MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 16 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 16 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

El Niño Ancam Produksi Sawit, Harga CPO Dibidik US$1.500, Laba Emiten Bisa Melejit 101%

Syamhudi by Syamhudi
Jumat, 16 Oktober 2026
in Ekonomi
El Niño Ancam Produksi Sawit, Harga CPO Dibidik US$1.500, Laba Emiten Bisa Melejit 101%
12
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Ancaman El Niño ekstrem pada akhir 2026 mulai membayangi industri kelapa sawit Indonesia. Produksi terancam menyusut, biaya pupuk melonjak, sementara harga crude palm oil (CPO) justru berpeluang menanjak hingga US$1.500 per ton. Situasi ini membuka peluang keuntungan bagi emiten sawit, meski risiko terhadap pangan dan inflasi ikut membesar.

Dalam forum Media Connect, PT Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan probabilitas terjadinya very strong El Niño pada Oktober–Desember 2026 mencapai 81%, melonjak dari 33% pada Mei dan 62% pada Juni. Risiko fenomena ini bertahan hingga awal 2027 bahkan diperkirakan mencapai 97%.

Juan Harahap, Equity Research Analyst Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan penurunan curah hujan di wilayah produksi utama dapat menekan produktivitas perkebunan sawit sekaligus menjadi katalis kenaikan harga CPO.

Berdasarkan data BMKG yang dikutip dalam kajian perusahaan, sekitar 56% wilayah Indonesia diproyeksikan mengalami curah hujan rendah. Di Sumatra Barat, curah hujan 10 harian pada 2026 tercatat sekitar 34 milimeter, atau 55% lebih rendah dibandingkan rata-rata periode El Niño 2015–2016.

Tekanan pasokan juga datang dari perkiraan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Produksi sawit berpotensi turun 1–2 juta ton dari realisasi 2025 sebesar 51,7 juta ton. Kenaikan biaya pupuk sekitar 30–50%, persoalan lahan, serta kebijakan B50 yang berpotensi membatasi pasokan ekspor turut menambah tantangan industri.

Di tengah ancaman tersebut, Samuel Sekuritas memasang skenario bullish harga CPO hingga US$1.500 per ton CIF Rotterdam, sekitar 10,6% di atas rata-rata harga kuartal I-2026 sebesar US$1.356 per ton.

“Volume produksi dapat turun, tetapi harga justru berpotensi meningkat. Bagi perusahaan CPO dengan eksposur besar pada bisnis hulu, kenaikan harga dapat memberikan leverage signifikan terhadap profitabilitas,” ujar Juan.

AALI Paling Sensitif, Potensi Laba Melonjak 101,6%

Peluang kenaikan laba emiten sawit menjadi sorotan. Analisis sensitivitas Samuel Sekuritas menunjukkan, setiap kenaikan harga CPO 10% berpotensi mendongkrak rata-rata laba bersih 2027 emiten yang dianalisis sekitar 37%.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat sensitivitas terbesar, dengan potensi kenaikan laba bersih 101,6%. Berikutnya PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) sebesar 59%, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) 30,3%, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) 24,2%, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) 18,3%, dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) 17,9%.

Namun, El Niño juga menyimpan risiko lebih luas. Cadangan beras Indonesia untuk 2026/2027 diperkirakan turun setara 1,3 bulan konsumsi, dari sebelumnya 1,6 bulan. Stok akhir beras diproyeksikan merosot 19,7% secara tahunan menjadi 3,68 juta ton.

Pengalaman El Niño 2015–2016 memperlihatkan harga gula dunia naik 33,3%, minyak sawit Malaysia 14,3%, kedelai 3,2%, dan beras putih 2,6%. Saat itu, inflasi pangan Indonesia mencapai 5,3% secara tahunan.

Investor Bertambah, Literasi Masih Tertinggal

Di luar komoditas, Samuel Aset Manajemen menyoroti tantangan investor di tengah gejolak pasar. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61%, sedangkan literasi keuangan baru 69,57%. Artinya, akses terhadap layanan keuangan berkembang lebih cepat dibandingkan pemahaman masyarakat.

Jumlah investor pasar modal mencapai 31,14 juta pada akhir Agustus 2026, tumbuh 52,9% sejak awal tahun. Sekitar 78% investor berusia di bawah 40 tahun. Sementara itu, nilai aktiva bersih industri reksa dana tercatat Rp652,88 triliun.

Sisilia dari Samuel Aset Manajemen menilai volatilitas pasar saham tidak harus membuat investor meninggalkan pasar. Reksa dana pasar uang dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin menjaga risiko, sementara reksa dana pendapatan tetap bisa dipertimbangkan sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.

Perusahaan juga mengembangkan ReksadanaSAM 3.0 dengan pendekatan digitalisasi untuk membantu investor memilih produk berdasarkan tujuan investasi, kemampuan finansial, dan jangka waktu.

Downgrade MSCI Dinilai Berpeluang Kecil

Dalam diskusi yang sama, Suria Dharma menilai kemungkinan Indonesia turun dari kategori emerging market menjadi frontier market atau standalone relatif kecil, meski tekanan terhadap pasar domestik perlu ditanggapi serius.

Ia menilai langkah regulator merespons berbagai persoalan yang menjadi perhatian investor global menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar.

Meski demikian, ancaman perubahan klasifikasi pasar global tetap menjadi risiko yang perlu dicermati. Bagi investor, kondisi ini menegaskan pentingnya strategi yang terukur, diversifikasi, serta pemilihan instrumen sesuai profil risiko, alih-alih mengejar peluang keuntungan tanpa memperhitungkan potensi kerugian. * (Syam)

Post Views8 Views
Tags: Ancaman El Niño ekstremCPOEl Niñoindustri kelapa sawitInvestorMSCIPasar ModalReksadanaSAM 3.0Samuel Aset ManajemenSamuel Sekuritas

Related Posts

MSCI Ancam Indonesia, Investor Bisa Kabur ke Kripto! USDT dan Bitcoin Jadi Incaran Saat IHSG Tertekan
Ekonomi

MSCI Ancam Indonesia, Investor Bisa Kabur ke Kripto! USDT dan Bitcoin Jadi Incaran Saat IHSG Tertekan

by Syamhudi
Jumat, 16 Oktober 2026
1
IHSG Makin Tertekan! MSCI Ancam Turunkan Status Indonesia, Target 6.800 Dibayangi Risiko
Ekonomi

IHSG Makin Tertekan! MSCI Ancam Turunkan Status Indonesia, Target 6.800 Dibayangi Risiko

by Pratama
Jumat, 16 Oktober 2026
23

RECOMMENDED

MSCI Ancam Indonesia, Investor Bisa Kabur ke Kripto! USDT dan Bitcoin Jadi Incaran Saat IHSG Tertekan

MSCI Ancam Indonesia, Investor Bisa Kabur ke Kripto! USDT dan Bitcoin Jadi Incaran Saat IHSG Tertekan

16 Oktober 2026
1
El Niño Ancam Produksi Sawit, Harga CPO Dibidik US$1.500, Laba Emiten Bisa Melejit 101%

El Niño Ancam Produksi Sawit, Harga CPO Dibidik US$1.500, Laba Emiten Bisa Melejit 101%

16 Oktober 2026
12

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    607 shares
    Share 243 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    409 shares
    Share 164 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM