Jakarta, Mediaprofesi.id – Dr. Martens kembali menegaskan identitasnya sebagai ikon fashion yang lekat dengan kreativitas dan keberanian tampil beda. Melalui kampanye global With Bouncing Soles, brand asal Inggris ini mengajak berbagai generasi merayakan individualitas, ekspresi diri, dan kebebasan menentukan gaya tanpa harus mengikuti arus.
Tiga kata With Bouncing Soles sebenarnya bukan hal baru bagi Dr. Martens. Pesan tersebut telah menghiasi heel loop setiap pasang sepatu dan boot sejak model 1460 pertama diproduksi pada 1960.
Awalnya, frasa itu merujuk pada teknologi sol berbantalan udara (air-cushioned sole) yang menjadi ciri khas Dr. Martens. Namun, maknanya kini berkembang menjadi simbol kreativitas, kepercayaan diri, dan keberanian menjadi diri sendiri.
Global Brand Creative Director Dr. Martens, Neil Cummings, mengatakan With Bouncing Soles menjadi benang merah yang menghubungkan para penggemar lama dengan generasi baru yang menemukan merek tersebut melalui cara mereka sendiri.
Menurutnya, kampanye ini menjadi ajakan untuk merayakan kreativitas dan individualitas. Pertanyaan yang diangkat pun menarik: What Makes Your Sole Bounce? atau apa yang membuat setiap orang terus bersemangat mengekspresikan dirinya?
Kampanye Autumn/Winter 2026 (AW26) ini menghadirkan sejumlah figur dunia dengan latar belakang berbeda. Di antaranya aktris sekaligus ikon gaya Chloë Sevigny, musisi dan penulis Jordan Stephens, serta komedian dan pengusaha asal Jepang Naomi Watanabe.
Ketiganya membawa perspektif masing-masing tentang kreativitas dan ekspresi diri.
Bagi Chloë Sevigny, semangat tersebut muncul dari rasa ingin tahu, keberanian mencoba hal baru, dan keterbukaan terhadap berbagai pengalaman.
Sementara Jordan Stephens melihat kreativitas melalui permainan makna kata sole (sol sepatu) dan soul (jiwa). Baginya, kreativitas memiliki banyak lapisan yang bisa terus dieksplorasi.
Adapun Naomi Watanabe merasa kampanye ini sejalan dengan dunia komedi yang digelutinya, karena sama-sama memberikan ruang untuk kegembiraan dan ekspresi diri.
Lima Siluet Ikonis, Warna Baru

Tak hanya mengandalkan cerita para kreator, Dr. Martens juga menyoroti lima siluet andalannya dalam kampanye AW26. Koleksi tersebut mencakup boot 1460, sepatu 1461, loafer Adrian, Chelsea boot 2976, dan Mary Jane 8065.
Seluruh model mempertahankan ciri khas sol air-cushioned orisinal Dr. Martens dan kini hadir kembali menggunakan material kulit Crazy Horse.
Koleksi ini juga mendapatkan sentuhan warna baru Cherry Red untuk musim AW26. Sementara model 1460, 1461, dan Mary Jane 8065 turut tersedia dalam edisi DM’s Green.
Material Crazy Horse menjadi salah satu daya tarik karena karakter kulitnya dapat berubah dan semakin terbentuk seiring pemakaian. Setiap goresan dan perubahan permukaannya menghadirkan tampilan yang berbeda, mencerminkan perjalanan serta pengalaman personal pemiliknya.
Karakter tersebut sekaligus menegaskan filosofi Dr. Martens bahwa tidak ada dua cerita maupun dua pasang sepatu yang benar-benar sama. Ketahanan material dan kualitas pengerjaan tetap menjadi bagian penting dari identitas merek ini.
Lebih jauh, With Bouncing Soles tidak berhenti sebagai kampanye promosi produk. Dr. Martens akan mengembangkannya melalui kolaborasi kreatif, program budaya, pengalaman ritel, hingga berbagai kegiatan komunitas di sejumlah negara.
Workshop dan aktivitas langsung juga akan menjadi ruang bagi publik untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus terhubung dengan komunitas Dr. Martens.
Kampanye With Bouncing Soles resmi diluncurkan pada 24 September 2026. Koleksi Crazy Horse Icons kini tersedia melalui toko Dr. Martens, situs resmi drmartens.id, serta jaringan stockist terpilih.
Selama lebih dari enam dekade, Dr. Martens telah menghadirkan siluet yang ikonis. Namun, karakter sesungguhnya dari setiap pasang sepatu justru lahir dari orang-orang yang memakainya dan cerita yang mereka tinggalkan. * (Syam/Pra)





