Jakarta, Mediaprofesi.id – Kurang dari setahun setelah resmi hadir di Indonesia, iCAR mulai menunjukkan taji di pasar otomotif Tanah Air. Pertumbuhan penjualan, perluasan jaringan, hingga kehadiran model baru menjadi sinyal bahwa merek asal China ini tak ingin bermain dalam skala kecil.
Salah satu pencapaian penting datang dari iCAR V23. Hingga 26 September 2026, sebanyak 1.000 unit V23 telah diserahterimakan kepada konsumen Indonesia. Angka tersebut menjadi penanda kuat atas respons pasar terhadap SUV listrik dengan desain khas yang ditawarkan iCAR.
Momentum tersebut kemudian berlanjut di GIIAS 2026 melalui kehadiran iCAR V27. Mengusung teknologi Golden REEV, SUV ini menawarkan perpaduan performa dan fleksibilitas dengan jarak tempuh lebih dari 1.200 kilometer.
Kehadiran V27 sekaligus memperluas pilihan bagi konsumen Indonesia yang memiliki kebutuhan mobilitas berbeda. Di saat persaingan kendaraan elektrifikasi semakin ketat, iCAR mencoba membangun identitas melalui desain, teknologi, sekaligus pengalaman kepemilikan.
Langkah iCAR juga tak berhenti pada penjualan kendaraan. Merek ini mulai membangun ekosistem komunitas yang menempatkan pengguna sebagai bagian penting dari perkembangan brand.

Semangat tersebut akan dibawa ke iCAR International User Summit 2026 di Wuhu, Tiongkok, 19–23 Oktober 2026. Agenda ini mempertemukan pemilik iCAR, media, dan mitra industri dari hampir 100 negara untuk berbagi pengalaman, kreativitas, sekaligus melihat arah perkembangan iCAR ke depan.
Untuk pertama kalinya, iCAR juga menggelar User Modification Carnival. Pemilik dari berbagai negara akan memamerkan kendaraan yang telah dimodifikasi sesuai karakter dan gaya masing-masing.
Menariknya, iCAR turut membuka ruang co-creation. Melalui inisiatif ini, komunitas dapat menyampaikan ide, masukan, dan terlibat dalam pengembangan produk maupun ekosistem iCAR pada masa mendatang.
Konsep tersebut sejalan dengan filosofi “Classic Never Fades” yang diperkenalkan iCAR pada International User Summit tahun lalu. Filosofi itu bertumpu pada tiga nilai, yakni warisan desain klasik, inovasi teknologi, serta kolaborasi dengan pengguna.
Pada gelaran sebelumnya, lebih dari 1.000 konsumen, media, dan mitra industri dari hampir 100 negara hadir. Berbagai aktivitas seperti pameran kendaraan modifikasi, tur pabrik, pengalaman berkendara, hingga sesi berbagi brand menjadi bagian dari upaya iCAR menerjemahkan filosofi tersebut ke dalam pengalaman nyata.
Secara global, iCAR juga terus memperlebar jejak. Dalam setahun terakhir, brand ini telah hadir di lebih dari 40 negara dan wilayah, sementara V23 dan V27 diperkenalkan di sejumlah pasar utama, termasuk Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Dengan torehan 1.000 unit handover V23 dan masuknya V27, Indonesia kini menjadi salah satu pasar yang ikut menopang perjalanan ekspansi global iCAR.
Melalui User Summit 2026, kreativitas pengguna Indonesia pun berpeluang menjadi bagian dari komunitas global iCAR. Filosofi “Classic Never Fades” diarahkan untuk melahirkan apa yang disebut iCAR sebagai “Future Classics”—kendaraan yang tak hanya digunakan sebagai alat mobilitas, tetapi juga menjadi bagian dari karakter pemiliknya.
Ke depan, iCAR akan terus memperkuat produk dan pengalaman kepemilikan di Indonesia. Tantangannya kini adalah bagaimana momentum V23 dan V27 dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan yang lebih besar sekaligus membangun basis pengguna yang semakin kuat di pasar otomotif Tanah Air. * (Syam/Wah)





