Jakarta, Mediaprofesi.id – Bali ternyata bukan sekadar destinasi yang ramai dikunjungi sekali lalu ditinggalkan. Pulau Dewata justru semakin kuat membuat wisatawan ingin kembali, bahkan menempati posisi ketiga dalam Repeat Visitor Ranking 2026 yang dirilis Agoda.
Berdasarkan data pemesanan Agoda sepanjang paruh pertama 2026, Bali naik satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya dan untuk pertama kalinya masuk tiga besar destinasi dengan tingkat kunjungan ulang tertinggi di Asia. Bali menggeser Seoul yang turun ke posisi keempat.
Tokyo berada di posisi pertama, disusul Bangkok. Setelah Bali dan Seoul, Osaka melengkapi lima besar. Sementara itu, Da Nang, Kuala Lumpur, Fukuoka, Taipei, dan Johor Bahru turut masuk dalam jajaran 10 besar.
Lalu, apa yang membuat wisatawan mau datang kembali ke Bali?
Jawabannya bukan hanya karena ada tempat favorit yang ingin dikunjungi lagi. Bali menawarkan begitu banyak pengalaman yang berbeda sehingga setiap kunjungan bisa terasa seperti perjalanan baru.
Wisatawan dapat menikmati pantai dan alam, menjelajahi budaya serta kuliner, hingga mencari pengalaman wellness dan spiritual. Pilihan tersebut terus berkembang, memberikan alasan baru bagi wisatawan untuk kembali meski sebelumnya sudah pernah datang.
Tingginya minat terhadap Bali juga tercermin dari arus wisatawan mancanegara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara pada Juli 2026 mencapai 697.809 kunjungan, naik 15,34% dibandingkan Juni 2026.
Pengembangan pengalaman wisata baru, termasuk wellness yang memadukan unsur budaya, alam, dan spiritualitas, ikut memperkaya daya tarik Bali. Bagi wisatawan yang pernah berkunjung, hal ini membuka peluang untuk menikmati sisi berbeda dari destinasi yang sama.
Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, mengatakan kunjungan ulang merupakan salah satu indikator kuat yang menunjukkan daya tarik sebuah destinasi.
“Bali adalah contohnya, yang terus menarik wisatawan untuk kembali karena keindahan alamnya, kekayaan budaya, gaya hidup tropis yang dinamis, serta pengembangan atraksi-atraksi baru yang berkelanjutan,” ujarnya.
Fenomena Bali menunjukkan bahwa mempertahankan daya tarik destinasi tidak selalu berarti menghadirkan sesuatu yang sepenuhnya baru. Yang lebih penting adalah menyediakan cukup banyak pengalaman sehingga wisatawan selalu memiliki alasan untuk kembali.
Dengan semakin beragamnya aktivitas, atraksi, dan akomodasi, perjalanan kedua, ketiga, atau bahkan berikutnya ke Bali dapat menawarkan cerita yang berbeda dari kunjungan sebelumnya.
Untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan, Agoda menyediakan lebih dari 6 juta akomodasi, lebih dari 130.000 rute penerbangan, serta lebih dari 300.000 aktivitas yang dapat dipesan dalam satu platform. * (Syam)





