Sukabumi, Mediaprofesi.id – Kesalahan kecil di tempat kerja sering dianggap sepele. Padahal, dampaknya bisa sangat besar, mulai dari hilangnya aset perusahaan hingga kebocoran data penting.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim Central Support and Warehouse (CSW) Cirebon PT Federal International Finance (FIFGROUP) menciptakan inovasi sederhana yang terbukti mampu mengubah kebiasaan karyawan.
Inovasi bertajuk Wall of Minor Mistake ini menjadi salah satu proyek dalam ajang Sustainability Innovation Ideas (SII) 2026, yang merupakan bagian dari FIFGROUP Sustainability Awards (FSA). Program ini mendorong setiap karyawan menghadirkan solusi inovatif yang mendukung keberlanjutan sekaligus meningkatkan budaya kerja di lingkungan perusahaan.

Region Support and Warehouse Head CSW Cirebon, Gatut Djuanda, menjelaskan bahwa timnya terlebih dahulu memetakan berbagai kesalahan yang paling sering terjadi di area kerja. Hasilnya, terdapat empat kebiasaan yang dinilai paling berisiko, yakni meninggalkan komputer dalam keadaan menyala, membiarkan sistem kerja tetap terbuka, tidak menutup pintu akses ruangan, serta meninggalkan barang pribadi.
“Kesalahan-kesalahan ini sering kali tidak disadari dan tidak pernah dilaporkan. Padahal risikonya cukup besar, terutama terkait keamanan informasi dan aset perusahaan,” ujarnya.
Untuk mengatasinya, CSW Cirebon membuat sistem pelaporan sederhana berbasis Google Form. Seluruh karyawan didorong saling mengingatkan dengan melaporkan apabila menemukan rekan kerja melakukan salah satu dari empat kesalahan tersebut. Setiap laporan tidak bertujuan menghukum, melainkan menjadi media pembelajaran agar seluruh karyawan lebih peduli terhadap keamanan data.

Sebagai pengingat, setiap komputer juga ditempeli stiker berisi empat poin penting yang harus diperhatikan sebelum meninggalkan meja kerja. Menariknya, aturan ini berlaku untuk semua orang tanpa pengecualian, termasuk para atasan.
“Kalau saya melakukan kesalahan, saya juga dilaporkan. Tujuan kami memang saling mengingatkan agar kebiasaan baik bisa terbentuk,” kata Gatut.
Hasilnya cukup signifikan. Pada bulan pertama implementasi, tercatat sekitar 64 pelanggaran. Angka itu turun menjadi sekitar 30 kasus di bulan kedua, kemudian tinggal belasan kasus pada bulan ketiga. Memasuki bulan keempat, jumlah pelanggaran berhasil ditekan hingga nol.
Selain evaluasi rutin setiap minggu, FIFGROUP juga memberikan apresiasi kepada karyawan dengan tingkat kepatuhan terbaik sebagai bentuk penghargaan atas komitmen mereka menjaga keamanan informasi.

Saat ini, program tersebut masih diterapkan di lingkungan CSW Cirebon yang beranggotakan 15 karyawan. Namun, melihat hasil positif yang dicapai, tim berharap kebiasaan baik tersebut dapat ditularkan secara bertahap ke cabang-cabang lain setelah mendapat arahan dari kantor pusat.
Menurut Gatut, tantangan terbesar bukan sekadar menghilangkan kesalahan, melainkan menjaga agar kebiasaan baik itu tetap bertahan dalam jangka panjang.
“Yang paling sulit adalah mempertahankan habit yang sudah terbentuk. Harapan kami, budaya saling mengingatkan ini terus berjalan sehingga tidak ada lagi data maupun informasi perusahaan yang bocor atau disalahgunakan,” tutupnya. * (Syam/Pra)





