Jakarta, Mediaprofesi.id – Teknologi penanggulangan bencana dan penyelamatan terus berkembang. Hal itu terlihat dalam pameran Exhibition for Disaster Relief and Rescue (EDRR) Indonesia 2026 yang memasuki hari terakhir penyelenggaraan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Digelar sejak 12 Agustus 2026, EDRR Indonesia 2026 mempertemukan pemerintah, institusi pertahanan dan penyelamatan, lembaga riset, pelaku industri, hingga penyedia teknologi keselamatan dari dalam dan luar negeri.
Sejumlah instansi strategis turut ambil bagian, di antaranya Polri, TNI AD, TNI AL, TNI AU, BNPB, Basarnas, BMKG, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, BPBD DKI Jakarta, BRIN, UGM, Universitas Pertahanan RI, serta MER-C Indonesia.
Project Director Seven Event, Vista Limbong, mengatakan salah satu daya tarik utama EDRR Indonesia 2026 adalah hadirnya beragam teknologi terbaru untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana.
“EDRR Indonesia 2026 menjadi ajang unjuk teknologi unggulan dalam bidang keselamatan dan mitigasi bencana. Mulai dari robot penyelamat berbasis kecerdasan buatan, sistem pemetaan bencana 3D, kendaraan medis darurat, hingga peralatan proteksi diri dan evakuasi terkini dipamerkan secara langsung,” ujar Vista.
Menurutnya, kehadiran berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mempercepat penanganan saat bencana terjadi.
Salah satu area yang menarik perhatian adalah kendaraan operasional dan pertolongan darurat. Sejumlah produsen dan karoseri, seperti PT Ambulance Pintar Indonesia, Delima Mandiri, Mitsubishi FUSO, Wuling, Farizon, dan PT Pundarika Atma Semesta, menampilkan kendaraan khusus untuk mendukung kebutuhan evakuasi, medis, hingga pemadam kebakaran.

Tak hanya mengandalkan kendaraan, EDRR 2026 juga membawa teknologi digital dan kecerdasan buatan ke dalam sistem penanggulangan bencana.
Perusahaan seperti Deep Robotics, Unitree, Genisom AI, Roboticplus.AI, Kinexus Intelligent Technology, Aetosky, Lamilab, Midu Technology, Hytera Communications, Victel, Dahua Vision Technology Indonesia, dan Shanghai Runtoo Infortech menghadirkan solusi robotika, pemetaan, serta sistem komunikasi darurat.
Teknologi tersebut dirancang untuk membantu petugas memperoleh informasi kondisi lapangan secara lebih cepat dan akurat, terutama ketika menghadapi wilayah berisiko atau sulit dijangkau manusia.
Sementara itu, kebutuhan penyelamatan dan perlindungan kebakaran juga mendapat porsi besar melalui beragam peralatan medis, evakuasi, pemadam kebakaran, serta perlengkapan keselamatan dari sejumlah perusahaan internasional.
Kehadiran industri pendukung di sektor energi, material khusus, kelistrikan, hingga perlindungan risiko semakin melengkapi ekosistem yang ditampilkan dalam pameran ini.
Dengan mempertemukan teknologi, pemerintah, industri, lembaga riset, dan komunitas kemanusiaan, EDRR Indonesia 2026 tidak sekadar menjadi ajang pamer produk. Pameran ini juga menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan dukungan teknologi yang semakin adaptif.
Melalui rangkaian pameran selama tiga hari, EDRR Indonesia 2026 menegaskan pentingnya inovasi dan kerja sama untuk membangun Indonesia yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana. * (Syam/Pra)





