Jakarta, Mediaprofesi.id – Samsung Electronics memperkenalkan visi baru layanan kesehatan berbasis teknologi yang lebih terhubung dan proaktif dalam ajang VivaTech 2026, konferensi startup dan teknologi terbesar di Eropa yang berlangsung pada 17-20 Juni di Paris, Prancis.
Mengusung tema “Open Invitation to a Healthier Tomorrow”, Samsung menunjukkan bagaimana konektivitas perangkat, layanan, dan kolaborasi dengan berbagai mitra dapat membantu masyarakat mengelola kesehatan secara lebih cerdas, baik di rumah maupun saat beraktivitas di luar.
Visi tersebut diwujudkan melalui Samsung Health, platform kesehatan terintegrasi yang menghadirkan pengalaman wellness lebih personal. Fokusnya mencakup lima aspek utama kesehatan, yakni kualitas tidur, aktivitas fisik, nutrisi, kesehatan mental, dan pemantauan tanda-tanda vital.
“Samsung menghadirkan solusi connected care yang unik melalui ekosistem perangkat yang mencakup smartphone, wearable, peralatan rumah tangga, dan TV, yang didukung berbagai kemitraan terbuka,” kata Stephanie Choi, Executive Vice President dan Head of Global Brand Center Samsung Electronics.

Menurutnya, Samsung akan terus memperluas kolaborasi untuk menghadirkan solusi kesehatan yang semakin relevan dan memperkuat perannya sebagai pendamping kesehatan harian berbasis AI.
Area pameran Samsung dibagi menjadi tiga zona utama, yakni Media Façade, Samsung Connected Care Ecosystem, dan Open Care Lab. Zona Connected Care Ecosystem menjadi sorotan utama karena menampilkan bagaimana smartphone Galaxy, Galaxy Watch, dan Samsung Health saling terhubung untuk mendukung pemantauan kesehatan secara real-time.
Samsung juga memperkenalkan berbagai fitur terbaru Samsung Health, termasuk pemantauan melalui Heart Health Score, Vitals, serta metrik olahraga Daily Cardio Load yang hadir dalam pembaruan versi 7.0.
Tak hanya itu, perusahaan memamerkan konsep masa depan layanan kesehatan digital melalui integrasi teknologi Samsung dengan Xealth, platform kesehatan digital asal Amerika Serikat yang diakuisisi tahun lalu.
Melalui integrasi ini, tenaga medis dapat memantau kondisi pasien secara lebih menyeluruh, memberikan rekomendasi layanan kesehatan digital, hingga memantau perkembangan kesehatan secara real-time. Samsung berharap kolaborasi ini dapat memperkuat hubungan antara pasien dan tenaga medis, bahkan ketika pasien berada di luar rumah sakit.

Di sektor gaya hidup sehat, Samsung turut menampilkan Bespoke AI Refrigerator Family Hub. Kulkas pintar ini dibekali AI Food Manager yang mampu memantau masa kedaluwarsa bahan makanan dan memberikan pengingat sebelum bahan tersebut tidak layak digunakan.
Selain itu, fitur FoodNote dapat menganalisis pola konsumsi makanan pengguna selama sepekan dan memberikan insight mengenai jenis makanan yang paling sering dikonsumsi.
Menariknya lagi, Samsung juga menghadirkan solusi kesehatan untuk hewan peliharaan. Melalui kerja sama dengan Lifet, pengguna cukup memotret hewan peliharaan menggunakan smartphone. Selanjutnya, AI akan menganalisis foto tersebut untuk mendeteksi indikasi gangguan kesehatan tertentu, seperti masalah gigi, patellar luxation, hingga katarak.
Seluruh solusi tersebut terhubung melalui platform SmartThings dan dilindungi sistem keamanan Samsung Knox untuk menjaga keamanan data pengguna.
Sementara itu, zona Open Care Lab menampilkan berbagai inovasi hasil kolaborasi dengan mitra. Di antaranya AI Beauty Screen yang dikembangkan bersama Amorepacific, layanan Visual Meditation untuk Samsung TV bersama CUZ, serta teknologi analisis kulit dan kulit kepala berbasis AI dari startup Becon.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Samsung juga menggelar diskusi panel yang menghadirkan sejumlah tokoh industri teknologi dan kesehatan. Diskusi tersebut membahas bagaimana strategi inovasi terbuka dan kolaborasi lintas industri dapat mempercepat terwujudnya ekosistem connected care yang lebih terintegrasi di masa depan. * (Syam/Pra)





