Jakarta, Mediaprofesi.id – Perubahan hormon saat memasuki perimenopause dan menopause kerap menjadi pergulatan yang dijalani perempuan dalam diam. Mulai dari perubahan fisik dan emosi hingga menurunnya rasa percaya diri, fase ini masih sering dibayangi keterbatasan informasi dan minimnya ruang untuk berbagi pengalaman.
Mengubah kondisi tersebut, We Pause We Rise bersama Magnolia Collective Wellness menghadirkan RISE & BLOOM, sebuah acara kesehatan dan kesejahteraan perempuan yang secara khusus berfokus pada fase perimenopause dan menopause.
Mengusung tema “Midlife Renewal Starts Here”, acara ini sukses digelar pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Hallf Patiunus, Jakarta Selatan, bertepatan dengan Hari Menopause Sedunia.
Digagas oleh We Pause We Rise sebagai community-based media, RISE & BLOOM dirancang sebagai pengalaman holistik yang memadukan edukasi kesehatan berbasis keahlian, aktivitas kebugaran, percakapan terbuka, dan dukungan komunitas. Sementara itu, Magnolia Collective Wellness berperan sebagai pendukung dari sisi ilmiah dan klinis.
Melalui pendekatan ini, perempuan diharapkan dapat memahami perubahan tubuhnya, memperoleh informasi yang tepercaya, serta menemukan dukungan dari sesama perempuan yang mengalami fase serupa.
Mia Lukmanto, Founder We Pause We Rise, menegaskan bahwa perimenopause dan menopause perlu dipandang sebagai babak baru kehidupan, bukan akhir dari perjalanan perempuan.
Menurutnya, RISE & BLOOM ingin menyediakan ruang aman bagi perempuan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kepercayaan diri dalam menghadapi perubahan tersebut.
We Pause We Rise juga mengedepankan pendekatan berbasis kepercayaan, layaknya sahabat yang menemani perempuan sebelum mereka mencari informasi medis lebih lanjut.
Dari sisi klinis, dr. Dinda Derdmeisya, Sp.OG, Chief Medical Officer Magnolia Collective Wellness Indonesia, menjelaskan bahwa RISE & BLOOM menghadirkan diskusi bersama para ahli dan praktisi untuk membahas berbagai aspek kesehatan perempuan di usia paruh baya.
Topiknya mencakup perubahan hormonal, gejala perimenopause dan menopause, pilihan penanganan termasuk terapi penggantian hormon (Hormone Replacement Therapy atau HRT), nutrisi, kesehatan mental, mindfulness, hingga kesehatan seksual dan intimasi.

Tak berhenti pada diskusi, acara ini juga mengajak peserta memaknai kesehatan secara lebih menyeluruh melalui aktivitas gerak, relaksasi, ekspresi diri, dan interaksi sosial. Peserta turut diperkenalkan pada latihan kekuatan (strength training) sebagai bagian dari kebugaran.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah “Runway After 40”, peragaan busana yang merayakan kepercayaan diri, keindahan, dan ekspresi personal perempuan di usia matang.
RISE & BLOOM turut menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai bidang, antara lain Madelina Mutia, Co-Founder Lovepink; Esther Jusuf, pelatih kekuatan dan kebugaran perempuan; Richita Mirchandani, spesialis nutrisi perempuan; Alvina Olivia, spesialis pendampingan menopause; dr. Shendy Ardaneswari; Zoya Amirin, psikolog dan seksolog klinis; serta dr. Juwalita Surapsari dari Halofit by Halodoc.
Deretan pembicara lainnya mencakup Amira Ganis, Lena Budiman, Dian Purba, Arletta Danisworo, dan Affi Assegaf yang membawa perspektif dari dunia kesehatan, komunitas, media, serta gaya hidup.
Melalui RISE & BLOOM, We Pause We Rise ingin mendorong masyarakat lebih terbuka membicarakan menopause. Sebab, kesehatan perempuan di usia paruh baya layak mendapat perhatian yang sama seperti fase kehidupan lainnya, dengan dukungan informasi tepercaya, akses terhadap sumber daya yang relevan, dan lingkungan yang memungkinkan perempuan menjalani perubahan dengan lebih percaya diri. * (Syam/Pra)



