edge, kami menghadirkan platform yang memungkinkan perusahaan menjalankan AI secara instan, aman, dan dalam skala yang sulit ditandingi cloud terpusat,” katanya.

Dari Eksperimen Menuju Implementasi

Di berbagai negara Asia Pasifik, adopsi AI terus meningkat. Namun banyak perusahaan masih menghadapi kendala karena infrastruktur cloud konvensional belum dirancang untuk menangani inferensi AI real-time dalam skala besar.

Untuk mengatasi tantangan itu, Akamai memanfaatkan salah satu platform cloud terdistribusi terbesar di dunia. Dengan menempatkan komputasi berbasis GPU lebih dekat ke pengguna dan sumber data, perusahaan dapat menghadirkan layanan AI yang lebih cepat dan responsif.

Teknologi ini mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari mesin rekomendasi, analisis video langsung, kendaraan otonom, agen pendukung digital, hingga alur kerja video beresolusi tinggi.

Perubahan tersebut mencerminkan tren yang sedang terjadi di industri teknologi global. Fokus tidak lagi hanya pada pelatihan model AI di pusat data besar, tetapi juga pada inferensi terdistribusi yang memungkinkan respons dalam hitungan milidetik.

“Keunggulan Akamai tidak hanya pada kemampuan mendukung berbagai aplikasi, tetapi juga pada lokasi kami menjalankannya,” kata Li. “Dengan mendekatkan layanan cloud dan inferensi ke titik interaksi, pelanggan dapat bergerak lebih cepat dan menghadirkan pengalaman yang lebih baik dalam skala besar.”

Asia Pasifik Jadi Motor Pertumbuhan

Menariknya, keberagaman pasar Asia Pasifik kini justru menjadi pendorong inovasi.

Negara-negara maju seperti Jepang dan Australia semakin banyak mengadopsi infrastruktur terkelola untuk meningkatkan performa dan ketahanan sistem. Sementara itu, India, Tiongkok, dan negara-negara Asia Tenggara melahirkan generasi baru perusahaan AI-native yang tumbuh dengan mengandalkan kecepatan dan skalabilitas.

Korea Selatan bahkan memperlihatkan kombinasi keduanya. Perusahaan-perusahaan besar terus memodernisasi sistem lama, sementara pelaku digital-first agresif mengembangkan layanan berbasis AI.

Kondisi ini mendorong meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur terdistribusi yang mampu beroperasi secara konsisten di tengah beragam regulasi, kualitas jaringan, dan ekspektasi pengguna yang terus berkembang.

Menyiapkan Fondasi AI Masa Depan

Ke depan, Akamai akan fokus memperluas kemampuan inferensi berbasis GPU di seluruh jaringan globalnya. Perusahaan juga mengintegrasikan keamanan langsung ke dalam infrastruktur, termasuk perlindungan aplikasi dan beban kerja AI, sehingga performa tinggi dapat berjalan beriringan dengan keamanan.

“Tonggak pencapaian ini mencerminkan kepercayaan yang telah diberikan pelanggan kepada kami selama dua dekade terakhir,” ujar Li.

“Namun peluang yang lebih besar masih ada di depan. Saat AI mengubah cara bisnis beroperasi, Akamai sedang membangun infrastruktur cerdas yang dibutuhkan untuk web agentik, sehingga perusahaan dapat menciptakan sistem yang tidak hanya hebat di atas kertas, tetapi juga mampu bekerja dalam kondisi dunia nyata.” * (Syam/Pra)

Post Views18 Views
Tags: AkamaiAsia PasifikPendapatan Bersih

Related Posts

Bot AI Makin Canggih, Industri Perbankan APAC Dikepung Gelombang Serangan Siber
Teknologi

Bot AI Makin Canggih, Industri Perbankan APAC Dikepung Gelombang Serangan Siber

by Syamhudi
Kamis, 4 Juni 2026
30
Akamai Borong LayerX, Langkah Besar yang Bikin Dunia Keamanan AI Makin Panas
Teknologi

Akamai Borong LayerX, Langkah Besar yang Bikin Dunia Keamanan AI Makin Panas

by Syamhudi
Kamis, 28 Mei 2026
28

RECOMMENDED

Ekspor Melejit 80 Persen, Chery Kian Agresif Menantang Pasar Otomotif Global

Ekspor Melejit 80 Persen, Chery Kian Agresif Menantang Pasar Otomotif Global

11 Juni 2026
5
Dari AI Strategist Hingga Agentic AI, Inovasi Futurescale Kian Dilirik Dunia Usaha

Dari AI Strategist Hingga Agentic AI, Inovasi Futurescale Kian Dilirik Dunia Usaha

11 Juni 2026
12

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    574 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM