Jakarta, Mediaprofesi.id – Masalah pernapasan masih menjadi salah satu penyebab utama kekhawatiran orang tua. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 dari Kementerian Kesehatan mencatat kasus asma pada anak usia di bawah empat tahun mencapai 70.771 kasus. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penanganan yang cepat dan tepat, terutama bagi anak yang membutuhkan terapi inhalasi atau nebulizer.
Namun dalam praktiknya, terapi inhalasi tidak selalu berjalan mulus. Banyak anak merasa takut karena suara mesin nebulizer yang bising, sementara sebagian orang tua mengeluhkan ukuran alat yang besar dan kurang praktis saat harus dibawa bepergian.
Menjawab kebutuhan tersebut, OMRON Healthcare Indonesia meluncurkan Nebulizer NE-U300, perangkat terapi pernapasan yang dirancang lebih ringkas, ringan, dan senyap. Produk ini melengkapi jajaran mesh nebulizer OMRON yang sebelumnya telah hadir melalui NE-U100 dan NE-U200.
Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan minat masyarakat terhadap mesh nebulizer terus meningkat. Namun, tidak semua produk di pasaran mampu memberikan performa dan keandalan yang konsisten.
“OMRON NE-U300 hadir dengan harga yang lebih mudah dijangkau, namun tetap mempertahankan standar kualitas OMRON yang telah dipercaya jutaan pengguna di seluruh dunia. Kami berharap semakin banyak keluarga, khususnya para ibu muda yang aktif, dapat mengakses alat bantu pernapasan yang praktis dan andal,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi(K), menegaskan bahwa keberhasilan terapi inhalasi pada anak tidak hanya ditentukan oleh obat, tetapi juga kenyamanan selama proses pengobatan.
“Perangkat yang tidak bising, mudah digunakan, dan tidak membuat anak semakin cemas dapat membantu meningkatkan kepatuhan terhadap terapi,” jelasnya.

NE-U300 hadir dengan desain portabel berbobot sekitar 117 gram dan ukuran yang cukup kecil untuk disimpan di dalam tas maupun saku jaket. Perangkat ini juga menggunakan pengisian daya USB Type-C sehingga lebih praktis tanpa memerlukan baterai sekali pakai.
Dari sisi performa, nebulizer ini menghasilkan ukuran partikel aerosol rata-rata 4,12 mikrometer yang membantu obat mencapai saluran pernapasan bawah secara optimal. Tingkat kebisingannya pun sangat rendah, hanya sekitar 40 desibel atau setara suasana perpustakaan yang tenang.
Kapasitas wadah obat mencapai 10 mL dan dalam paket penjualan telah tersedia masker anak dan dewasa, mouthpiece, kabel USB Type-C, soft pouch, medication cup, serta berbagai aksesori pendukung lainnya.
Menyambut Hari Anak Nasional pada Juli, OMRON juga menyoroti aspek keamanan produk. Seluruh nebulizer OMRON, termasuk masker pada NE-U300, telah menggunakan material 100 persen bebas ftalat (phthalate-free).
Ftalat merupakan zat kimia sintetis yang umum digunakan sebagai pelembut plastik. Sejumlah penelitian mengaitkan paparan zat ini dengan gangguan hormon, masalah reproduksi, komplikasi kehamilan, hingga peningkatan risiko kanker. Karena itu, penggunaan material bebas ftalat menjadi nilai tambah penting, terutama untuk perangkat yang digunakan anak-anak.
Selain memperkenalkan NE-U300, OMRON juga mengingatkan kehadiran NE-U200 yang diluncurkan pada Mei 2026. Produk ini menawarkan teknologi disposal mesh atau mesh sekali pakai yang lebih higienis karena tidak perlu dicuci setelah digunakan. NE-U200 juga mendukung penggunaan hingga posisi 360 derajat, sehingga tetap dapat digunakan saat pasien berbaring.
Melalui peluncuran NE-U300, OMRON Healthcare Indonesia menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi perangkat kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga Indonesia. Dengan desain ringkas, pengoperasian yang senyap, dan kemudahan penggunaan, perangkat ini diharapkan membantu terapi pernapasan menjadi lebih nyaman, konsisten, dan efektif, baik di rumah maupun saat bepergian.
Nebulizer OMRON NE-U300 telah tersedia secara resmi di Indonesia sejak Juni 2026. * (Syam/Wah)





