Jakarta, Mediaprofesi.id – Bagi pelari, mencapai garis finis bukanlah akhir dari perjalanan. Tubuh tetap membutuhkan istirahat, hidrasi, asupan nutrisi, dan pemulihan yang tepat agar siap kembali beraktivitas.
Pesan inilah yang dibawa Vitalife melalui kolaborasi bersama UNERD dan komunitas lari No Pace dalam ajang Jakarta Running Festival 2026. Lewat edukasi kesehatan hingga dukungan pemulihan bagi peserta lomba, Vitalife mengajak pelari lebih memperhatikan kebutuhan tubuh, termasuk pemenuhan magnesium.
Kedua kolaborasi tersebut mengusung satu pesan utama: Recovery is part of running.
Magnesium, Nutrisi yang Tak Boleh Luput dari Perhatian
Saat mempersiapkan lomba, pelari umumnya berfokus pada karbohidrat sebagai sumber energi dan protein untuk mendukung pemeliharaan otot. Padahal, magnesium juga berperan penting dalam fungsi normal otot dan saraf serta metabolisme energi.
Untuk memperluas pemahaman tersebut, Vitalife bersama UNERD menggelar talkshow edukatif yang dipandu Tarra Budiman dengan menghadirkan dr. Maria Lestari. Diskusi ini membahas peran magnesium, kebutuhan nutrisi saat aktif berolahraga, serta pentingnya membangun kebiasaan pemulihan secara konsisten.
Tarra menilai persiapan pelari tidak cukup hanya mengandalkan latihan dan target waktu.
“Persiapan seorang pelari bukan hanya tentang latihan dan mencapai target waktu. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan di luar sesi lari, termasuk bagaimana kita memahami kebutuhan tubuh sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman mengenai recovery perlu menjadi bagian dari perjalanan lari, bukan baru diperhatikan ketika tubuh mulai terasa lelah.
Magnesium sendiri merupakan mineral esensial yang kebutuhannya perlu dipenuhi melalui asupan harian sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.
Gandeng Komunitas, Bawa Recovery Lebih Dekat ke Pelari

Tak berhenti pada edukasi, Vitalife bersama UNERD juga menggelar shake-out run menjelang hari perlombaan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelari untuk bergerak bersama sekaligus mempersiapkan diri menghadapi race day.
Sementara itu, kolaborasi dengan komunitas No Pace berfokus pada dukungan recovery bagi peserta Jakarta Running Festival 2026.
Dukungan tersebut menyasar pelari kategori 5K dan 21K pada Sabtu, 24 Oktober 2026, serta 10K dan Full Marathon pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, Vitalife ingin mendekatkan edukasi pemulihan dengan pengalaman nyata para pelari, terutama setelah mereka menuntaskan jarak lomba masing-masing.
Sebab, menjaga performa tidak hanya berkaitan dengan persiapan sebelum berlari, tetapi juga bagaimana tubuh dirawat setelah aktivitas fisik.
Recovery Bukan Cuma Soal Suplemen
dr Maria Lestari menjelaskan bahwa magnesium berperan dalam fungsi otot dan saraf serta metabolisme energi. Namun, pemulihan setelah olahraga membutuhkan pendekatan menyeluruh.
Istirahat yang cukup, tidur berkualitas, hidrasi, asupan energi, dan pemenuhan nutrisi sama-sama menjadi bagian penting dari proses tersebut.
“Recovery merupakan proses yang menyeluruh, sehingga tidak hanya bergantung pada satu jenis nutrisi atau suplemen,” jelasnya.
Dalam rangkaian kegiatan ini, Vitalife turut memperkenalkan Vitalife Magnesium Bisglycinate 500 mg sebagai pilihan suplemen untuk mendukung pemenuhan nutrisi harian sesuai kebutuhan individu.
Head of Sales & Marketing Vitalife, Ratu Triamarshida, mengatakan kolaborasi dengan UNERD dan No Pace merupakan upaya membawa pemahaman tentang recovery lebih dekat kepada komunitas pelari.
“Kami tidak hanya ingin hadir ketika orang berbicara tentang performa, tetapi juga mendorong pemahaman mengenai pentingnya merawat tubuh setelah beraktivitas,” ujarnya.
Vitalife berharap edukasi tersebut mendorong masyarakat membangun kebiasaan wellness secara konsisten. Sebab, tantangan seorang pelari bukan hanya seberapa jauh ia mampu berlari hari ini, tetapi juga bagaimana menjaga tubuh agar siap melangkah kembali. * (Syam)





