Tangerang, Mediaprofesi.id – Industri beauty Indonesia sedang memasuki fase yang semakin menarik. Batas antara kecantikan, kesehatan, wellness, gaya hidup, hingga pariwisata makin tipis, sementara nilai bisnisnya terus membesar.
Momentum tersebut terlihat di Cosmobeauté Indonesia 2026 yang kembali digelar PT Pamerindo Indonesia pada 1–3 Oktober 2026 di Hall 5–9 Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Memasuki tahun ke-19, pameran ini datang dengan misi lebih besar. Bukan hanya memajang produk dan teknologi kecantikan, Cosmobeauté menjadi arena pertemuan brand, profesional, buyer, talenta kreatif, UMKM, hingga pemain internasional untuk memburu peluang bisnis baru.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa yang membuka Cosmobeauté Indonesia 2026 menyoroti semakin kuatnya hubungan antara beauty dan wellness.
“Beauty tidak lagi hanya berbicara tentang penampilan, tetapi semakin terhubung dengan wellness,” ujarnya.
Angkanya menunjukkan potensi yang tak kecil. Berdasarkan data Global Wellness Institute, ekonomi wellness global mencapai sekitar US$6,8 triliun pada 2024 dan diproyeksikan melonjak menjadi US$9,8 triliun pada 2029.
Indonesia pun punya modal besar. Pada 2024, Indonesia tercatat sebagai pasar wellness terbesar di Asia Tenggara dengan nilai sekitar US$55,77 miliar.
Potensi inilah yang ingin ditangkap lebih agresif melalui pengembangan pariwisata berkualitas. Menurut Ni Luh Puspa, wisata wellness dan kesehatan juga berpotensi membuat wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang.
Efek berantainya pun luas. Hotel, restoran, transportasi, pusat belanja hingga berbagai layanan lokal ikut menikmati perputaran ekonomi tersebut.
Beauty Bertemu Pariwisata
Pertumbuhan pariwisata Indonesia sendiri menjadi fondasi tambahan. Sepanjang Januari–Juli 2026, Indonesia mencatat 8,98 juta kunjungan wisatawan mancanegara, tumbuh 5,23% dibandingkan periode yang sama 2025.
Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 737,85 juta perjalanan, naik 3,34% secara tahunan.
Sementara itu, devisa pariwisata pada semester I 2026 mencapai US$8,43 miliar.
Di tengah angka tersebut, business event seperti Cosmobeauté memiliki posisi strategis karena mempertemukan kepentingan bisnis dan pariwisata dalam satu ekosistem.
Kehadiran peserta dan buyer dari berbagai negara membuka peluang transaksi sekaligus membawa wisatawan bisnis menikmati destinasi Indonesia.
Talenta Kreatif Ikut Berebut Panggung
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai Cosmobeauté Indonesia 2026 dan Cosmobeauté Artistry Competition 2026 turut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Menurutnya, kompetisi kecantikan tidak berhenti pada perebutan gelar juara. Ajang tersebut menjadi ruang untuk mengasah keterampilan, kreativitas, karakter dan jejaring sebelum talenta Indonesia melangkah ke panggung yang lebih luas.
Pemerintah juga mendorong talenta kreatif agar mampu menciptakan nilai, membuka lapangan kerja dan membawa karya Indonesia ke pasar global.
Filipina Jadi Pintu Kolaborasi
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, mengatakan Cosmobeauté Indonesia tahun ini memperluas koneksi industri melalui partisipasi berbagai negara dan wilayah.
Filipina ditetapkan sebagai country focus. Kolaborasi diperkuat dengan kehadiran juri tamu dari Filipina dalam Cosmobeauté Artistry Competition dan Cosmobeauté Touch Championship.
Tak berhenti pada ekspansi bisnis, isu sustainability juga mendapat ruang melalui Cosmobeauté Indonesia Sustainability Award.
UMKM dan brand lokal pun menjadi bagian penting dari agenda pameran. Cosmobeauté ingin membuka akses pasar sekaligus membantu bisnis lokal memperluas jaringan dan meningkatkan kesiapan menghadapi pasar global.
Dengan mempertemukan beauty, wellness, teknologi, talenta, bisnis dan pariwisata, Cosmobeauté Indonesia 2026 menunjukkan bahwa industri kecantikan kini bermain di arena yang jauh lebih besar.
Pertaruhannya pun bukan lagi sekadar soal siapa memiliki produk paling menarik, tetapi siapa yang mampu membangun ekosistem, merebut koneksi dan membawa bisnis beauty Indonesia melangkah lebih jauh ke pasar dunia. * (Syam)







