Jakarta, Mediaprofesi.id – Persaingan kecerdasan buatan (AI) memasuki babak baru. Cloudera menggandeng NVIDIA meluncurkan Cloudera Blueprints, portofolio solusi AI siap pakai yang dirancang untuk mempercepat perusahaan mengubah proyek percontohan menjadi aplikasi yang siap digunakan dalam operasional bisnis.
Dikembangkan dari Accelerators for ML Projects (AMPs), Cloudera Blueprints menghadirkan NVIDIA AI Blueprints yang dibangun menggunakan NVIDIA Agent Toolkit. Kolaborasi ini memadukan alur kerja AI dari NVIDIA dengan kemampuan pengelolaan data, keamanan, dan tata kelola (governance) Cloudera untuk mempercepat penerapan AI dalam skala besar.
Langkah ini menyasar salah satu hambatan utama adopsi AI di perusahaan: mengubah prototipe yang menjanjikan menjadi solusi nyata yang aman, andal, dan siap beroperasi.
Tantangannya semakin rumit ketika data perusahaan tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari public cloud, pusat data internal (on-premises), hingga edge. Di sektor yang diatur ketat, pemindahan data sensitif juga berisiko menambah biaya, kompleksitas, dan persoalan kepatuhan.
Cloudera Blueprints menawarkan solusi melalui aplikasi AI yang telah dikonfigurasi sebelumnya dan berjalan langsung di Cloudera AI. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menerapkan AI di lingkungan tempat data mereka berada tanpa harus memindahkan seluruh data ke lokasi lain.
Chief Product Officer Cloudera Leo Brunnick mengatakan, banyak perusahaan ingin bergerak melampaui eksperimen AI, tetapi masih kesulitan membawa prototipe ke tahap produksi, terutama ketika berhadapan dengan infrastruktur data yang kompleks.
Melalui kolaborasi dengan NVIDIA, Cloudera berupaya menjembatani kesenjangan tersebut agar perusahaan dapat mempercepat penciptaan nilai bisnis dari investasi AI.
Empat Sektor Jadi Sasaran Awal

Cloudera Blueprints akan segera memanfaatkan lima NVIDIA AI Blueprints untuk mendukung berbagai kebutuhan industri, termasuk jasa keuangan, kesehatan, dan telekomunikasi.
Beberapa solusi yang disiapkan meliputi:
- Deteksi penipuan dan penilaian risiko: Build Your Own Transaction Foundation Model membantu lembaga keuangan mengembangkan model AI berbasis data transaksi untuk meningkatkan deteksi fraud, penilaian risiko, dan personalisasi layanan.
- Otomatisasi layanan kesehatan: Ambient Healthcare Agents mengubah percakapan pasien dan tenaga medis menjadi dokumentasi klinis terstruktur, sekaligus mendukung pendaftaran dan penjadwalan.
- Optimalisasi jaringan telekomunikasi: AI Agent for Telecom Network Configuration Planning membantu merekomendasikan, menerapkan, dan memvalidasi konfigurasi jaringan berdasarkan data historis serta real-time.
- Deteksi video sintetis: Synthetic Video Detection membantu mengidentifikasi video buatan AI untuk memperkuat verifikasi identitas dan mencegah penipuan digital.
NVIDIA AI Blueprints tambahan juga akan diintegrasikan sesuai perkembangan kebutuhan industri dan permintaan pelanggan.
Data Tetap Aman, Perusahaan Lebih Leluasa
Kolaborasi ini tidak hanya mengandalkan alur kerja AI siap pakai. Cloudera juga mengintegrasikan teknologi komputasi dan perangkat lunak AI NVIDIA untuk mendukung proses dari penyiapan data hingga inferensi (inference).
Dukungan tersebut mencakup layanan mikro NVIDIA NIM, model NVIDIA Nemotron, serta NVIDIA cuDF untuk Apache Spark di Cloudera Data Engineering.
Perusahaan juga memperoleh fleksibilitas untuk menjalankan AI di lingkungan cloud, pusat data internal, maupun edge, dengan pengamanan dan tata kelola data yang konsisten. Dukungan standar terbuka turut memberikan keleluasaan dalam memilih model dan infrastruktur tanpa terlalu bergantung pada satu vendor.
Country Manager Cloudera Indonesia Sherlie Karnidta menilai pendekatan ini relevan bagi perusahaan di Indonesia yang tengah berupaya membawa proyek AI dari tahap uji coba ke produksi.
Menurutnya, Cloudera Blueprints memungkinkan organisasi menerapkan AI langsung di lokasi data sensitif berada, sekaligus mengurangi biaya, kompleksitas, dan risiko pemindahan data.
Sementara itu, Vice President Strategic Enterprise Partnerships NVIDIA Pat Lee menegaskan, kolaborasi kedua perusahaan bertujuan mempercepat adopsi AI dan memaksimalkan nilai investasi perusahaan.
Dengan Cloudera Blueprints, kedua perusahaan membidik persoalan yang kerap menghambat transformasi AI: bukan hanya bagaimana membangun model yang canggih, tetapi juga bagaimana menjalankannya secara aman, patuh terhadap regulasi, dan menghasilkan manfaat bisnis yang terukur. * (Syam/Pra)





