Jakarta, Mediaprofesi.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri asuransi umum ikut menghadapi tantangan besar. Namun, kondisi tersebut tak menghalangi PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) untuk terus menunjukkan kinerja yang solid melalui strategi bisnis yang adaptif, tata kelola perusahaan yang kuat, serta komitmen terhadap keberlanjutan.
Upaya tersebut kembali membuahkan hasil. Asuransi Astra berhasil mempertahankan peringkat kredit internasional dari AM Best selama empat tahun berturut-turut. Perusahaan kembali meraih Financial Strength Rating (FSR) A- (Excellent), Long-Term Issuer Credit Rating (LCR) a- (Excellent), serta Indonesian National Scale Rating (NSR) aaa.ID (Exceptional) dengan outlook stable.
Capaian ini menjadi bukti kuat atas stabilitas keuangan dan kredibilitas Asuransi Astra di industri asuransi nasional. Bahkan, hingga saat ini, peringkat A- (Excellent) masih menjadi peringkat internasional tertinggi yang berhasil diraih perusahaan asuransi umum di Indonesia.
AM Best merupakan lembaga pemeringkat kredit global yang berfokus pada industri asuransi dan telah beroperasi di lebih dari 100 negara sejak 1899. Dalam penilaiannya, AM Best menilai Asuransi Astra memiliki Balance Sheet Strength yang sangat kuat (very strong), Operating Performance yang kuat (strong), Business Profile yang stabil (neutral), serta Enterprise Risk Management (ERM) yang sesuai dengan kompleksitas bisnis perusahaan.

Dari sisi kekuatan neraca keuangan, Asuransi Astra dinilai memiliki tingkat permodalan yang sangat kuat berdasarkan Best’s Capital Adequacy Ratio (BCAR). Hal ini didukung oleh kemampuan perusahaan dalam membangun modal secara konsisten, tercermin dari pertumbuhan ekuitas pemegang saham sebesar 17,1 persen sepanjang 2025.
Portofolio investasi perusahaan juga dinilai memiliki tingkat risiko yang moderat dengan dominasi instrumen obligasi dan reksa dana berperingkat domestik. Sementara itu, peningkatan risiko kredit dari reasuransi domestik dinilai masih berada dalam batas yang dapat dikelola.
Dari sisi operasional, Asuransi Astra mencatat return on equity (ROE) sebesar 18 persen pada 2025. Kinerja underwriting yang solid dan hasil investasi yang terus tumbuh menjadi motor utama pencapaian laba perusahaan. Ke depan, AM Best memperkirakan performa tersebut akan tetap terjaga.
Dalam aspek bisnis, Asuransi Astra juga dinilai memiliki portofolio yang terdiversifikasi dan menempati posisi kedua di pasar asuransi umum Indonesia pada 2025. Dukungan Astra Group serta jaringan distribusi yang luas menjadi modal penting dalam menjaga daya saing perusahaan, terutama di luar lini asuransi kendaraan bermotor.
President Director Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus, mengatakan pencapaian ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kepercayaan pelanggan dan para pemangku kepentingan.
“Kami berharap pencapaian yang berhasil dipertahankan selama empat tahun berturut-turut ini menjadi fondasi yang kuat untuk terus melangkah lebih jauh. Pengakuan ini juga memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan agar selalu mampu memenuhi, bahkan melampaui ekspektasi pelanggan. Dengan begitu, kami dapat terus menghadirkan peace of mind melalui setiap perlindungan yang kami berikan,” ujar Maximiliaan. * (Syam)





