MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 8 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 8 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

AI Makin Pintar, Ancaman Siber Ikut Mengintai: Ini Celah Barunya

Wahyu by Wahyu
Senin, 10 Agustus 2026
in Teknologi
AI Makin Pintar, Ancaman Siber Ikut Mengintai: Ini Celah Barunya
48
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Akamai mengingatkan perusahaan agar tidak lengah menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat. Dalam laporan keamanan terbaru State of the Internet (SOTI) bertajuk The Enterprise AI Usage Risk Report 2026, Akamai mengungkap munculnya celah baru yang berasal dari shadow AI, pengguna AI berintensitas tinggi, hingga ekstensi browser berbahaya.

Perkembangan AI di lingkungan perusahaan memang melaju pesat. Jika pada awal 2025 penggunaannya masih sebatas uji coba, kini AI telah berubah menjadi kebutuhan strategis. Masalahnya, adopsi yang begitu cepat tidak selalu diikuti sistem keamanan yang memadai.

“AI kini bukan lagi sekadar alat untuk meningkatkan produktivitas, melainkan telah menjadi rekan kerja yang memiliki akses langsung ke aset-aset paling berharga perusahaan,” ujar Or Eshed, Vice President, Enterprise Security Product and Engineering Akamai.

Menurutnya, pendekatan keamanan lama yang berfokus pada perpindahan file dan email sudah tidak cukup. Data sensitif kini dapat tersebar melalui jutaan prompt, akun AI pribadi yang tidak terkelola, hingga agen AI yang mampu bertindak secara otonom.

Tiga Ancaman Baru Berbasis AI

Laporan Akamai menemukan tiga metode serangan baru yang berpotensi melewati pertahanan keamanan konvensional.

Pertama, vibe hacking, yakni manipulasi file instruksi markdown di lingkungan kerja pengembang. Perubahan kecil dapat membuat asisten pemrograman berbasis AI menghasilkan kode berbahaya atau menjalankan tindakan yang tidak semestinya.

Kedua, CursorJacking. Serangan ini memanfaatkan ekstensi browser dengan izin akses luas untuk mencuri kunci API, basis kode perusahaan, hingga riwayat percakapan dari browser. Salah satu targetnya adalah asisten pemrograman berbasis AI seperti Cursor.

Ketiga, CometJacking, yang memanfaatkan indirect prompt injection melalui halaman web publik. Teknik ini dapat memanipulasi agen AI di perangkat pengguna hingga mengirimkan file lokal, email, bahkan kredensial sesi tanpa sepengetahuan pengguna.

Lima Langkah untuk CISO

Untuk mengimbangi risiko tersebut, Akamai merekomendasikan lima langkah bagi Chief Information Security Officer (CISO).

Pertama, fokus memantau sekitar 5% pengguna AI paling aktif yang menghasilkan sebagian besar interaksi melalui prompt. Kedua, menghilangkan shadow AI dengan menerapkan SSO dan mengidentifikasi layanan AI berbasis SaaS yang digunakan karyawan.

Ketiga, memperketat pengawasan pada lapisan interaksi dengan menganalisis prompt, aktivitas copy-paste, dan unggahan dokumen secara real time.

Keempat, mengevaluasi ekstensi browser dan IDE sebagai perangkat lunak dengan hak akses tinggi. Akamai mencatat hampir 75% ekstensi AI meminta izin akses tingkat tinggi atau kritis, sementara 16,3% di antaranya memiliki CVE yang telah diketahui.

Kelima, menerapkan prinsip hak akses minimum serta pemantauan perilaku terhadap agen AI otonom yang bertindak atas nama karyawan.

Memasuki tahun ke-12, laporan SOTI Akamai kembali menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga membuka medan baru bagi serangan siber. Bagi perusahaan, tantangannya kini bukan lagi sekadar membatasi penggunaan AI, melainkan memastikan AI digunakan secara aman, terkontrol, dan tetap dapat dipercaya. * (Syam/Wah)

Post Views141 Views
Tags: AIAkamaiancaman siberSOTI Akamai

Related Posts

Samsung Innovation Campus Asah 6.000 Talenta Muda, Coding Jadi Fondasi Menuju Era AI
Sosialita

Samsung Innovation Campus Asah 6.000 Talenta Muda, Coding Jadi Fondasi Menuju Era AI

by Wahyu
Minggu, 4 Oktober 2026
21
AI Makin Dipakai Karyawan, Celah Kebocoran Data Makin Besar. Akamai Siapkan Solusinya
Teknologi

AI Makin Dipakai Karyawan, Celah Kebocoran Data Makin Besar. Akamai Siapkan Solusinya

by Syamhudi
Selasa, 15 September 2026
43

RECOMMENDED

Warisan Inggris Bertemu Teknologi China, FREELANDER Jadi Kartu Baru Chery Group

Warisan Inggris Bertemu Teknologi China, FREELANDER Jadi Kartu Baru Chery Group

8 Oktober 2026
9
ID. Buzz Taklukkan 92 Negara, Indonesia Jadi Bagian dari Rekor Dunia Volkswagen

ID. Buzz Taklukkan 92 Negara, Indonesia Jadi Bagian dari Rekor Dunia Volkswagen

8 Oktober 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    604 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM