Jakarta, Mediaprofesi.id – Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil terus berkembang seiring perubahan teknologi dan tuntutan kompetensi di lapangan. Kondisi ini membuat penguatan pendidikan vokasi semakin penting, termasuk memastikan guru memiliki pengetahuan teknis yang relevan dengan perkembangan industri.
Hal tersebut menjadi perhatian PT United Tractors Tbk (UT) Cabang Jakarta melalui pembinaan Sekolah Binaan United Tractors (SOBAT). Salah satu langkahnya diwujudkan melalui pelatihan guru bertajuk “Periodical Inspection Small Excavator” yang digelar selama dua hari, 8–9 September 2026, di UT Cabang Jakarta.
Sebanyak 19 guru dari sekolah binaan SOBAT di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten (JJB) mengikuti pelatihan tersebut. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis guru sekaligus memperkenalkan pengetahuan yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia industri.
Materi pelatihan tidak berhenti pada teori. Para peserta juga mendapatkan pembelajaran praktik mengenai pemeriksaan berkala pada unit small excavator. Pendekatan tersebut diharapkan membuat guru memiliki pengalaman teknis yang dapat diteruskan kepada siswa melalui proses pembelajaran di sekolah.
Selain materi teknis, pelatihan menjadi ruang bagi para guru untuk bertukar pengalaman dan berdiskusi mengenai metode pembelajaran serta tantangan yang dihadapi di sekolah masing-masing.
“Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan teknis, tetapi juga dapat membawa pengalaman tersebut ke dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh para siswa,” ujar Head of Corporate Communications and Sustainability Division UT, Dianwahyu Sri Purnomo.
Dampak langsung pelatihan juga dirasakan peserta. Dudun Riatna, S.Pd., Guru SMK Negeri Maung Purwakarta, mengatakan materi yang diperoleh dapat langsung diterapkan kepada siswa, termasuk sebagai persiapan menghadapi kompetisi keterampilan.
“Hasil dari pelatihan ini akan langsung diimplementasikan kepada siswa di sekolah, sehingga mereka dapat lebih mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) mendatang,” ujar Dudun.
Bagi UT, penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam membangun rantai pendidikan vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Pengetahuan yang diperoleh pendidik diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diteruskan kepada siswa dan menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari.
Melalui SOBAT, UT secara berkelanjutan mendorong peningkatan kapasitas pendidik sekaligus memperkuat keterkaitan antara sekolah dan dunia industri. Langkah ini diharapkan dapat membantu siswa SMK memiliki kompetensi teknis dan keterampilan yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja. * (Syam)





