MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 26 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 26 Juli 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Survei Nutanix: AI Makin Marak di Instansi Pemerintah, Tapi Infrastruktur Belum Siap

Wahyu by Wahyu
Kamis, 23 Juli 2026
in Teknologi
Survei Nutanix: AI Makin Marak di Instansi Pemerintah, Tapi Infrastruktur Belum Siap
13
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor publik terus meningkat. Mulai dari menentukan kelayakan penerima bantuan hingga mendeteksi potensi fraud, AI kini menjadi bagian penting dalam operasional berbagai instansi pemerintah dan lembaga pendidikan.

Namun, di balik pesatnya adopsi AI, masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan. Infrastruktur TI, kesiapan sumber daya manusia, hingga tata kelola menjadi tantangan utama agar implementasi AI dapat berjalan optimal dan aman.

Hal tersebut terungkap dalam survei tahunan Enterprise Cloud Index (ECI) 2026 Public Sector yang dirilis Nutanix, perusahaan penyedia solusi hybrid multicloud.

Survei tersebut menunjukkan bahwa organisasi sektor publik, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah hingga perguruan tinggi, membutuhkan infrastruktur hybrid modern agar mampu mendukung penggunaan AI yang terus berkembang.

Salah satu tantangan terbesar adalah meningkatnya penggunaan Shadow AI, yakni pemanfaatan aplikasi AI yang tidak melalui proses pengawasan atau persetujuan resmi. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keamanan data sekaligus mengganggu pencapaian target organisasi.

Hasil survei mencatat, 91% pemimpin TI di sektor pemerintahan dan pendidikan meyakini penggunaan AI yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan risiko serius terhadap keamanan dan misi organisasi.

Di sisi lain, 73% responden mengaku infrastruktur TI yang dimiliki saat ini belum siap menjalankan workload AI yang kompleks, khususnya di lingkungan on-premises. Sementara itu, 87% pemimpin teknologi memperkirakan penggunaan teknologi kontainerisasi aplikasi akan terus meningkat dalam tiga tahun mendatang untuk mendukung kebutuhan AI yang semakin besar.

Temuan tersebut menggambarkan bahwa sektor publik kini berada pada fase penting transformasi digital. AI sudah diterapkan di berbagai layanan, tetapi banyak organisasi masih harus mengelola sistem lama, private cloud, dan migrasi ke cloud modern secara bersamaan. Tanpa sistem pengelolaan yang terpadu, proses tersebut berisiko menimbulkan celah keamanan dan menurunkan efektivitas operasional.

Chief Technology Officer dan Vice President of Solution Engineering APJ Nutanix, Daryush Ashjari, mengatakan pembahasan mengenai AI di kawasan Asia Pasifik dan Jepang kini telah bergeser dari sekadar keinginan mengadopsi teknologi menjadi kesiapan operasional.

“Organisasi yang berhasil bukan lagi mereka yang mengejar setiap inovasi AI, tetapi yang lebih dulu membangun fondasi infrastruktur yang kuat. Dengan arsitektur berbasis kontainer yang aman, organisasi dapat memanfaatkan AI secara lebih percaya diri sekaligus menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Karena itu, para pemimpin TI di sektor publik dituntut membangun infrastruktur yang mampu menghadirkan performa tinggi, memenuhi regulasi, serta menjamin tata kelola dan kedaulatan data. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar pemanfaatan AI dapat memberikan manfaat nyata bagi pelayanan masyarakat secara aman dan berkelanjutan. * (Syam/Wah)

Post Views29 Views
Tags: AICloudkeamanan datanutanixShadow AI

Related Posts

Belanja dan Booking Makin Canggih dengan AI, Tapi Ancaman Siber Ikut Meledak
Teknologi

Belanja dan Booking Makin Canggih dengan AI, Tapi Ancaman Siber Ikut Meledak

by Pratama
Kamis, 23 Juli 2026
22
Samsung Buka Pelatihan AI Gratis, Siswa dan Mahasiswa Bisa Daftar hingga 18 Agustus
Teknologi

Samsung Buka Pelatihan AI Gratis, Siswa dan Mahasiswa Bisa Daftar hingga 18 Agustus

by Wahyu
Kamis, 23 Juli 2026
19

RECOMMENDED

Tak Perlu ke Kota Besar, Warga Gowa dan Luwu Timur Kini Bisa Nikmati Layanan Resmi Honda

Tak Perlu ke Kota Besar, Warga Gowa dan Luwu Timur Kini Bisa Nikmati Layanan Resmi Honda

25 Juli 2026
6
Mau ke GIIAS 2026? Simak Akses, Lokasi Parkir, hingga Shuttle Bus Gratis

Mau ke GIIAS 2026? Simak Akses, Lokasi Parkir, hingga Shuttle Bus Gratis

25 Juli 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    582 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    383 shares
    Share 153 Tweet 96
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    376 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    344 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM