MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Survei Nutanix: AI Makin Marak di Instansi Pemerintah, Tapi Infrastruktur Belum Siap

Wahyu by Wahyu
Kamis, 23 Juli 2026
in Teknologi
Survei Nutanix: AI Makin Marak di Instansi Pemerintah, Tapi Infrastruktur Belum Siap
42
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor publik terus meningkat. Mulai dari menentukan kelayakan penerima bantuan hingga mendeteksi potensi fraud, AI kini menjadi bagian penting dalam operasional berbagai instansi pemerintah dan lembaga pendidikan.

Namun, di balik pesatnya adopsi AI, masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan. Infrastruktur TI, kesiapan sumber daya manusia, hingga tata kelola menjadi tantangan utama agar implementasi AI dapat berjalan optimal dan aman.

Hal tersebut terungkap dalam survei tahunan Enterprise Cloud Index (ECI) 2026 Public Sector yang dirilis Nutanix, perusahaan penyedia solusi hybrid multicloud.

Survei tersebut menunjukkan bahwa organisasi sektor publik, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah hingga perguruan tinggi, membutuhkan infrastruktur hybrid modern agar mampu mendukung penggunaan AI yang terus berkembang.

Salah satu tantangan terbesar adalah meningkatnya penggunaan Shadow AI, yakni pemanfaatan aplikasi AI yang tidak melalui proses pengawasan atau persetujuan resmi. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keamanan data sekaligus mengganggu pencapaian target organisasi.

Hasil survei mencatat, 91% pemimpin TI di sektor pemerintahan dan pendidikan meyakini penggunaan AI yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan risiko serius terhadap keamanan dan misi organisasi.

Di sisi lain, 73% responden mengaku infrastruktur TI yang dimiliki saat ini belum siap menjalankan workload AI yang kompleks, khususnya di lingkungan on-premises. Sementara itu, 87% pemimpin teknologi memperkirakan penggunaan teknologi kontainerisasi aplikasi akan terus meningkat dalam tiga tahun mendatang untuk mendukung kebutuhan AI yang semakin besar.

Temuan tersebut menggambarkan bahwa sektor publik kini berada pada fase penting transformasi digital. AI sudah diterapkan di berbagai layanan, tetapi banyak organisasi masih harus mengelola sistem lama, private cloud, dan migrasi ke cloud modern secara bersamaan. Tanpa sistem pengelolaan yang terpadu, proses tersebut berisiko menimbulkan celah keamanan dan menurunkan efektivitas operasional.

Chief Technology Officer dan Vice President of Solution Engineering APJ Nutanix, Daryush Ashjari, mengatakan pembahasan mengenai AI di kawasan Asia Pasifik dan Jepang kini telah bergeser dari sekadar keinginan mengadopsi teknologi menjadi kesiapan operasional.

“Organisasi yang berhasil bukan lagi mereka yang mengejar setiap inovasi AI, tetapi yang lebih dulu membangun fondasi infrastruktur yang kuat. Dengan arsitektur berbasis kontainer yang aman, organisasi dapat memanfaatkan AI secara lebih percaya diri sekaligus menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Karena itu, para pemimpin TI di sektor publik dituntut membangun infrastruktur yang mampu menghadirkan performa tinggi, memenuhi regulasi, serta menjamin tata kelola dan kedaulatan data. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar pemanfaatan AI dapat memberikan manfaat nyata bagi pelayanan masyarakat secara aman dan berkelanjutan. * (Syam/Wah)

Post Views216 Views
Tags: AICloudkeamanan datanutanixShadow AI

Related Posts

Kyndryl Bongkar Ancaman Modernisasi Teknologi, 49% Organisasi Asia-Pasifik Terlambat, Biaya dan Risiko Keamanan Membengkak
Teknologi

Kyndryl Bongkar Ancaman Modernisasi Teknologi, 49% Organisasi Asia-Pasifik Terlambat, Biaya dan Risiko Keamanan Membengkak

by Pratama
Selasa, 27 Oktober 2026
13
AI Makin Ganas, Pertahanan Siber Indonesia Terancam! Cisco Bongkar Titik Lemah di Balik Skor 72
Teknologi

AI Makin Ganas, Pertahanan Siber Indonesia Terancam! Cisco Bongkar Titik Lemah di Balik Skor 72

by Syamhudi
Kamis, 15 Oktober 2026
31

RECOMMENDED

FIFGROUP Gaspol Tebar Kepedulian Jelang IMOS 2026, Ajak 34 Anak Yatim Bertualang Bersama Komunitas Motor

FIFGROUP Gaspol Tebar Kepedulian Jelang IMOS 2026, Ajak 34 Anak Yatim Bertualang Bersama Komunitas Motor

2 November 2026
11
Ekonomi Indonesia Dikepung Tekanan Global: The Fed Buka Peluang BI Naikkan Bunga, IHSG Ambruk 7,03%

Ekonomi Indonesia Dikepung Tekanan Global: The Fed Buka Peluang BI Naikkan Bunga, IHSG Ambruk 7,03%

2 November 2026
16

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM