Tuban, Mediaprofesi.id – Program ketahanan pangan di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, mulai menunjukkan hasil nyata. Kolaborasi PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) dan BUMDes Karya Makmur Sentosa kembali menghasilkan panen bawang merah pada musim tanam kedua dengan produksi meningkat dan omzet mencapai sekitar Rp90 juta.
Capaian ini menjadi dorongan bagi pengembangan usaha produktif desa. Namun, ada tantangan yang harus dihadapi. Harga jual bawang merah pada panen kali ini lebih rendah dibandingkan musim panen pertama, sehingga pengelolaan produksi dan strategi pemasaran menjadi pekerjaan penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Direktur BUMDes Karya Makmur Sentosa, Nurhadi, mengapresiasi dukungan UTSG yang terus mendampingi pelaksanaan program ketahanan pangan di desanya.
Menurut dia, peningkatan produksi pada musim tanam kedua menjadi modal untuk mengembangkan budidaya bawang merah lebih jauh. Meski harga jual sedang tertekan, hasil panen kali ini tetap memberikan pengalaman berharga bagi pengelola BUMDes.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PT UTSG yang sampai dengan saat ini tetap konsisten mendukung dan mengawal program ketahanan pangan yang dijalankan oleh desa. Pada musim tanam kedua ini, produksi bawang merah mengalami peningkatan dan menghasilkan omzet kurang lebih Rp90 juta,” ujar Nurhadi.
Ia menambahkan, penurunan harga jual dibandingkan panen pertama menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperbaiki pengelolaan usaha ke depan.

Bagi UTSG, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari hasil panen dan nilai penjualan. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pertanian juga menjadi bagian penting dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi warga.
CSR & Communication UTSG, Moh Wildan Maulana, mengatakan puluhan warga, baik laki-laki maupun perempuan, terlibat langsung dalam proses pemanenan bawang merah.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa program pertanian desa dapat membuka ruang partisipasi masyarakat sekaligus menghadirkan aktivitas ekonomi produktif bagi warga sekitar.
UTSG mendukung program ini melalui pendampingan budidaya serta kolaborasi dengan pemerintah desa dan BUMDes. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Ke depan, budidaya bawang merah di Desa Karanglo diharapkan terus berkembang sebagai sumber kegiatan ekonomi produktif. Tantangannya, peningkatan produksi perlu diikuti pengelolaan usaha dan pemasaran yang semakin baik agar manfaat ekonomi bagi masyarakat dapat terjaga di tengah perubahan harga komoditas. * (Syam/Pra)





