Jakarta, Mediaprofesi.id – PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources), anak usaha PT United Tractors Tbk (UT), kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Perusahaan ini berhasil meraih Gold Award Winner – Best Environmental Sustainability pada ajang International Sustainability Awards (ISA) 2026.
Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena Turangga Resources menjadi satu-satunya perusahaan pertambangan asal Indonesia yang berhasil memenangkan penghargaan di kategori tersebut.
Penghargaan diumumkan dalam seremoni virtual yang diikuti ratusan organisasi dari lebih dari 50 negara. ISA sendiri merupakan ajang penghargaan internasional yang memberikan apresiasi kepada organisasi, tim, dan individu yang menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, serta inovasi keberlanjutan.
Direktur Turangga Resources, Arianto Sasono, mengatakan penghargaan ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
“Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk terus mendorong batas-batas inovasi keberlanjutan dan membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis serta tanggung jawab terhadap lingkungan dapat, dan harus, berjalan beriringan,” ujar Arianto.
Pengakuan internasional tersebut diberikan berkat keberhasilan program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (Rehab DAS) yang dijalankan perusahaan di kawasan DAS Kapuas Kahayan, Kalimantan Tengah. Program ini mencakup wilayah Desa Tumbangnusa di Kecamatan Jabiren Raya, serta Desa Sei Ahas, Desa Katimpun, dan Desa Katunjung di Kecamatan Mantangai.

Melalui program tersebut, sebanyak 5.077 hektare lahan kritis berhasil dipulihkan menjadi kawasan gambut yang lebih lestari. Pemulihan dilakukan secara terpadu dengan fokus pada perbaikan ekosistem sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Program Rehab DAS dijalankan melalui tiga pendekatan utama, yakni pemulihan tata kelola hidrologi gambut, penghijauan skala besar, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada aspek hidrologi, Turangga Resources membangun sekat kanal (canal blocking) dan sejumlah sumur bor untuk menjaga kelembapan lahan gambut. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan yang kerap mengancam kawasan gambut.
Tak hanya itu, selama tujuh tahun pelaksanaan program, perusahaan juga telah menanam lebih dari 6,1 juta bibit pohon dari berbagai spesies lokal. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi ekologis lahan sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati.
Dampak program juga dirasakan masyarakat sekitar melalui berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi. Salah satunya adalah pengembangan Community Based Nursery dan pemanfaatan tanaman purun sebagai bahan baku sedotan ramah lingkungan atau eco-straw yang memiliki nilai ekonomi.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa praktik pertambangan dan komitmen terhadap lingkungan dapat berjalan seiring. Ke depan, Turangga Resources berkomitmen memperluas implementasi program keberlanjutan, mengadopsi teknologi yang lebih ramah lingkungan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat guna menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. * (Syam/Wah)





