Jakarta, Mediaprofesi.id – Pemahaman tentang keuangan menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan ekonomi. Masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga perlu memahami cara mengelola, mengamankan, dan mengembangkan keuangan secara sehat.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Asuransi Astra bersama MarkPlus Corporation menghadirkan ACTION! (Agent of Change for Financial Literacy & Inclusion) 2026. Program ini mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk merancang sekaligus menjalankan solusi atas persoalan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
Setelah melewati sejumlah tahapan seleksi, sebanyak 12 dari 79 tim dari berbagai universitas terpilih untuk memasuki tahap implementasi. Masing-masing tim memperoleh modal implementasi sebesar Rp10 juta, sekaligus mendapatkan sesi coaching dari Asuransi Astra.
Dalam Virtual Grand Roadshow ACTION! 2026, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK M. Ismail Riyadi mengungkapkan, berdasarkan data SNLIK 2025, masih terdapat kesenjangan sekitar 14% antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

Artinya, dari setiap tujuh orang yang menggunakan produk keuangan, hanya satu orang yang benar-benar memahami produk tersebut.
“Peran mahasiswa sebagai agent of change dalam literasi keuangan adalah mengubah pola pikir, dari yang awalnya hanya fokus pada cara ‘menghabiskan uang’ atau ‘kaya dengan instan’ menjadi paham cara ‘mengelola, mengamankan, dan mengembangkan uang’ secara sehat demi masa depan,” ujar Ismail.
Menurutnya, ACTION! diharapkan dapat mendorong mahasiswa menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan masing-masing.
Program ACTION! 2026 dibuka pada 3 Juni 2026 dan mendapat respons dari mahasiswa di berbagai daerah. Sebanyak 82 proposal didaftarkan oleh 79 tim. Setelah melalui proses seleksi, 20 proposal terbaik masuk tahap penjurian melalui presentasi daring.
Semula, Asuransi Astra hanya akan memilih 10 proposal untuk mendapatkan modal implementasi. Namun, melihat kualitas ide serta potensi dampak yang dihasilkan, jumlahnya ditambah menjadi 12 tim.

Keduabelas tim tersebut adalah Aurora dari Universitas Syiah Kuala, Berjaya dan Trihas dari IPB University, Bismillah dan Dementor dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Doa Mama dari Universitas Gadjah Mada, Fajar Indah dari Universitas Sebelas Maret, Koen Saltink dari Universitas Airlangga, Lumina dan Melesat dari Universitas Tadulako, Pengen Magang di Astra dari Universitas Indonesia, serta Shifter dari Universitas Mercu Buana.
Tak berhenti pada pemberian modal, Asuransi Astra juga memberikan sesi coaching yang melibatkan peace leader Asuransi Astra dan fasilitator eksklusif MarkPlus. Pendampingan ini ditujukan agar setiap program dapat dijalankan secara efektif, menyampaikan informasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan, serta menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat sasaran.
Setelah tahap implementasi selesai, seluruh peserta akan melaporkan hasil program untuk menentukan Juara 1, 2, dan 3. Para pemenang selanjutnya akan diundang dalam Talkshow and Awarding Ceremony ACTION! yang menjadi bagian dari puncak perayaan #TujuhDekadeAsuransiAstra di Jakarta pada September mendatang.
“ACTION! merupakan wadah bagi mahasiswa untuk merealisasikan ide-ide perubahan inovatifnya agar dapat menghasilkan dampak nyata,” ujar Head of PR, Marcomm, and Event Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto.
Ia berharap pendampingan yang diberikan dapat membantu para peserta menjalankan program secara optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. * (Syam/Wah)





