Jakarta, Mediaprofesi.id – Memilih susu formula untuk anak kini tak cukup hanya dengan melihat klaim pada bagian depan kemasan. Kandungan seperti AA, DHA, protein, vitamin, mineral, hingga gula tambahan memang penting diperhatikan. Namun, ada satu hal lain yang tak kalah penting: dari mana sumber susu tersebut berasal dan bagaimana perjalanannya hingga menjadi produk siap konsumsi?
Pada sejumlah produk susu formula di Indonesia, “susu bubuk” tercantum sebagai salah satu komposisi utama. Kondisi ini membuat konsumen belum tentu mudah mengetahui asal bahan baku maupun proses yang dilalui sebelum susu menjadi produk akhir.
Padahal, kualitas susu formula tidak hanya ditentukan oleh kandungan nutrisinya. Kualitas juga berawal dari bahan baku, kondisi peternakan, kesehatan dan pakan sapi, proses pemerahan, pengangkutan, hingga pengolahan dan pengendalian mutu di fasilitas produksi.
Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang–pediatri sosial, mengatakan orang tua perlu melihat susu formula secara lebih menyeluruh, bukan semata berdasarkan klaim pada label.
“Informasi pada label tentu penting. Namun, kualitas suatu produk juga perlu dipahami dari transparansi sumber bahan bakunya, bagaimana susu diproses, serta bagaimana kualitasnya dikendalikan pada setiap tahap,” ujar Prof. Rini.

Mengapa Sumber Susu Penting?
Kualitas bahan baku menjadi salah satu bagian awal dari perjalanan susu formula. Lingkungan peternakan, kesehatan sapi, kualitas pakan, hingga konsistensi pengelolaan berperan dalam menjaga kualitas susu.
Karena itu, ekosistem produksi yang terintegrasi menjadi penting. Pengelolaan yang terhubung mulai dari peternakan, pengumpulan susu, fasilitas produksi hingga pengendalian mutu dapat membantu penerapan standar secara konsisten sekaligus mendukung keterlacakan bahan baku.
Setelah diperah, susu melewati berbagai tahapan pengolahan sebelum menjadi formula. Setiap proses membutuhkan standar produksi dan pengujian yang ketat, termasuk pada tahap penerimaan bahan baku, pengolahan dan pengemasan.
Salah satu proses penting adalah pemanasan untuk menjaga keamanan mikrobiologis. Namun, intensitas pemanasan juga perlu dikelola secara tepat karena dapat memengaruhi karakteristik sejumlah komponen susu.
Sebuah studi dalam Journal of Food Science menunjukkan bahwa peningkatan intensitas pemanasan awal cenderung meningkatkan sejumlah indikator reaksi Maillard pada susu bubuk dan susu rekonstitusi. Reaksi Maillard merupakan reaksi antara gula alami dalam susu dengan protein atau asam amino.
“Proses pemanasan tetap diperlukan untuk menjaga keamanan produk. Yang perlu diperhatikan bukan sekadar ada atau tidaknya pemanasan, tetapi bagaimana seluruh tahapan produksi dikelola dan dikendalikan secara konsisten,” kata Prof. Rini.
Tak Sekadar Cek Komposisi
Melalui kampanye #CekTransparansiAceKid, AceKid mengajak orang tua memperluas kebiasaan membaca label dengan turut memperhatikan sumber susu, perjalanan bahan baku, proses pengolahan, serta sistem pengendalian kualitas.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari Ace Fresh Journey: Dari Susu Segar, Nutrisi Lebih Baik, yang memperkenalkan perjalanan susu sejak dari sumbernya. Proses ini mencakup pengelolaan peternakan, kesehatan dan pakan sapi, pemerahan dan pengangkutan, hingga pengolahan di fasilitas produksi dalam ekosistem terintegrasi FEIHE.
AceKid menggunakan susu segar sebagai komposisi utama melalui One-Step Fresh Process, yakni pengolahan susu segar secara langsung menjadi formula dalam satu tahap produksi. Pendekatan tersebut ditujukan untuk meminimalkan tahapan pemrosesan berulang dan didukung sistem pengendalian kualitas yang terintegrasi.

Tiga Hal yang Perlu Dicek
Agar lebih memahami produk yang dipilih, orang tua dapat memperhatikan tiga hal:
Pertama, apa bahan utama produknya? Daftar komposisi dapat memberikan gambaran mengenai bahan utama, pemanis, maupun bahan tambahan yang digunakan.
Kedua, dari mana sumber susunya? Informasi ini membantu memahami asal bahan baku dan bagaimana peternakan, kesehatan sapi, pemerahan serta pengangkutan dikelola.
Ketiga, bagaimana susu diproses dan dikendalikan kualitasnya? Standar produksi, pengujian, pengendalian mutu dan keterlacakan menjadi bagian penting untuk diperhatikan.
Pada akhirnya, memilih susu formula bukan hanya soal apa yang tercantum di label, tetapi juga memahami perjalanan bahan bakunya. Dengan informasi yang lebih lengkap dan transparan, orang tua dapat membuat pilihan yang lebih terinformasi sesuai kebutuhan anak. * (Syam)





