MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pemerintah Gaspol Rebut Industri Mobil Listrik, TKDN Dibidik 80% pada 2030, Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar

Syamhudi by Syamhudi
Kamis, 29 Oktober 2026
in Ekonomi
Pemerintah Gaspol Rebut Industri Mobil Listrik, TKDN Dibidik 80% pada 2030, Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar
4
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Pemerintah mengincar penguasaan industri kendaraan listrik yang lebih kuat di dalam negeri. Targetnya tegas: tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik didorong mencapai 80% pada 2030. Jika terealisasi, kebijakan ini berpeluang membuka pasar lebih besar bagi produsen komponen lokal, memperkuat industri baterai, menarik investasi, hingga menciptakan lapangan kerja baru.

Target tersebut menjadi salah satu agenda penting yang mengemuka dalam pembukaan PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, mengungkapkan populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai sekitar 541.000 unit hingga Agustus 2026. Sementara itu, pangsa pasar mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) melonjak dari 0,99% pada 2022 menjadi 16,88% pada Agustus 2026.

Pertumbuhan pasar tersebut membuka peluang bisnis yang semakin besar. Namun, pemerintah ingin memastikan lonjakan permintaan tidak hanya dinikmati produsen kendaraan, tetapi juga menggerakkan industri manufaktur dan rantai pasok nasional.

TKDN 80%, Peluang Besar bagi Industri Lokal

Kementerian Perindustrian menetapkan target minimum TKDN kendaraan listrik sebesar 40% pada 2026, meningkat menjadi 60% pada periode 2027–2029, dan mencapai 80% pada 2030.

Peningkatan target ini diharapkan mendorong pendalaman industri di dalam negeri, mulai dari produksi komponen kendaraan, baterai, modul, hingga penguatan kemampuan manufaktur.

Artinya, peluang ekonomi kendaraan listrik tidak berhenti pada penjualan mobil dan motor. Produsen komponen lokal, pemasok bahan baku, industri elektronika, serta tenaga kerja dengan keterampilan khusus juga berpeluang menikmati pertumbuhan sektor ini.

Meski demikian, target tersebut membutuhkan investasi, penguasaan teknologi, peningkatan kualitas produk, dan kesiapan pemasok lokal agar mampu memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus berkembang.

Moeldoko Ingatkan Infrastruktur dan SDM

Ketua Umum PERIKLINDO Moeldoko menegaskan kendaraan listrik merupakan game changer yang membawa transformasi teknologi, industri, dan energi. Namun, pertumbuhan pasar harus diimbangi kesiapan infrastruktur pengisian daya, pasokan listrik, sumber daya manusia, serta regulasi.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan vokasi, riset baterai, dan pengembangan teknologi daur ulang agar Indonesia tidak tertinggal ketika teknologi kendaraan listrik terus berubah.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir melalui kepastian insentif, percepatan pembangunan SPKLU, pengembangan industri baterai, dan ekonomi sirkular.

Menurutnya, transisi kendaraan listrik bukan hanya agenda lingkungan, tetapi juga peluang memperkuat ketahanan energi dan daya saing industri nasional.

PEVS 2026 Jadi Panggung Perburuan Pasar

Digelar pada 29 Oktober–1 November 2026, PEVS 2026 menghadirkan lebih dari 38 merek kendaraan listrik dan industri pendukung. Pesertanya mencakup merek mobil seperti BYD, Chery, Denza, DFSK, MG, dan Wuling, serta merek sepeda motor listrik seperti Alva, AHM, Indomobil E-Motor, Polytron, Selis, dan United.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung menyebut pameran ini dirancang untuk mempertemukan produsen, pemerintah, investor, komunitas, dan masyarakat. Pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas test drive dan test ride, serta program insentif hingga Rp200 juta sesuai syarat dan ketentuan.

Pada akhirnya, tantangan terbesar industri kendaraan listrik Indonesia bukan sekadar meningkatkan penjualan. Pemerintah dan pelaku industri harus memastikan pertumbuhan tersebut menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Target TKDN 80% pada 2030 menjadi ujian penting: mampukah Indonesia memanfaatkan ledakan pasar kendaraan listrik untuk memperkuat industri lokal dan merebut posisi lebih besar dalam rantai pasok global? * (Syam)

Post Views7 Views
Tags: Pameran Kendaraan ListrikPEVS 2026TKDNtkdn 80%

Related Posts

PEVS 2026 Gempur Pasar Kendaraan Listrik: Populasi Tembus 541.678 Unit, Cashback hingga Rp200 Juta Menanti
Ekonomi

PEVS 2026 Gempur Pasar Kendaraan Listrik: Populasi Tembus 541.678 Unit, Cashback hingga Rp200 Juta Menanti

by Syamhudi
Kamis, 29 Oktober 2026
1
IIMS Garage Balikpapan Pamer Taring, Raup Transaksi Rp52,6 Miliar, Tahun Depan Pindah ke Venue Lebih Besar
Ekonomi

IIMS Garage Balikpapan Pamer Taring, Raup Transaksi Rp52,6 Miliar, Tahun Depan Pindah ke Venue Lebih Besar

by Syamhudi
Senin, 26 Oktober 2026
9

RECOMMENDED

PEVS 2026 Gempur Pasar Kendaraan Listrik: Populasi Tembus 541.678 Unit, Cashback hingga Rp200 Juta Menanti

PEVS 2026 Gempur Pasar Kendaraan Listrik: Populasi Tembus 541.678 Unit, Cashback hingga Rp200 Juta Menanti

29 Oktober 2026
1
Pemerintah Gaspol Rebut Industri Mobil Listrik, TKDN Dibidik 80% pada 2030, Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar

Pemerintah Gaspol Rebut Industri Mobil Listrik, TKDN Dibidik 80% pada 2030, Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar

29 Oktober 2026
4

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM