Hanoi, Mediaprofesi.id – Persaingan teknologi rumah pintar memasuki babak baru. Samsung Electronics memperluas penetrasi kecerdasan buatan (AI), bukan hanya untuk membuat aktivitas rumah tangga semakin praktis, tetapi juga meningkatkan efisiensi bisnis. Mulai dari AC yang menyesuaikan aliran udara, kulkas yang membantu merencanakan menu, hingga mesin laundry komersial, Samsung mengincar kebutuhan konsumen dan pelaku usaha sekaligus.
Gebrakan tersebut diperkenalkan melalui The Brief 2026 di Hanoi, Vietnam, pada 14 Oktober 2026. Forum ini menampilkan inovasi perangkat rumah tangga berbasis AI, teknologi pendingin udara atau HVAC, serta solusi laundry komersial untuk pasar Asia Tenggara dan Oseania.
“Melalui beragam produk dan solusi berbasis AI, kami menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus operasional bisnis,” ujar Bernard Ang, Regional Head of Home Appliances sekaligus Vice President Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania.
Acara yang dihadiri lebih dari 50 jurnalis dan influencer dari enam negara, termasuk Indonesia, ini berlangsung di Samsung Business Experience Studio (BES) Hanoi. Fasilitas tersebut memperlihatkan penerapan teknologi Samsung di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga perhotelan.
AC Pintar, Kenyamanan Makin Personal
Di sektor pendingin udara, Samsung mengandalkan teknologi WindFree™ yang dikembangkan selama lebih dari satu dekade. Teknologi ini hadir pada AC Bespoke AI WindFree Pro, yang menggabungkan desain ramping dengan fitur kecerdasan buatan untuk menyesuaikan kenyamanan pengguna.
Fitur AI Motion Wind mampu menyesuaikan arah aliran udara berdasarkan preferensi dan pergerakan pengguna. Sementara WindFree™ Wearable Good Sleep memanfaatkan koneksi dengan perangkat wearable yang kompatibel untuk menyesuaikan pendinginan berdasarkan kondisi tidur.
Samsung juga memperkenalkan lebih awal AC ruangan model 2027 dengan desain membulat, bilah bawah terpisah, dan tekstur menyerupai kain. Model mendatang ini turut memperluas akses ke fitur pintar, termasuk AI Energy Mode pada model tertentu.
Kulkas Makin Cerdas, Urusan Dapur Lebih Praktis

Samsung juga memperkuat ekosistem rumah terhubung melalui Bespoke AI Refrigerator Family Hub. Teknologi AI Vision yang ditingkatkan membantu mengenali lebih banyak jenis bahan makanan, sementara SmartThings Food dapat merekomendasikan resep berdasarkan bahan yang tersedia.
Ada pula widget FoodNote yang diperkenalkan tahun ini. Fitur tersebut menganalisis pola konsumsi dan bahan yang sering digunakan untuk memberikan rekomendasi daftar belanja.
Dengan integrasi perangkat dan layanan digital, Samsung berupaya menjadikan AI bagian dari rutinitas sehari-hari, mulai dari mengelola persediaan makanan hingga membantu menentukan menu.
Bidik Bisnis, Laundry Komersial Digenjot
Ambisi Samsung tak berhenti di rumah konsumen. Perusahaan ini juga memperluas solusi business-to-business (B2B), termasuk perangkat laundry komersial yang dirancang untuk mendukung produktivitas dan menekan beban operasional.
Mesin cuci berkapasitas 18 kg diklaim mampu menyelesaikan siklus pencucian normal dalam 36 menit berdasarkan pengujian tertentu. Teknologi Bubble Wash membantu membersihkan noda dan sisa deterjen, sedangkan mesin pengering berkapasitas 14 kg dirancang untuk menyelesaikan pengeringan dalam waktu 45 menit pada kondisi pengujian tertentu.
Untuk menunjang penggunaan intensif, mesin cuci dibekali Vibration Reduction Technology Plus (VRT+™) guna mengurangi getaran. Fitur Manager Mode memudahkan pengaturan pembilasan dan level air, sementara konektivitas Wi-Fi memungkinkan operator memantau status serta kinerja mesin dari jarak jauh.
Samsung turut mengandalkan SmartThings Pro, platform Internet of Things (IoT) untuk bisnis yang menghubungkan dan mengelola perangkat di lingkungan perhotelan, ritel, perkantoran, serta hunian. Fitur pengelolaan multi-lokasi, otomatisasi operasional, pemantauan energi, dan integrasi API ditujukan untuk membantu bisnis mengelola perangkat secara lebih terpusat.
Dukungan AI Berlanjut Setelah Pembelian
Samsung juga menempatkan pembaruan perangkat lunak sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Perangkat yang memenuhi syarat bisa mendapatkan pembaruan hingga tujuh tahun, dengan sejumlah peningkatan pada fitur AI Vision, Now Brief, dan interaksi suara Bixby untuk model yang kompatibel.
Melalui Home Appliance Remote Management (HRM), pengguna juga dapat memperoleh bantuan diagnostik jarak jauh dengan persetujuan mereka. Jika membutuhkan kunjungan teknisi, data diagnostik dapat ditinjau lebih dahulu untuk membantu mempercepat penanganan.
Melalui kombinasi AI, konektivitas, dan solusi komersial, Samsung memperluas persaingan perangkat pintar dari ruang keluarga hingga operasional bisnis. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut benar-benar memberikan manfaat yang terukur bagi konsumen maupun pelaku usaha di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. * (Syam)





