Jakarta, Mediaprofesi.id – Ancaman penyakit jantung bisa datang tanpa disadari. Karena itu, menjaga kesehatan jantung tak cukup menunggu tubuh memberi sinyal bahaya. Pesan inilah yang dibawa Yayasan Jantung Indonesia (YJI) saat mengerahkan 500 anggota Klub Jantung Sehat (KJS) dalam Senam Jantung Sehat Bersama di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta.
Kegiatan yang digelar sebagai puncak peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 ini menjadi bagian dari kampanye global bertema “Don’t Miss A Beat”. Pesannya tegas: kenali sinyal tubuh, lindungi jantung, dan jangan menunda langkah untuk hidup lebih sehat.
Sejak pagi, ratusan peserta dari berbagai usia memadati kawasan Jalan Jenderal Sudirman dengan seragam KJS. Mereka mengikuti gerakan senam yang dipandu instruktur, menjadikan ruang publik tersebut sebagai arena kampanye hidup aktif dan sehat.
Di balik gerakan serempak itu, YJI ingin menegaskan bahwa menjaga jantung tidak harus rumit. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
Klub Jantung Sehat Jadi Garda Terdepan

Ketua Umum YJI, Annisa Pohan Yudhoyono, menegaskan bahwa anggota KJS memiliki peran strategis dalam memperluas kesadaran masyarakat mengenai kesehatan jantung.
“Klub Jantung Sehat adalah ujung tombak kami. Mereka bukan hanya peserta senam, tetapi agen perubahan yang selalu mengingatkan lingkungannya bahwa kesehatan jantung bisa dimulai dari langkah yang paling sederhana,” ujar Annisa.
Menurutnya, kampanye “Don’t Miss A Beat” bukan hanya slogan peringatan tahunan. Masyarakat diajak lebih peka terhadap sinyal tubuh, tidak menunda pemeriksaan kesehatan, serta tidak mengabaikan aktivitas fisik.
Senam Jantung Sehat menjadi salah satu cara yang mudah dilakukan karena tidak membutuhkan peralatan mahal ataupun tempat khusus. Kuncinya adalah kemauan untuk bergerak dan konsistensi dalam menjalaninya.
Jangan Tunggu Gejala, Mulai Bergerak
Ketua Bidang Komunikasi YJI, Iwet Ramadhan, turut menekankan pentingnya menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menurut Iwet, masyarakat perlu memahami bahwa menjaga jantung bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengikuti senam dan beraktivitas fisik secara rutin.
“Penyakit jantung itu sering datang tanpa aba-aba. Tapi kita bisa melatih diri untuk lebih peka. Lewat senam ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga jantung tidak harus rumit. Datang, bergerak, berkeringat, dan lakukan secara rutin. Itu sudah bentuk kepedulian yang nyata,” kata Iwet.
Tema global Hari Jantung Sedunia 2026, “Don’t Miss A Beat”, berfokus pada tiga hal utama: mengenali tanda dan gejala penyakit kardiovaskular, melindungi kesehatan jantung, serta mendorong tindakan nyata dari pemerintah dan penyedia layanan kesehatan.
Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Tantangannya, gangguan ini dapat berkembang tanpa gejala yang jelas hingga kondisi memburuk.
Melalui kegiatan di CFD Sudirman, YJI ingin membawa pesan tersebut keluar dari ruang kampanye dan menjadikannya bagian dari kebiasaan masyarakat. Sebab, menjaga jantung bukan pekerjaan sehari, melainkan komitmen yang perlu dilakukan terus-menerus. * (Syam/Wah)





