Tangerang, Mediaprofesi.id – Pasar sepeda motor Indonesia kembali menjadi sasaran ekspansi bisnis aftermarket global. Astemo memanfaatkan ajang perdana Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 untuk memperkenalkan SHOWA EVO PD, produk suspensi aftermarket yang dirancang khusus menjawab kebutuhan pengendara harian.
Produk terbaru tersebut resmi diluncurkan Jumat (25/9/2026), sehari setelah AMJKT 2026 dibuka di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2, Tangerang, Banten. Pameran berlangsung 24-27 September 2026.
SHOWA EVO PD mengusung teknologi Position Dependence, yang memungkinkan karakter damping atau peredaman berubah mengikuti posisi dan stroke shock absorber. Teknologi ini dirancang agar motor tetap nyaman ketika dikendarai sendirian, namun lebih stabil saat membawa penumpang atau beban tambahan.
“SHOWA EVO PD akan memberikan kenyamanan baik ketika kita jalan sendiri ataupun ketika jalan berboncengan,” jelas perwakilan Astemo dalam peluncuran tersebut.
Teknologi tersebut dikembangkan melalui studi kondisi jalan di Asia, khususnya Indonesia. SHOWA EVO PD dibekali sejumlah komponen khusus, mulai dari special design spring, progressive bump stopper, low friction piston ring hingga Position Dependence.
Pada bagian spring, diameter wire diperbesar dan menggunakan tiga tingkat kekerasan untuk menghasilkan karakter yang lebih sporty, nyaman, sekaligus stabil. Kombinasi desain tersebut diklaim mampu meningkatkan energi serapan terhadap hentakan jalan sekitar 23% dibandingkan standar OEM.
Sementara progressive bump stopper menggunakan material polyurethane untuk membuat peredaman lebih progresif. Saat shock absorber mengalami bottoming, energi benturan diserap secara bertahap sehingga sensasi hentakan menjadi lebih halus.
SHOWA EVO PD juga menggunakan low friction piston ring berlapis Teflon untuk mengurangi gesekan ketika shock absorber bekerja. Hasilnya, pengendara diharapkan mendapatkan feeling berkendara yang lebih smooth.
Teknologi Position Dependence menjadi pembeda utama. Saat motor dikendarai sendirian dengan stroke shock absorber yang tidak terlalu dalam, damping force dibuat lebih rendah sehingga memberikan kenyamanan. Sebaliknya, ketika membawa penumpang atau melewati jalan rusak dan polisi tidur, stroke semakin dalam dan damping force meningkat untuk menjaga stabilitas.
Untuk tahap awal, SHOWA EVO PD diluncurkan untuk tujuh lineup sepeda motor Honda dengan empat pilihan warna.
Bidik Pasar 120 Juta Motor

Peluncuran ini sekaligus menegaskan strategi Astemo memperbesar bisnis aftermarket di Indonesia. Gary Plover, Astemo Global Aftermarket Business Unit Head, mengatakan Astemo terbentuk dari integrasi Hitachi Automotive Systems, Keihin, Showa, dan Nissin.
Astemo kini memiliki sekitar 80.000 karyawan, 134 lokasi di 26 negara, pendapatan tahunan sekitar 2,2 triliun Yen Jepang, serta mengalokasikan sekitar 10% pendapatannya untuk R&D. Perusahaan juga memiliki lebih dari 16.800 hak paten.
Menurut Rakesh Gandhi, Asia Aftermarket Business Unit Head, Indonesia menjadi pasar strategis karena memiliki lebih dari 120 juta sepeda motor. Bahkan, Asia secara keseluruhan memiliki hampir 600 juta sepeda motor.
“Ini adalah aktivitas peluncuran pertama untuk suspensi aftermarket Showa, dan itu dilakukan di Indonesia,” kata Gandhi.
Astemo menyebut sekitar tujuh dari 10 sepeda motor di Indonesia telah menggunakan teknologi Astemo pada komponen OEM. Melalui bisnis aftermarket, perusahaan ingin menawarkan peningkatan performa dari teknologi OEM tersebut kepada konsumen.
Gandhi menegaskan Indonesia memiliki posisi penting dalam strategi Astemo di Asia. Perusahaan telah memiliki investasi dan kemitraan manufaktur di Indonesia selama puluhan tahun melalui berbagai fasilitas Keihin, Showa, Nissin, dan Hitachi.
Kini, Astemo ingin membawa pengalaman teknologi OEM tersebut lebih jauh ke pasar aftermarket.
“Ini adalah wujud komitmen dan investasi kami di sisi aftermarket, dan kami akan terus berinvestasi di Indonesia,” tegas Gandhi. * (Syam)





