Bogor, Mediaprofesi.id – PT Makna Angan Karya Andanu (MAKA Grup), pengelola Toko Kopi TUKU dan sejumlah brand kuliner lainnya, mengambil langkah tak biasa demi mempererat hubungan antarkaryawan. Perusahaan menutup operasional seluruh toko dalam ekosistemnya selama MAKA Fest 2026 agar sekitar 1.800 karyawan bisa berkumpul di Kebun Raya Cibinong, Bogor.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, MAKA Fest menjadi ajang bagi karyawan dari berbagai kota dan unit bisnis untuk saling mengenal di luar rutinitas pekerjaan. Langkah menghentikan operasional sementara ini sekaligus menunjukkan bahwa kebersamaan tim menjadi bagian penting dalam perjalanan pertumbuhan perusahaan.
MAKA Grup menaungi berbagai brand, mulai dari Toko Kopi TUKU, BERAGAM, Toodz House, toho Cafe, PT Pangan Adil Sehat, Warung Minarwati, SORE, hingga Warung Jaenak.
Bagi karyawan yang datang dari luar Jabodetabek, penyesuaian operasional turut memperhitungkan waktu perjalanan menuju lokasi acara dan kembali ke kota asal. Dengan begitu, lebih banyak karyawan memiliki kesempatan untuk terlibat dalam pengalaman bersama tersebut.
Tahun ini, MAKA Fest mengusung tema “SAMA-SAMA”, yang menekankan pentingnya saling mendengar, menjaga, dan menghadapi tantangan bersama, terutama ketika situasi tidak selalu mudah.
Seiring berkembangnya bisnis, MAKA memandang hubungan antarmanusia sebagai fondasi untuk membangun kolaborasi dan pertumbuhan jangka panjang. Karena itu, MAKA Fest kini berkembang dari kegiatan outing tahunan menjadi festival yang lebih partisipatif dan melibatkan karyawan dalam berbagai aktivitas.

Peserta dapat mengikuti workshop meracik parfum, membuat gelang persahabatan, hingga mengolah material daur ulang menjadi gantungan kunci dan pouch. Beragam permainan interaktif juga disediakan, sementara area kuliner menghadirkan UMKM lokal dan mitra yang tumbuh bersama ekosistem MAKA.
Suasana festival semakin semarak dengan penampilan Aqi & Audrey, Kerispatih, The Adams, dan Club Dangdut Racun.
CEO MAKA, Adisti Ikayanti, mengatakan kesibukan mengejar target dan menjaga operasional sehari-hari kerap membuat perusahaan lupa pada hal mendasar yang menopang bisnisnya: orang-orang di balik setiap brand.
“Namun justru di situ pentingnya berhenti sejenak untuk mengingat bahwa kekuatan terbesar MAKA bukan hanya terletak pada brand atau toko yang kami miliki, melainkan pada orang-orang yang membangunnya setiap hari,” ujar Adisti.
Menurutnya, MAKA Fest menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan perusahaan tidak hanya soal merayakan pencapaian, tetapi juga tentang saling menjaga dan terus belajar menjadi lebih baik.
Semangat tersebut, lanjut Adisti, perlu diterapkan pula dalam aktivitas bisnis sehari-hari melalui lingkungan kerja yang memberi ruang bagi setiap orang untuk tumbuh, terhubung, saling mendengar, dan merasa menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.
Sebagai perusahaan bersertifikasi Certified B Corporation (B Corp™), MAKA menyatakan terus mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab. Penguatan budaya kerja dan keberlanjutan pun dipandang sebagai proses berkelanjutan seiring perkembangan bisnis.
Ke depan, MAKA akan terus mengembangkan MAKA Fest agar semakin relevan dan bermakna bagi karyawan. Apa pun bentuknya nanti, semangat yang ingin dijaga tetap sama: tumbuh, belajar, dan melangkah bersama. * (Syam/Wah)





