MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

CAFTA 3.0 Bergulir, Indonesia Bidik Lonjakan Ekspor dan Investasi Teknologi di Tiongkok

Syamhudi by Syamhudi
Rabu, 23 September 2026
in Ekonomi
CAFTA 3.0 Bergulir, Indonesia Bidik Lonjakan Ekspor dan Investasi Teknologi di Tiongkok
1
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Fase baru integrasi ekonomi Tiongkok dan Asia Tenggara resmi bergulir melalui implementasi Protokol Upgrade Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN (CAFTA 3.0). Momentum ini dimanfaatkan Indonesia untuk memperluas pasar ekspor sekaligus membuka kemitraan teknologi strategis berbasis kecerdasan buatan (AI).

Peluang tersebut dibidik melalui keikutsertaan Indonesia dalam The 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), Guangxi, Tiongkok, 17–21 September 2026.

Paviliun Indonesia seluas 2.000 meter persegi di Hall D5 menjadi salah satu panggung utama promosi produk dan investasi nasional. Pembukaan paviliun dihadiri Konsul Jenderal RI di Guangzhou Arianto Surojo, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Andi Anzhar Cakra Wijaya, serta Ketua Umum MASTEL Sarwoto Atmosutarno.

Dari pihak Tiongkok hadir Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Daerah Otonomi Guangxi Zhuang Wu Jiashi dan Deputi Direktur Sekretariat China-ASEAN Expo Tang Hongping.

CAEXPO 2026 mengusung tema “CAFTA 3.0 Opportunities, Better Life” dan dibuka secara resmi oleh Wakil Perdana Menteri Pertama Tiongkok Ding Xuexiang bersama jajaran delegasi negara-negara ASEAN, termasuk Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn.

Ding menegaskan implementasi CAFTA 3.0 akan mendorong terbentuknya pasar regional yang lebih terbuka dan terintegrasi, termasuk melalui liberalisasi perdagangan jasa dan investasi lintas negara.

Di sektor teknologi, Tiongkok juga mendorong pemanfaatan AI melalui AI Grand Marketplace di CAEXPO. Menurut Ding, perkembangan teknologi pintar dan arsitektur digital diharapkan dapat diadopsi secara inklusif oleh industri dan pemerintah di Asia Tenggara.

Ekspor Hilirisasi Jadi Andalan

Konjen RI Guangzhou Arianto Surojo mengatakan CAEXPO menjadi momentum memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok. Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai US$154,58 miliar, tumbuh 21%. Sementara periode Januari-Juni 2026 telah mencapai US$100,04 miliar.

Menurut Arianto, Indonesia perlu terus menggeser orientasi ekspor dari komoditas mentah menuju produk bernilai tambah melalui hilirisasi.

“Indonesia bukan hanya pasar, tapi juga eksportir produk bernilai tinggi. Arah ke depan ekspor Indonesia tidak lagi fokus barang mentah, tetapi produk hilirisasi seperti besi, baja, feronikel, dan lainnya,” ujarnya.

Pada CAEXPO 2026, Indonesia mendorong penetrasi produk makanan olahan, sarang burung walet premium siap konsumsi, perhiasan, hingga furnitur.

Kementerian Perdagangan RI mengoordinasikan partisipasi Indonesia dengan menunjuk PT Pandu Arjuna (PAR) Indonesia sebagai mitra pelaksana Paviliun Indonesia.

Peluang transaksinya juga terus meningkat. Berdasarkan data Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, transaksi komitmen ekspor Indonesia di CAEXPO mencapai sekitar US$54,2 juta pada 2022, kemudian Rp106,45 miliar pada 2023 dan Rp479,4 miliar pada 2024.

Pada CAEXPO 2025, nilainya melonjak menjadi US$132,07 juta atau sekitar Rp2,17 triliun.

KADIN Indonesia menilai implementasi CAFTA 3.0 dapat membuka ruang lebih besar bagi manufaktur dan UMKM nasional untuk masuk ke rantai pasok regional.

“Implementasi perdagangan bebas fase ketiga ini membuka ruang bagi rantai pasok industri manufaktur dan UMKM kita untuk sejajar,” ujar Andi Anzhar Cakra Wijaya.

AI Masuk ke Rantai Pasok

Selain ekspor dan investasi, teknologi menjadi agenda penting CAEXPO 2026. Ekosistem transaksi lintas negara kini semakin terintegrasi melalui konektivitas dompet digital lokal dengan jaringan pembayaran di Tiongkok melalui Alipay+.

Pameran juga menghadirkan konsep AI Supermarket yang menampilkan berbagai perangkat AI siap pakai.

Bappenas memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap perkembangan arsitektur AI yang dapat mendukung pengembangan kota pintar berkelanjutan di Indonesia.

Sementara itu, MASTEL menjajaki kemitraan dengan China-ASEAN AI Application Cooperation Center, terutama untuk meningkatkan efisiensi logistik.

Ketua Umum MASTEL Sarwoto Atmosutarno menilai AI semakin berperan sebagai infrastruktur inti dalam transformasi industri.

“Target kami adalah pemangkasan beban biaya operasional industri nasional lewat adopsi sistem cerdas ini,” kata Sarwoto.

Dari sisi investasi daerah, Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Bintan-Karimun turut dipromosikan. Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memimpin diplomasi ekonomi dengan calon investor asal Tiongkok untuk mengoptimalkan potensi kawasan tersebut.

Sementara itu, Pertamina membawa UMKM binaannya untuk menembus pasar global, berdampingan dengan PT Maspion, Pelindo, dan Krakatau Sarana Infrastruktur.

Pada hari pertama CAEXPO, PT Danadyaksa Patangga Nusantara juga menandatangani MoU dengan Jiangsu Navston Technology/Galaxy Link untuk mengembangkan infrastruktur telekomunikasi berbasis satelit N-GSO di Indonesia dan kawasan regional.

Dengan kombinasi ekspor hilirisasi, investasi kawasan, digitalisasi transaksi, hingga teknologi AI, CAEXPO 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi Indonesia untuk menangkap peluang baru dari implementasi CAFTA 3.0. * (Syam)

Post Views1 Views
Tags: CaexpoCAFTA 3.0PT Danadyaksa Patangga Nusantara

Related Posts

Paviliun Indonesia Hadir di CAEXPO-CABIS 2024: Mengukuhkan Hubungan Dagang RI-Tiongkok
Ekonomi

Paviliun Indonesia Hadir di CAEXPO-CABIS 2024: Mengukuhkan Hubungan Dagang RI-Tiongkok

by Syamhudi
Selasa, 24 September 2024
22

RECOMMENDED

CAFTA 3.0 Bergulir, Indonesia Bidik Lonjakan Ekspor dan Investasi Teknologi di Tiongkok

CAFTA 3.0 Bergulir, Indonesia Bidik Lonjakan Ekspor dan Investasi Teknologi di Tiongkok

23 September 2026
1
OMRON: Jangan Tunggu Jantung Beri Sinyal Bahaya, Kampanye “Don’t Miss A Beat” Dorong Deteksi Dini

OMRON: Jangan Tunggu Jantung Beri Sinyal Bahaya, Kampanye “Don’t Miss A Beat” Dorong Deteksi Dini

23 September 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    601 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM