Jakarta, Mediaprofesi.id – Bali masih menjadi primadona wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Namun, data terbaru Agoda menunjukkan ada satu kota yang mulai mencuri perhatian dan mencatat pertumbuhan minat paling tinggi sepanjang semester pertama 2026: Jakarta.
Platform perjalanan digital Agoda mencatat Bali, Jakarta, dan Batam sebagai tiga destinasi yang paling banyak dicari wisatawan asing untuk berlibur maupun berbisnis di Indonesia selama Januari–Juni 2026.
Berdasarkan data pencarian akomodasi Agoda, Bali tetap mempertahankan posisinya sebagai destinasi inbound paling populer. Pulau Dewata masih menjadi magnet wisata berkat kombinasi pantai eksotis, budaya yang kuat, wisata kesehatan (wellness tourism), serta pilihan akomodasi yang lengkap untuk berbagai segmen wisatawan.
Di tengah dominasi Bali, Jakarta tampil sebagai destinasi dengan pertumbuhan paling mencolok. Pencarian akomodasi di ibu kota melonjak 61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadikannya destinasi kedua yang paling diminati wisatawan mancanegara.
Lonjakan tersebut menunjukkan semakin kuatnya daya tarik Jakarta sebagai pusat wisata perkotaan dan perjalanan bisnis. Berbagai acara internasional, konser musik, pameran, hingga aktivitas bisnis yang kembali bergairah menjadi faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan asing.
Sementara itu, Batam menempati posisi ketiga dengan pertumbuhan pencarian sebesar 29 persen. Lokasinya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia membuat Batam semakin diminati wisatawan regional yang menginginkan perjalanan singkat dengan akses yang mudah dan biaya yang relatif terjangkau.
Temuan Agoda ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren positif sektor pariwisata nasional. Sepanjang Januari hingga April 2026, Indonesia menerima 4,68 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS juga mencatat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali masih menjadi pintu masuk utama wisatawan asing ke Indonesia dengan sekitar 2 juta kunjungan selama empat bulan pertama tahun ini. Setelah Bali, Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta dan Batam menjadi gerbang penting bagi masuknya wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.
Data tersebut memperlihatkan bahwa Bali masih menjadi wajah utama pariwisata Indonesia di mata dunia. Namun, meningkatnya minat terhadap Jakarta dan Batam menjadi sinyal positif bahwa daya tarik pariwisata Indonesia mulai semakin beragam dan tidak hanya bertumpu pada satu destinasi.
Jika tren ini berlanjut, Indonesia berpeluang menarik lebih banyak wisatawan asing sekaligus mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata ke berbagai daerah. * (Syam)





