Jakarta, Mediaprofesi.id – Ketika bencana datang, kemampuan mengambil keputusan dalam hitungan menit bisa menentukan keselamatan banyak orang. Karena itu, kesiapan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi kondisi darurat.
PT United Tractors Tbk (UT) memperkuat sisi tersebut melalui program Aksi Perempuan Tangguh 2026, hasil kolaborasi pilar UTACTION dan INDITY bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Program yang digelar pada 21-22 September 2026 di Kantor Pusat BPBD DKI Jakarta ini menyasar kader perempuan dari lima wilayah DKI Jakarta. Peserta juga mencakup kader binaan UT, mulai dari Kader Kampung Tangguh Bencana (KATANA), Kader UMKM hingga Kader Bank Sampah di Jakarta Timur.
Yang dibangun bukan hanya pengetahuan, tetapi kapasitas untuk bertindak. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, fire rescue hingga pengoperasian peralatan keselamatan. Materi tersebut kemudian langsung diuji melalui simulasi agar peserta terbiasa menghadapi kondisi darurat dengan cepat, tepat dan terukur.

“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” ujar Corporate Social Responsibility Section Head UT, Dimas Aryo Wicaksono.
Ia menambahkan, Aksi Perempuan Tangguh diharapkan membuat peserta lebih siap menghadapi situasi darurat sekaligus mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada komunitas masing-masing.
CSR Berbasis Kapasitas
Pendekatan program ini terlihat dari keterlibatan sejumlah lembaga dan tim profesional. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Poliklinik UT serta Emergency Response Team (ERT) UT.
Hari kedua menjadi ujian lapangan melalui Lomba Uji Ketangkasan Aksi Perempuan Tangguh. Di sini, kemampuan peserta tidak berhenti pada penguasaan materi. Kerja sama tim, kecepatan bergerak hingga ketepatan mengambil tindakan dalam simulasi kondisi darurat ikut diuji.
PKK Jakarta Pusat meraih Juara 1, sementara Tim Kader Binaan UT dari UD Trucks menempati Juara 2 dan PKK Tambora, Jakarta Barat meraih Juara 3.

Penghargaan Juara Terkompak diberikan kepada Tim Komatsu Binaan UT, Best Team Work kepada Dharma Wanita Damkar, serta Tim Tercepat kepada PKK Gambir.
Kegiatan dibuka Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Yuni Wijayanti, S.Sos., M.Si., dan ditutup Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Ali Mansur Siregar.
UT pun terlibat langsung melalui dr. Yansen dari Poliklinik UT dan Kahono dari ERT UT sebagai narasumber sekaligus juri.
Bagi UT, penguatan kapasitas perempuan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi risiko. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti di lokasi pelatihan, tetapi mengalir ke keluarga dan komunitas.
Dari sini, dampak CSR diharapkan berkembang lebih luas: satu peserta membawa pengetahuan ke keluarga, lalu diteruskan ke lingkungan sekitarnya. Semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan merespons kondisi darurat, semakin kuat pula fondasi komunitas dalam menghadapi risiko bencana. * (Syam/Wah)





