MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 29 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 29 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Tak Hanya Mobil Listrik, GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Jenis Kendaraan

Syamhudi by Syamhudi
Senin, 29 Juni 2026
in Ekonomi
Tak Hanya Mobil Listrik, GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Jenis Kendaraan
12
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – GAIKINDO menegaskan bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam menjaga pertumbuhan dan keberlangsungan industri otomotif nasional.

Dukungan tersebut dinilai menjadi faktor penting yang membantu industri bertahan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi Covid-19 hingga percepatan transformasi menuju kendaraan elektrifikasi.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan hubungan antara pemerintah dan pelaku industri selama ini dibangun melalui komunikasi terbuka serta kebijakan yang berkelanjutan.

“GAIKINDO melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional. Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog rutin dengan pelaku industri, menjadi bukti nyata upaya menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi investor,” ujar Anton.

Salah satu bentuk dukungan yang mendapat apresiasi adalah fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS). Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui skema ini mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar. Dari 74 perusahaan pengguna fasilitas tersebut, 57 di antaranya merupakan perusahaan otomotif.

Fasilitas ini memungkinkan pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku dan komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri. Kebijakan tersebut dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing industri.

Selain itu, GAIKINDO juga menyoroti manfaat kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang sempat diterapkan untuk mendorong pemulihan pasar otomotif nasional. Program ini dimanfaatkan oleh berbagai merek kendaraan yang diproduksi di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, dan Isuzu, sesuai ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Menurut GAIKINDO, insentif tersebut terbukti mampu menjaga permintaan pasar domestik, mempertahankan utilisasi pabrik, dan mendukung keberlangsungan lapangan kerja di sektor otomotif.

Komitmen pemerintah juga terlihat melalui Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang mencakup kendaraan LCGC, Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Program ini mendorong investasi baru, pengembangan kendaraan ramah lingkungan, serta peningkatan penggunaan komponen lokal.

Tak hanya melalui insentif, pemerintah juga aktif membangun komunikasi dengan para pelaku industri. Salah satunya melalui forum Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting yang mempertemukan pemerintah, asosiasi, dan prinsipal otomotif.

“Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri,” kata Anton.

GAIKINDO juga mengapresiasi komitmen pemerintah yang terus memandang investor Jepang sebagai mitra strategis dalam pembangunan industri manufaktur Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, Jepang turut memperkuat rantai nilai industri otomotif nasional melalui pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang dan proving ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Bekasi.

Menariknya, dukungan pemerintah terhadap investasi Jepang disebut turut menarik minat investor otomotif asal Tiongkok. Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan otomotif Tiongkok berharap mendapatkan dukungan serupa agar dapat merealisasikan rencana investasi jangka panjang mereka di Indonesia.

“Ini menjadi sinyal positif bahwa industri otomotif Indonesia masih memiliki daya tarik yang kuat bagi para manufaktur global,” ujar Jongkie.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan industri, GAIKINDO telah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar stimulus insentif tidak hanya diberikan kepada kendaraan listrik, tetapi juga mencakup seluruh jenis kendaraan, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

Menurut GAIKINDO, kebijakan yang inklusif akan memberikan dorongan yang setara bagi seluruh pelaku industri sekaligus membantu menjaga pertumbuhan pasar otomotif nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Anton. * (Syam)

Post Views10 Views
Tags: GaikindoIndustri otomotifinsentifMobil Listrik

Related Posts

Setahun di Indonesia, XPENG Langsung Gebrak Pasar dengan Dua Mobil Listrik Canggih
Ekonomi

Setahun di Indonesia, XPENG Langsung Gebrak Pasar dengan Dua Mobil Listrik Canggih

by Syamhudi
Senin, 29 Juni 2026
10
Setahun XPENG di Indonesia, Perjalanan Baru Menuju Masa Depan Mobilitas Pintar
Ekonomi

Setahun XPENG di Indonesia, Perjalanan Baru Menuju Masa Depan Mobilitas Pintar

by Syamhudi
Senin, 29 Juni 2026
10

RECOMMENDED

Empat Bulan Berkolaborasi, Mahasiswa LSPR Bantu Kampung Sinema Kebon Melati Makin Bersinar

Empat Bulan Berkolaborasi, Mahasiswa LSPR Bantu Kampung Sinema Kebon Melati Makin Bersinar

29 Juni 2026
10
Tak Hanya Mobil Listrik, GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Jenis Kendaraan

Tak Hanya Mobil Listrik, GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Jenis Kendaraan

29 Juni 2026
12

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    578 shares
    Share 231 Tweet 145
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    338 shares
    Share 135 Tweet 85
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    336 shares
    Share 134 Tweet 84
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM