MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 31 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 31 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Perang Talenta di Balik Booming Mobil Listrik, VinFast Pilih Cetak Insinyur dari Kampus

Wahyu by Wahyu
Minggu, 30 Agustus 2026
in Ekonomi
Perang Talenta di Balik Booming Mobil Listrik, VinFast Pilih Cetak Insinyur dari Kampus
19
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Industri otomotif sedang memasuki babak baru. Ketika kendaraan listrik semakin bergantung pada perangkat lunak, baterai, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi pintar, persaingan produsen mobil ternyata bukan lagi sekadar soal siapa yang mampu membuat kendaraan terbaik.

Ada persaingan lain yang tak kalah penting: siapa yang mampu mendapatkan dan mengembangkan talenta terbaik.

Setelah lebih dari satu abad bertumpu pada keahlian manufaktur, kendaraan modern kini berubah menjadi perpaduan antara perangkat lunak, AI, otomasi, teknologi baterai, dan konektivitas. Perubahan ini membuat industri otomotif harus berebut tenaga profesional dengan perusahaan teknologi raksasa dan startup.

Talenta yang diperebutkan pun semakin beragam, mulai dari insinyur perangkat lunak, spesialis AI, ahli baterai, hingga teknisi berketerampilan tinggi.

Sebuah analisis mengenai tantangan talenta di industri otomotif menyebut keberhasilan pada era baru ini sangat bergantung pada kemampuan produsen dan pemasok mengembangkan tenaga kerja yang mampu menguasai perangkat keras sekaligus perangkat lunak, serta menjembatani keahlian mekanis dengan kemampuan digital.

Tantangannya tidak kecil. Sektor otomotif Jerman menghadapi kekurangan sekitar 80.000 tenaga profesional terampil pada 2024. Sementara di Inggris terdapat lebih dari 14.000 lowongan di sektor otomotif, tetapi hanya 27% tenaga kerja yang saat ini memiliki kualifikasi untuk bekerja secara aman pada kendaraan listrik.

Karena itu, sejumlah pelaku industri mulai mengubah strategi. Pengembangan talenta tidak lagi dilakukan setelah kebutuhan tenaga kerja muncul, tetapi dimulai jauh sebelum proses rekrutmen.

Beberapa produsen bahkan menginvestasikan ratusan juta euro setiap tahun untuk pelatihan. Perusahaan lainnya mengalokasikan puluhan juta pound untuk pengembangan keterampilan yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik dan manufaktur canggih.

Cetak Insinyur dari Kampus

Strategi tersebut salah satunya dijalankan VinFast. Produsen kendaraan listrik asal Vietnam ini membangun jalur pengembangan talenta sejak bangku pendidikan.

Sebagai bagian dari Vingroup, VinFast memiliki akses ke ekosistem yang mencakup pendidikan, penelitian, dan teknologi. Pada 2025, VinFast dan VinUniversity menjalin kemitraan strategis di bidang teknologi baterai dan material canggih.

Kolaborasi tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti untuk terlibat dalam proyek penelitian bersama, pelatihan teknis, serta program magang bersama para ahli VinFast.

Di luar ekosistem Vingroup, VinFast juga menggandeng 19 universitas dan institusi pendidikan tinggi di Vietnam. Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, seperti teknik otomotif, mekatronika, teknik elektro dan elektronika, otomasi, hingga teknologi informasi.

VinFast turut menyediakan peralatan praktik dan material perbaikan teknis asli, sekaligus memasukkan materi kendaraan listrik ke dalam kurikulum. Mahasiswa dapat mempelajari sistem baterai, powertrain, hingga perangkat lunak diagnostik.

Mereka juga mendapat kesempatan mengikuti magang di fasilitas manufaktur dan bengkel layanan purnajual VinFast. Kandidat berprestasi bahkan diprioritaskan untuk direkrut setelah lulus.

Strategi serupa diterapkan ketika VinFast berekspansi ke pasar internasional. Di India, perusahaan menargetkan 3.000–3.500 lapangan kerja langsung di pabrik Tamil Nadu, dengan sekitar 80% tenaga kerja berasal dari lulusan baru dan peserta pelatihan lokal.

Sementara di Indonesia, pabrik VinFast di Subang pada tahap awal menyerap sekitar 1.700 tenaga kerja. Perusahaan juga memberikan pelatihan kepada staf manajerial di Vietnam selama tiga hingga empat bulan dan mendatangkan tenaga ahli dari Vietnam untuk melatih teknisi lokal.

Seiring peningkatan kapasitas produksi, jumlah tenaga kerja dan program pelatihan diharapkan ikut bertambah.

Pengamat industri Phạm Minh menilai strategi tersebut tidak hanya menguntungkan satu perusahaan. Menurutnya, sumber daya manusia harus menjadi “urat nadi” di seluruh rantai nilai kendaraan listrik, mulai dari riset dan pengembangan, manufaktur, pengendalian kualitas, hingga layanan purnajual.

Sementara Nguyễn Văn Việt menilai kolaborasi industri dan pendidikan dapat memperkecil kesenjangan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan dunia kerja.

“Model ini menciptakan nilai bagi ketiga pemangku kepentingan: perusahaan mendapatkan talenta yang sesuai, institusi pendidikan dapat memperbarui kurikulum, dan mahasiswa memperoleh akses ke lebih banyak peluang karier berkualitas,” ujarnya.

Pada akhirnya, ketika teknologi kendaraan listrik berkembang semakin cepat, satu hal menjadi semakin jelas: masa depan otomotif bukan hanya ditentukan oleh baterai dan software, tetapi juga oleh manusia yang mampu menciptakan dan mengembangkannya. * (Syam/Wah)

Post Views130 Views
Tags: KampusKendaraan Listriktalenta digitalVinFast

Related Posts

Honda Pamer Taring di GIIAS Makassar 2026, Logo Baru Diperkenalkan, HR-V Mugen hingga Super-ONE Jadi Andalan
Ekonomi

Honda Gempur Pasar Makassar: Cicilan Mobil Mulai Rp1 Jutaan, Tenor Panjang hingga 8 Tahun

by Wahyu
Jumat, 30 Oktober 2026
9
BAIC Gempur Pasar Makassar, Diskon SUV hingga Rp100 Juta, BJ30 Hybrid Dibanderol Rp559 Juta
Ekonomi

BAIC Gempur Pasar Makassar, Diskon SUV hingga Rp100 Juta, BJ30 Hybrid Dibanderol Rp559 Juta

by Wahyu
Rabu, 28 Oktober 2026
9

RECOMMENDED

Chery Gempur Pasar SUV Keluarga: TIGGO X7 Sanggup Terjang Genangan 700 mm, TIGGO 7 Andalkan 20+ Fitur Keselamatan

Chery Gempur Pasar SUV Keluarga: TIGGO X7 Sanggup Terjang Genangan 700 mm, TIGGO 7 Andalkan 20+ Fitur Keselamatan

30 Oktober 2026
3
LEPAS Pamer Taring di Jakarta Fashion Week 2027, Dunia Otomotif dan Fashion Adu Gengsi, L8 PHEV hingga E4 EV Jadi Sorotan

LEPAS Pamer Taring di Jakarta Fashion Week 2027, Dunia Otomotif dan Fashion Adu Gengsi, L8 PHEV hingga E4 EV Jadi Sorotan

30 Oktober 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM