MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 25 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 25 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

600 Anak Panah Sehari, Gigi Kholidin Jadi “Senjata” Menuju Para Games 2026

Wahyu by Wahyu
Jumat, 25 September 2026
in Gaya Hidup
600 Anak Panah Sehari, Gigi Kholidin Jadi “Senjata” Menuju Para Games 2026
8
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Bayangkan harus menarik tali busur dengan gigi, lalu melontarkan hingga 600 anak panah dalam satu hari. Bagi Kholidin, pemanah para-Indonesia, hal itu bukan sekadar tantangan, melainkan bagian dari rutinitas untuk mengejar prestasi di panggung internasional.

Sejak menekuni panahan pada 2017, Kholidin terus bereksperimen dan menyempurnakan tekniknya hingga mampu menarik serta melepaskan tali busur menggunakan mulut dan giginya. Teknik unik tersebut kini menjadi bagian penting dari gaya bertandingnya.

Namun, ada konsekuensi yang harus diperhatikan. Dalam latihan intensif, Kholidin biasanya melepaskan 250 hingga 500 anak panah per hari. Pada fase latihan puncak, jumlahnya bahkan bisa mencapai 600 anak panah.

Artinya, gigi, gusi, dan rahang harus berulang kali menopang mekanisme menarik dan melepaskan tali busur. Di sinilah kesehatan mulut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan seorang atlet.

Melihat kebutuhan tersebut, Pepsodent menghadirkan kolaborasi “Bite Into Glory” bersama Kholidin. Dukungan ini mencakup perawatan periodontal profesional di Solo serta peningkatan rutinitas perawatan mulut yang dirancang untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi Kholidin selama menjalani latihan.

“Saya menyadari bahwa cara saya memanah sekarang sudah tidak sama seperti sebelumnya, tetapi kecintaan saya terhadap olahraga ini tidak pernah berubah. Bagi saya, yang terpenting adalah terus mencari cara untuk menjadi lebih baik,” ujar Kholidin.

Bagi Kholidin, menjaga kesehatan mulut kini memiliki makna lebih jauh daripada sekadar rutinitas sehari-hari. Gigi dan mulut merupakan bagian dari teknik yang secara langsung digunakan dalam latihan maupun pertandingan.

Oral Care Category Lead Unilever Indonesia, Rikka Anggitha, mengatakan perjalanan Kholidin menunjukkan bagaimana konsistensi, kerja keras, dan kegigihan dapat membentuk seorang atlet untuk terus berkembang.

“Bagi Kholidin, gigi dan mulut bukan hanya penting bagi kesehatan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian penting dari teknik yang ia kembangkan untuk berlatih dan bertanding,” kata Rikka.

Menurut Rikka, kolaborasi “Bite Into Glory” menjadi bentuk dukungan Pepsodent dalam mendampingi Kholidin menuju panggung internasional. Kolaborasi tersebut juga terasa natural karena Kholidin telah menggunakan Pepsodent selama bertahun-tahun.

Dari sisi kesehatan, Pepsodent Expert dr. Mirah menilai kondisi gusi dan jaringan gigi Kholidin perlu mendapat perhatian mengingat tingginya intensitas latihan serta penggunaan gigi dan mulut dalam teknik memanah.

“Perawatan periodontal yang tepat dapat membantu menjaga kondisi kesehatan mulutnya agar tetap optimal dan kuat, sehingga ia dapat terus menjalani latihan dengan baik dalam persiapannya menuju kompetisi internasional,” ujar dr. Mirah.

Kini, target berikutnya sudah di depan mata. Kholidin tengah mematangkan persiapan menuju Para Games 2026 yang akan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Prefektur Aichi, Jepang.

“Setiap kompetisi adalah kesempatan untuk belajar, mengevaluasi diri, dan terus berkembang. Teknik saya mungkin berbeda, tetapi ambisi saya sebagai atlet tetap sama: menjadi lebih baik setiap hari dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” tutur Kholidin.

Lewat “Bite Into Glory”, Pepsodent ingin menunjukkan bahwa kesehatan mulut dapat menjadi bagian dari persiapan performa, termasuk bagi atlet dengan kebutuhan yang sangat spesifik.

Bagi Kholidin, perjalanan menuju podium bukan hanya soal busur, anak panah, dan ketepatan sasaran. Ada satu “senjata” yang setiap hari ikut bekerja keras: gigi dan mulutnya. * (Syam/Wah)

Post Views10 Views
Tags: anak panahBite Into Glorykesehatan gigi dan gusiKholidinPara Games 2026pemanahPepsodenttali busur panah

Related Posts

No Content Available

RECOMMENDED

50 Tahun Astra Otoparts, 25 Perusahaan Digelontorkan ke Automechanika Jakarta 2026, Bidik Peluang Baru Industri Otomotif

50 Tahun Astra Otoparts, 25 Perusahaan Digelontorkan ke Automechanika Jakarta 2026, Bidik Peluang Baru Industri Otomotif

25 September 2026
6
600 Anak Panah Sehari, Gigi Kholidin Jadi “Senjata” Menuju Para Games 2026

600 Anak Panah Sehari, Gigi Kholidin Jadi “Senjata” Menuju Para Games 2026

25 September 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    602 shares
    Share 241 Tweet 151
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    396 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    363 shares
    Share 145 Tweet 91
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM